Jerry Massie: Gambaran Peta Politik 2024 – strategi.id
Nusantara

Jerry Massie: Gambaran Peta Politik 2024

Strategi.id - Jerry Massie: Gambaran Peta Politik 2024

Strategi.id – Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, memprediksi pertarungan bursa calon presiden (capres) 2024 berlangsung sengit. 

Sejumlah kepala daerah dan tokoh nasional berpeluang memperebutkan kursi orang nomor satu di Indonesia. “Capres dari kepala daerah saya perkirakan (Gubernur DKI Jakarta) Anies Baswedan, (Gubernur Jawa Tengah) Ganjar Pranowo, (Gubernur Jawa Barat) Ridwan Kamil, dan (Gubernur Jawa Timur) Khofifah Indar Parawangsa,” kata Jerry, Senin (15/06/20) saat diskusi Manakar Peta Politik 2024 melalui media Zoom

Jerry mengatakan peluang kepala daerah cukup besar lantaran kerap muncul di media. Beberapa sosok tersebut tengah beradu strategi menekan penyebaran virus korona (covid-19).”Peran media sangat besar mendongkrak popularitas dan elektabilitas. Ini menjadi magnet politik dan ada daya magis politik,” ujarnya.

Jerry menyebut bursa capres 2024 juga terbuka lebar bagi tokoh nasional. Dia menyebut Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno yang sempat menjajal ‘pedas’nya kompetisi pemilihan umum (Pemilu) 2019 serta Menteri BUMN Erick Thohir.”Erick tokoh potensial yang bersih. Dia telah merestrukturisasi 142 perusahaan BUMN menjadi 107,”ucap Jerry.

Peran media dinilai sangat besar mendongkrak popularitas dan elektabilitas. Saat ini, Ganjar, Ridwan Kamil, Khofifah, dan Anies sering muncul dil ayar kaca dan ini menjadi magnet politik dan daya magis politik.

Menurut Jerry dengan mulai surut, bahkan turunnya elektabilitasnya Prabowo Subianto, bahkan PDI Perjuangan, ini menjadi sinyalemen positif bagi figur lain.

Jerry menyebut kemapanan, ketegasan, dan visioner menjadi poin penting penilaian publik pada pilpres 2024 mendatang.

“Saya nilai saat ini rakyat butuh bukan sekadar imaging political (politik pencitraan), tapi political action (tindakan politik). Bukan hanya umbar janji atau politik jual kecap, bahkan politik dagang sapi, tapi the real politik,” katanya.
Menurut prediksi Jerry swing voters (pemilih mengambang) akan menigkat pada pemilu 2024. Data statisiknya pada 2019, yakni 13 persen bertambah undiceded voters lantaran sejumlah UU yang digodok tak sesuai dengan keinginan dan kemauan publik

Jerry menyebut, di antaranya RUU Haluan Ideologi Pancasila, UU Omnibus Law yang ditolak kaum buruh, UU pemindahan ibukota baru, kesehatan, pajak, tenaga kerja. Soal Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2004 tentang BPJS, UU Tapera Nomor 4 Tahun 2016. Belum lagi 12 RUU KHUP kontroversi dari santet sampai aborsi.
“Jelas ini akan sangat merugikan partai-partai besar. Belum lagi Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pandemi Covid-19. Ini barangkali ini akan menurunkan kredibilitas partai pendukung pemerintah,” kata Jerry.
Menurut prediksi Jerry  swing voters dan undiceded voters bisa mencapai 30 persen, yang mana pads 2019 mencapai 25 persen.
Politik etis akan menjadi barometer kemenangan calon pada pilpres 2024 bukan politik praktis.

“Lihat saja, bagaimana dia membersihkan BUMN, bahkan merekstrurisasi perusahaan plat merah ini dari 142 menjadi 107 perusahaan,” katanya.

Peran media dinilai sangat besar mendongkrak popularitas dan elektabilitas. Saat ini, Ganjar, Ridwan Kamil, Khofifah, dan Anies sering muncul dil ayar kaca dan ini menjadi magnet politik dan daya magis politik.

Menurut Jerry dengan mulai surut, bahkan turunnya elektabilitasnya Prabowo Subianto, bahkan PDI Perjuangan, ini menjadi sinyalemen positif bagi figur lain.
Jerry menyebut kemapanan, ketegasan, dan visioner menjadi poin penting penilaian publik pada pilpres 2024 mendatang.

“Saya nilai saat ini rakyat butuh bukan sekadar imaging political (politik pencitraan), tapi political action (tindakan politik). Bukan hanya umbar janji atau politik jual kecap, bahkan politik dagang sapi, tapi the real politik,” katanya.
Menurut prediksi Jerry swing voters (pemilih mengambang) akan menigkat pada pemilu 2024. Data statisiknya pada 2019, yakni 13 persen bertambah undiceded voters lantaran sejumlah UU yang digodok tak sesuai dengan keinginan dan kemauan publik.

RUU Haluan Ideologi Pancasila, UU Omnibus Law yang ditolak kaum buruh, UU pemindahan ibukota baru, kesehatan, pajak, tenaga kerja. Soal Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2004 tentang BPJS, UU Tapera Nomor 4 Tahun 2016. Belum lagi 12 RUU KHUP kontroversi dari santet sampai aborsi.

“Jelas ini akan sangat merugikan partai-partai besar. Belum lagi Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pandemi Covid-19. Ini barangkali ini akan menurunkan kredibilitas partai pendukung pemerintah,” kata Jerry.
Menurut prediksi Jerry  swing voters dan undiceded voters bisa mencapai 30 persen, yang mana pads 2019 mencapai 25 persen.
Politik etis akan menjadi barometer kemenangan calon pada pilpres 2024 bukan politik praktis.

Jerry menilai publik tak butuh NATO (No Action Talk Only), tapi (TLDM) Talk Less Do More. Pasalnya, kata dia, rakyat kerap jadi kelinci percobaan.

Tokoh konservatif lainnya adalah Rizal Ramli. mantan menteri ekonomi era Gus Dur ini dinilai berpeluang masuk bursa lantaran selain dekat dengan rakyat kecil, suka membantu kaum marjinal serta cinta dan peduli rakyat. Beliau tipikal bukan hanya pencitraan, tapi tindakan nyata.
Rizal, menurut Jerry, calon alternatif dari kalangan profesional, akademisi, dan aktivis. Jerry menyebut suara lantang Rizal dalam membela kelompok terzolimi menjadi acuan baginya di pilpres 2024. Calon presiden 2019 lalu itu, kata Jerry, memang tak didukung partai di parlemen, tapi aura politiknya cukup kuat.

Untuk calon presiden yang berlatar ketua partai, kata Jerry, Surya Paloh cukup berpotensi lolos pada 2024.
Sementara di Jawa Timur atau daerah green zone (zona hijau), menurut Jerry, masih akan dikuasai PKB, Jawa Tengah adalah red zone dikuasai PDI Perjuangan, Jawa Barat sebagai white zone dikuasai Gerindra dan PKS, Banten sebagai yellow zone dikuasai oleh Golkar, Jakarta adalah wilayah white and red zone.

Kekuatan ini bisa bergeser pada pemilu presiden 2024, jika melihat road mapping politik saat ini.

“Tetap daerah perang politik di Jawa tetap seru. Jabar dengan pemilih terbanyak 33,2 juta, Jatim 30,9 juta, Jateng 27 Juta. Jakarta 7,7 juta pemilih, Banten 7,4 juta dan Jogja 2,7 juta jadi total 118,8 juta. Bisa dibilang pemilih di Pulau Jawa hampir 60 persen dari 192 juta pemilih pada pilpres 2019 lalu,”

Diprediksi jika Ganjar berpasangan dengan Ridwan Kamil, maka 33 juta dan 27 juta, maka ada 60 juta suara keduanya. Jika Khofifah-Ridwan (63 juta), Ganjar – Anies (34 juta), Anies-Ridwan (40 juta), Khofifah-Anies (37 juta), Ridwan-Khofifah (60 juta).
Lawan tangguh juga jika Prabowo-Puan ditandemkan. Alasannya sederhana kedua arai ini menguasai parlemen selain Golkar. PDIP meraup 128 kursi dan Gerindra 78 kursi pada pemilu lalu. Berarti perkawinan politik PDI Perjuangan dan Gerindra. Jika dilihat dari gelagat Prabowo dengan merapat ke koalisi PDI Perjuangan, kata Jerry, ini setidaknya sinyalemen red and white akan berafiliasi politik.

Itulah gambaran peta politik 2024. Indikiator kemenangan terletak pada branding, market share politik, strategy, building issues, approaching political, political marketing, team work and political warfare.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top