Indonesia Muda: Waspadai Reuni Akbar 212 Disusupi Provokator – strategi.id
Nusantara

Indonesia Muda: Waspadai Reuni Akbar 212 Disusupi Provokator

Strategi.id - Indonesia Muda: Waspadai Reuni Akbar 212 Disusupi Provokator
Strategi.id - Indonesia Muda: Waspadai Reuni Akbar 212 Disusupi Provokator

Strategi.id – Upaya penggagalan Reuni Akbar 212 yang akan dilaksanakan pada minggu, 2/11/18 mendatang, beberapa hari ini disinyalir semakin menguat. Dari pemasangan spanduk gelap yang dilakukan oleh sekelompok orang yang berisikan ajakan untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut, sampai ada tersiar kabar burung bertepatan dihari yang sama (2/12), pemerintah akan menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Menurut Lutfi Nasution, Ketua Umum Relawan Indonesia Muda, secanggih-canggihnya upaya apapun yang dilakukan oleh manusia, jika Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa sudah berkehendak, kun fa ya kun, maka tak ada satupun manusia dimuka bumi ini yang dapat mencegahnya kehendakNYA,” dalam pesan singkatnya kepada redaksi.

“Saya mengira bahwa upaya sekelompok orang untuk menggagalkan Reuni Akbar 212 tidak membuahkan hasil, justru upaya mereka yang gagal total,” ungkapnya.

“Karena upaya mereka gagal, jika desas-desus pemerintah pada (2/11/18) akan melaksanakan Peringatan Maulid Nabi di masjid Istiqlal benar adanya, maka saya menduga ini sebagai indikasi upaya pemerintah melakukan penggembosan terhadap peserta Reuni Akbar 212,” katanya.

Lutfi menegaskan bahwa Reuni Akbar 212 bukanlah ajang kampanye salah satu capres dan cawapres tertentu. Indonesia Muda mendukung penuh Reuni Akbar 212. Siapapun boleh ikut, bahkan suadara kita yang non muslim pun boleh hadir, karena ini kegiatan damai dan sejuk.

“Hanya pihak-pihak yang phobia Islam aja yang ketakutan dengan kegiatan ini, sejarah membuktikan pada saat Aksi Bela Islam 2 Desember 2016, kita menjaga saudara kita yang non muslim melangsungkan pernikahan di gereja Katedral dan tidak ada sebatang rumputpun yang mati terinjak,” jelasnya.

“Indonesia Muda mendukung dan akan menghimbau seluruh anggotanya baik yang muslim maupun yang non muslim untuk hadir dalam Reuni Akbar 212 di Monas, dengan menggunakan baju muslim dan bagi non muslim mengenakan busana berkerah sanghai, jangan ada atribut salah satu capres dan cawapres. Ingat, kita berkumpul di Monas. Bukan di Istiqlal,” tegasnya.

Ketua Umum Relawan Indonesia Muda ini juga mengingatkan untuk mewaspadai provokator menyelinap masuk dalam barisan Reuni Akbar 212 yang bisa merusak makna dan hakekat mulia kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan doa untuk bangsa.

“Ini tidak menutup kemungkinan akan terjadi, kita perlu mewaspadai provokator yang disusupi oleh kelompok tertentu yang bertujuan menodai kegiatan mulia ini. Kita harus saling jaga, saling mengingatkan dan saling mengayomi, walaupun kita berasal dari daerah yang berbeda, sehingga jika terjadi hal-hal yang menjurus “kejanggalan” dan atau “berbau provokasi” kita bisa cegah sejak dini secara bersama-sama,” terangnya.

“Indonesia Muda akan selalu setia berada digaris rakyat dan berjuang bersama ulama menunaikan kewajiban untuk menegakan amal ma’ruf nahi munkar yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Adil dan Makmur,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top