Jika Kemenkeu Tak Membayar, Kontraktor Pembangunan Mapolda Aceh Ancam Kemping di Istana – strategi.id
Nusantara

Jika Kemenkeu Tak Membayar, Kontraktor Pembangunan Mapolda Aceh Ancam Kemping di Istana

Strategi.id - Jika Kemenkeu Tak Membayar, Kontraktor Pembangunan Mapolda Aceh Ancam Kemping di Istana

Strategi.id – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto diminta memfasilitasi penyelesaian sengketa pembangunan Mapolda Aceh yang telah berlangsung selama 11 tahun. Pada 2005, gedung tersebut rusak karena diterjang bencana tsunami.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur hingga tingkat peninjauan Kembali (PK), Polri dan Kementerian Keuangan harus membayar Rp 32,7 miliar pada PT Elva Primandiri selaku kontraktor. “Terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Menko Polhukam yang telah merespons surat kami dan menyiapkan pertemuan ini. Tapi sayang Menteri Keuangan tidak hadir,” kata Direktur PT Elva Primandiri, Ellva Waniza di kantor Menko Polhukam di Jakarta, Kamis (04/04/19).

Elva mengungkapkan, pertemuan antara pihak ya dan Kemenkeu yang difasilitasi Kemenko Polhukam belum membuahkan hasil positif. Bahkan Elva menyayangkan penjelasan dari perwakilan Kemenkeu yang tidak mematuhi putusan pengadilan.

“Ketidakhadiran pihak Kemenkeu ini saya sangat sayangkan dan tidak tepat sasaran karena yang diundang bendaharawan dari Kemenkeu. Seharusnya bendaharawan menyampaikan ini harus melibatkan empat bidang di Kemenkeu: Advokasi, Biro Hukum, Sekjen dan Ditjen Anggaran , juga bendaharawan,” paparnya.

Karena mediasi hari ini tak membuahkan hasil, maka akan dilanjutkan dengan pertemuan lanjutan, yang sedang dijadwalkan ulang oleh Kemenko Polhukam.

“Kami mohon dengan sangat Bapak Menko Polhukam memimpin rapat ini dan semua jajaran dari Kemenkeu agar hadir dalam rapat tersebut, sehingga masyarakat tidak ditelantarkan. Pembayaran segera dilakukan hak kami sebagai masyarakat yang telah membangun Mapolda Aceh,” harapnya.

Elva mengancam bila pemerintah tidak segera membayar haknya, dia akan melakukan aksi di Istana Negara.

“Saya tidak mau lagi ditunda. Kalau tidak saya akan melakukan aksi dimana saya akan tinggal menginap. Kalau tidak diizinkan di rumah bapak presiden, di Kebun Raya Bogor pun saya akan berkemah di sana. Saya tidak mau tahu, sampai pilpres saya akan menunggu,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top