Jangan Sampai Pilkada Papua Buat Kita Jadi Bermusuhan – strategi.id
Nusantara

Jangan Sampai Pilkada Papua Buat Kita Jadi Bermusuhan

Salah satu Pemandangan Pilkada di Papua pada Pemilu yang lalu (sumber : kastara.id/is)

Srategi.id – Pemilihan Kepala Daerah  Serentak jilid III 2018 akan digelar sebentar lagi. Papua menjadi salah satu dari 17 provinsi yang ikut dalam Pilkada Serentak tersebut, dengan beberapa Kabupaten di Papua dan Papua Barat.

Melihat debat Pilihan gubenur Papua antara Calon gubenur Pertahana Lukas Enembe dan penantangnya John Wempi Wetipo, sebagai anak Papua saya merasa sedih. Kesedihan itu lantaran keduanya sudah tertular dan mengikuti pola-pola persaingan yang kurang sehat dalam konteks debat seperti di daerah-daerah lainnya.

“Pilkada Jakarta perlu dijadikan pelajaran pahit bagaimana isu-isu ujaran kebencian dan juga berita bohong, perlu dihindari (dalam Pilkada serentak 2018).” Walaupun Pilkada DKI Jakarta sudah selesai lama tetapi luka atau polarisasi pasca Pilkada DKI masih terjadi saat ini dan belum menghilang sepenuhnya, sehingga diperlukan perhatian khusus oleh semua pemangku kepentingan dalam mencegah terjadinya kabar-kabar bohong

  1. Pemilihan kepala daerah  Papua juga sudah harus belajar dari pengalaman pahit Pilkada Jakarta ,seharusnya hal saling menjatuhkan atau berupaya menyingkirkan satu dan lainnya tidak perlu dilakukan dalam debat tersebut. Mengingat kedua pasangan calon sama-sama putra asli Papua. Penting untuk menjaga persaudaraan sesama anak Papua, apalagi posisi mereka sebagai tokoh politik yang menjadi sorotan bagi masyarakat dan pemuda Papua.

Debat Calon gubenur Papua dan juga Calon Bupati di sejumlah kabupaten tidak perlu digunakan sebagai ajang saling serang dan menjatuhkan. Harus diingat sebagai sesama anak Papua, kalian semua bersaudara.

Gunakan lah debat cagub sebagai ajang untuk saling menunjukan dan beradu gagasan, program dan ide-ide untuk membangun Papua ke depannya. Diperlukan program-program yang aplikable atau aplikatif untuk membangun masyarakat Papua. Tentunya dengan memperhatikan kultur dan kearifan lokal masyarakat Papua itu sendiri.

  • Jadi ingat baik-baik, jangan sampai Pilihan gubenur dan Pilihan bupati berujung padat hal-hal yang membuat rakyat Papua semakin sengsara dan saling memusuhi.

Kita sebagai orang Papua jangan mau diadu domba dan diprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak mau melihat Papua damai dan tentram!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top