Jejak Karier Airlangga Menghantarnya Ke Gerbang Pilpres 2024 - strategi.id
Corong

Jejak Karier Airlangga Menghantarnya Ke Gerbang Pilpres 2024

Strategi.id - Jejak Karier Airlangga Menghantarnya Ke Gerbang Pilpres 2024

Strategi.id – Airlangga merupakan tokoh yang sudah sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Ia sudah memiliki segudang pengalaman dan prestasi yang mumpuni, baik itu, dari segi latarbelakang pendidikan, organisasi, karier politik dan bisnis. Pada periode pertama pemerintahan Jokowi 2014-2019 ia dipercaya sebagai Menteri Perindustrian.

Kemudian pada periode kedua; 2019-2024, Airlangga Hartarto kembali dipercaya oleh Jokowi sebagai Menko Perekonomian. Ketika masih menjabat Menteri Perindustrian, ia pernah menelurkan program pengembangan akseleratif untuk pengembangan kawasan ekonomi khusus atau kawasan industri lainnya.

Lalu kemudian, untuk menekan angka Covid-19, Airlangga mengeluarkan Program Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali. Selanjutnya, pada tahun 2021 pemerintah melakukan langkah strategis dengan menggelontorkan dana hampir 700 triliun.

Dana tersebut diperuntukan bagi masyarakat Indonesia (sekitar 64,2 juta orang), khususnya masyarakat yang bergerak di sektor Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Sektor ini cukup signifikan mempengaruhi pergerakan ekonomi Produk Domestik Bruto (PDB), yang merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur kondisi perekonomian suatu Negara.

Di sisi lain, pemerintah memberi bantuan, berupa melakukan perpanjangan subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR), diantaranya perpanjangan Subsidi bunga 3%. Kemudian pemerintah juga memberikan Bantuan Sosial (BANSOS), Kartu Prakerja yang bisa dimanfaatkan oleh sektor UMKM melalui program pelatihan, yang jumlahnya mencapai 53,3 juta orang.
Selain itu, pemerintah juga tetap berusaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi lintas batas maupun lintas generasi.

Dengan memberikan kemudahan usaha serta terus mendorong kemudahan berinvestasi di Indonesia. Dengan mengutamakan isu investasi dan pembangunan yang berkelanjutan.
Dengan mengedepankan konsep Competitive advantage dari peluang investasi di tanah air. Pemerintah akan terus meningkatkan teknologi Online Single Submission (OSS) dan digitalisasi yang tujuannya untuk memberi kemudahan bagi para pelaku usaha. Sebagai langkah untuk memenuhi kebutuhan para investor dan menjadi harapan dunia usaha untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selanjutnya, program Hari Belanja Nasional. Program tersebut muncul untuk membantu masyarakat mengatasi krisis multidimensi yang sedang melanda bangsa akibat dampak Covid -19 dan direalisasikan sebelum hari raya Idul Fitri. Melalui pemberian subsidi ongkos kirim belanja daring atau online senailai 500 Miliar. Targetnya, akan didistribusikan pada hari belanja online Nasional.
Selain itu, Pemerintah akan mendorong subsidi ongkos kirim konsumsi melalui penyaluran bantuan sosial kepada 20 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan ini, berupa beras sebanyak 10 kg kepada setiap keluarga Penerima Harapan (KPM). Kemudian Program Keluarga Harapan (PKH). Kartu sembako hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Selain itu, selama bulan ramadhan, pemerintah bakal merencanakan untuk mensubsidi beras yang disalurkan melalui badan urusan logistik (Bulog). Pemerintah juga mendorong Perusahan swasta untuk segera memberikan tunjangan hari Raya (THR) kepada karyawan karena sudah saatnya pihak swasta membayar THR. Dengan Estimasi anggrannya itu sekitar 215 triliun.
Baru-baru ini juga Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian mengumunkan soal program Prioritas Vaksin gotong royong. Program tersebut, tentu dipersiapkan dalam rangka menekan angka penularan Covid-19. Dengan sasaran akan diperioritaskan berdasarkan zonasi resiko penularan Covid-19 dan perusahan yang sudah terdaftar di kamar Dagang dan industri (Kadin) Indonesia.

Selanjutnya industri yang menjadi prioritas untuk melakukan vaksin adalah sektor padat karya. Terutama perusahan yang memiliki banyak karyawan. Selain itu, tidak menutup kemungkinan para pekerja yang memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) juga menjadi bagian dari program vaksin gotong royong.
Dengan sasaran para pekerja asing juga akan mendapatkan vaksinasi. Agar program tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya, maka perlu ada kerja sama dengan instansi terkait, yaitu Kementerian Kesehatan. Rencananya akan mengeluarkan aturan teknis, terutama terkait pengaturan harga vaksin gotong royong. Aturan tersebut dapat dituangkan lebih lanjut melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes)
Airlangga juga telah berhasil menghantarkan pasangan Jokowi-Maaruf Amin sebagai capres dan cawapres hingga menjadi pemenang pilpres. Berkat kegigihan dan kepiawaiannya sehingga situasi ini akan berpengaruh juga terhadap perolehan suara partai Golkar pada pemilihan legislatif 2019, yaitu tercatat sebagai utrutan kedua peroleh kursi DPR RI sebanyak 85 kursi setelah PDIP.

Bagi Golkar, ini merupakan sebuah prestasi yang sangat luar biasa karena baru pertama kali sepanjang sejarah pasangan calon Presiden yang didukung oleh partai Golkar tampil sebagai pemenang dalam perhelatan pilpres yang dipilih secara langsung oleh rakyat.
Selama menjabat sebagai Ketua Umum Golkar, Ia juga telah membuktikan bahwa kepengurusan partai Golkar tetap solid mendukung pasangan Jokowi-Maaruf dalam pilpres 2019. Hal tersebut, dapat dibuktikan oleh Airlangga ketika ia berhasil menghadirkan 34 ketua DPD partai Golkar untuk bertemu Presiden Joko widodo di Istana Kepresiden, Bogor- Jawa Barat.

Airlangga merupakan tokoh politik sosialis, humanis dan konsen terhadap persolan bangsa serta sosok yang memenuhi kriteria yang dibutuhkan pemerintah mengenai jabatan ia emban sebagai Menko Perekonomian.
Selanjutnya Airlangga selama menjadi Menteri Perindustrian sukses meningkatkan pelayanan publik dan memiliki kemampuan inisiatif untuk tidak melakukan korupsi.
Kesuksesan dan kepopuleran Airlangga, baik di dunia pemerintahan maupun dalam dunia politik menjadi modal sosial untuk menghantarkan Airlangga ke gerbang calon Presiden 2024. Ia merupakan sosok pemimpin yang sudah teruji, memiliki kapasitas, integritas, akuntabilitas serta pemimpin politik yang memiliki kecerdasan sosial. Pemimpin yang selalu berpihak kepada kepentingan publik. Ia juga figur yang relatif bersih dari kasus korupsi.

Penulis Oleh: Alvitus Minggu, S.I.P, M.Si,
Dosen Fisip Hubungan Internasional Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Dosen Ilmu Politik Universitas Bung Karno Jakarta. Sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Network Election Survei (INES)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top