Ini Tradisi yang Penting dilakukan Saat Imlek dan Filosofi di Baliknya - strategi.id
Budaya

Ini Tradisi yang Penting dilakukan Saat Imlek dan Filosofi di Baliknya

Strategi.id - Ini Tradisi yang Penting dilakukan Saat Imlek dan Filosofi di Baliknya
Strategi.id - Ini Tradisi yang Penting dilakukan Saat Imlek dan Filosofi di Baliknya

Strategi.id – Tahun Baru Imlek memang selalu dirayakan secara meriah. Tak hanya di negara Tiongkok atau Asia Timur lainnya, Asia tenggara meliputi Indonesia juga turut ikut serta mewarnai hari perayaan Imlek.

Di samping kemeriahan Imlek yang kerap diwarnai dengan warna mereka, Imlek sendiri dirayakan dengan sejumlah tradisi turun-temurun yang tak luput dihilangkan sampai saat ini.

Selain didominasi nuansa merah ataupun memberikan angpao. Ternyata ada sejumlah tradisi lainnya yang tak kalah menarik untuk menyambut Tahun baru Imlek. Melansir Chinese Pod, berikut ini merupakan tradisi unik yang punya makna unik untuk merayakan Imlek.

baca juga : Usaha Kertas Tahun Baru Imlek yang Mulai Ditinggalkan di China

1. Memasang kertas merah di pintu dan jendela

Foto : My Study World

Kertas merah yang biayanya ditempel pada pintu kerap berisikan karakter huruf berwarna emas atau hitam. Hal tersebut bukanlah hal yang aneh malahan tujuannya sebagai bentuk pengharapan yang bersifat positif terhadap tahun baru.

Tradisi ini dikabarkan sudah berkembang sejak masa Dinasti Han untuk memberikan keberuntungan kepada keluarga di setiap rumah.

2. Nuansa Merah

Foto : Cerita Picmix

Dinding rumah berwarna merah, lampion merah, amplop angpao merah. perayaan Imlek dihiasi dengan nuansa merah. Hal ini disebabkan karena merah melambangkan keberuntungan dan kesejahteraan. Oleh karena itu, bukan jadi hal yang aneh jika Imlek selalu didentikan dengan warna ini.

3. Bersih-bersih rumah

: Cakap-cakap

Bersih-bersih rumah merupakan bagian dari tradisi perayaan Imlek. Hal ini bertujuan untuk membuang semua keburukan yang dapat menghalangi datangnya keberuntungan.

Orang Tionghoa membersihkan rumah satu hari sebelum Imlek, karena jika membersihkan rumah tepat saat Imlek malah akan membuang keberuntungan.

4. Sajian khas Imlek

Foto : lifestyle.okezone.com

Dua contohnya adalah kue keranjang dan jeruk. Bagi masyarakat Tionghoa, setidaknya ada 12 jenis makanan yang disajikan.

Ke-12 makanan itu melambangkan 12 shio dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa.Masing-masing makanan juga memiliki makna filosofis tersendiri.

5. Tidak boleh makan bubur

Foto : client13.gedoor.com

Bubur adalah makanan yang tidak boleh dikonsumsi saat perayaan Imlek. Hal ini dikarenakan bubur dianggap sebagai lambang kemiskinan.

6. Kembang api dan petasan

Foto : pegipegi.com

Petasan dan kembang api dinyalakan karena diyakini dapat mengusir nasib buruk tahun sebelumnya dan membawa pengharapan akan tahun baru yang lebih baik.

7. Angpao

Foto : Tribun.com

8. Bersilaturahmi

Foto : idntimes.com

Mengunjungi sanak saudara menjadi momen mempererat tali persaudaraan bagi masyarakat Tionghoa saat Imlek.

Warga Tionghoa juga mengenal istilah mudik, dimana mereka yang berada di perantauan pulang ke kampung halaman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top