Jaksa Agung Lantik 5 Kajati Baru - strategi.id
Nusantara

Jaksa Agung Lantik 5 Kajati Baru

Strategi.id – Jaksa Agung HM Prasetyo melantik 13 pejabat eselon II baru di lingkungan Kejaksaan RI, Rabu (9/1/2019).

Dari 13 pejabat eselon II yang dilantik itu, 5 di antaranya menjabat sebagai kepala kejaksaan tinggi (Kajati).

Baca juga: https://strategi.id/jaksa-agung-ultimatum-jajarannya-tidak-terlibat-suap/

Lima Kajati yang dilantik adalah Kajati DKI Jakarta Warih Sadono, Kajati Kepulauan Riau Edy Birton, Kajati Papua Heffinur, Kajati Maluku Utara Wisnu Baroto, dan Kajati Nusa Tenggara Barat Arif.

Pejabat eselon II lain yang juga dilantik adalah Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan Tony Tribagus Spontana, Direktur Penyidikan pada Jampidsus Asri Agung Putra, dan Direktur Penuntutan pada Jampidsus Sugeng Purnomo.

Selanjutnya, Direktur Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi dan Eksaminasi pada Jampidsus Ida Bagus Nyoman Wismantanu, Inspektur III pada Jamwas Deddy Siswadi, dan Direktur Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif lainnya pada Jampidum Mohamad Dofir.

Dua lainnya adalah Kepala Biro Perencanaan pada Jambin A Muhammad Taufik dan Direktur Ideologi Politik, Pertahanan dan Keamanan pada Jamintel Jaya Kesuma.

Tugas Menanti Kajati

Jaksa Agung secara tegas mengingatkan kepada pejabat Kejaksaan bahwa ada tugas besar yang menanti di bidang hukum, yakni pemilu 2019. Sebab, perhelatan akbar pesta demokrasi yang untuk pertama kalinya pemilu legislatif serentak dengan pilpres.

Baca juga: https://strategi.id/jaksa-agung-hm-prasetyo-jaksa-agung-imbau-pji-sukseskan-pemilu-2019/

Prasetyo berujar, perhelatan pemilu kerap dijadikan ajang saling serang. Bukan ajang untuk adu ide dan gagasan. Hal ini, menurut Prasetyo, tak boleh luput dari pengawasan Kejaksaan.

Di bagian lain, Prasetyo mengingatkan bahwa jabatan bukan kalkulasi menghitung untung dan rugi, melainkan amanah yang harus dikerjakan dengan tulus dan penuh kesungguhan.

Dia mengajak para pejabat kejaksaan untuk aktif menggunakan ide-ide kreatif guna memberikan hasil terbaik yang membawa dampak nyata bagi sesama.

“Barang siapa ingin memiliki mutiara, harus turut menahan nafas dan mengarungi samudera yang sedalam-dalamnya,” kata Prasetyo mengutip ucapan Bung Karno.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top