Indonesian Pilar Institute Gelar Talk Show Soal Pendidikan - strategi.id
Nusantara

Indonesian Pilar Institute Gelar Talk Show Soal Pendidikan

Strategi.id - Indonesian Pilar Institute Gelar Talk Show Soal Pendidikan

Strategi.id – Indonesia Pilar Institute gelar Talk show bertajuk penguatan karakter pendidik dan tenaga kependidikan di Phoenam Coffee Shop, Jalan K.H. Wahid Hasyim No.12, RT.2/RW.7, Gondangdia, Menteng, RT.2/RW.7, Kebon Sirih Menteng, Jakarta, Jumat (20/12/19).

Acara Talk Show ini dimoderatori oleh Ketua Umum Kapten Indonesia Abdul Rauf, narasumber acara ini diantaranya Ketua Umum Fortuna yang juga Pembina Kapten Indonesia Thamrin Barubu, Sekjen IP Institute Syafaruddin Thalib, Ceo Indeks Perspektif Indonesia Mabrur L Banuna, Sekretaris LP Ma’arif NU Harianto Oghie.

Sebagai pembicara pertama dalam diskusi, CEO Perspektif Indonesia Mabrur L Banuna menyampaikan, isu pendidikan saat ini sangat sedikit sekali dibicarakan, namun yang banyak dibicarakan soal sektor ekonomi dan radikalisme.

“Isu pendidikan itu sedikit sekali dibicarakan, lebih banyak dibacarakan sektor ekonomi dan radikalisme,” ujarnya.

Mabrur menjelaskan, pola perubahan yang terjadi sekarang harus direspon cepat.

“Kebijakan kementerian pendidikan memangkas birokrasi pendidikan itu sangat tepat,” jelasnya.

Ketua Umum Fortuna Thamrin Barubu mengatakan, bicara karakter bicara sifat, baik secara batin yang sifatnya pikiran dan perilaku yang ada disekeliling.

“Sistem penyerapan ada yang mampu dan ada yang tidak mampu soal karakter. Indonesia itu hebat, Indonesia SDM nya unggul namun aplikasi ini kan belum terkoneksi,” katanya

Thamrin menyampaikan juga soal banyaknya temuan anak bangsa masih belum direspon oleh pemerintah.

Thamrin mencontohkan temuan anak bangsa adalah solar nano, menurutnya ini satu-satunya di dunia. Temuan yang hebat yang diakui dunia dan ramah lingkungan.

“Tidak mendukungnya pemerintah itu persoalannya,” ucapnya.

Thamrin memandang sistem pendidikan kita masih banyak yang perlu diperbaiki, terkhusus soal karakter.

“Mafia harus dilawan, disitulah karakter bangsa,” tegasnya.

Kemudian Sekjen IP Institute Syafaruddin Thalib dalam diskusi menyampaikan, perlu adanya sinergi pusat dan daerah mengenai tenaga pendidik.

“Kurikulum yang bisa didesain untuk setiap tahun ke depan. Agar bisa menyesuaikan kompetensi guru pusat dan daerah,” katanya.

Sekretaris LP Ma’arif Harianto Oghie menyampaikan, karakter merupakan pilar pendidikan.

“Pendidikan karakter dasar adalah pendidikan agamanya,” ujarnya.

Harianto juga menjelaskan, sistem pendidikan di Indonesia yang berbasis agama dan budaya harus ada pendekatan lain.

“Guru adalah kunci pendidikan karakter, karena karakter adalah suri tauladan,” jelasnya.

Terkait UN yang diberitakan akan dihapus, Harianto secara tegas mengatakan, UN tidak akan pernah dihapus hanya istilahnya saja,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top