Jiwasraya Bayarkan 1.286 Polis Jatuh Tempo Senilai Rp 96,58 Miliar – strategi.id
BUMN

Jiwasraya Bayarkan 1.286 Polis Jatuh Tempo Senilai Rp 96,58 Miliar

strategi.id jiwasraya gagal bayar Rp 802 milyar
strategi.id- Jiwasraya Bayarkan 1.286 Polis Jatuh Tempo Senilai Rp 96,58 Miliar

Strategi.id- PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memutuskan membayar bunga atas 1.286 polis yang jatuh tempo. Pembayaran yang dimaksud berupa pembayaran bunga yang jatuh tempo hingga hari ini (Senin, 15/10) sebesar Rp 96,58 miliar .

Untuk pemegang polis yang ingin melakukan roll over, perseroan mempersiapkan pembayaran dimuka atas bunga roll over sebesar 7 persen p.a netto dibayar dimuka atau setara 7,49 persen p.a nett efektif sebagai upaya win win solution kepada pemegang polis seperti yang dilansir Merdeka.

Adapun untuk pemegang polis yang tidak ingin melakukan roll over, perseroan memberikan bunga pengembangan efektif sebesar 5,75 persen p.a netto sesuai dengan surat kepada mitra bank tertanggal 10 Oktober 2018.

“Manajemen Jiwasraya berkomitmen menyelesaikan kewajiban pada pemegang polis secara menyeluruh yang dilakukan secara bertahap dan dalam tenggang waktu yang tidak terlalu lama. Kami juga melakukan komunikasi intens dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan kewajiban ini,” ungkap Direktur Utama Jiwasraya, Asmawi Syam, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (15/10/18).

Ke depan, manajemen mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa perseroan akan dikelola berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (Good Corporate Governance/GCG), penerapan manajemen resiko yang baik dan mengupayakan investasi yang pruden dan optimal. Termasuk berkoordinasi dan melaporkan ke regulator dan pemegang saham terkait perkembangan kondisi perusahaan.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) merupakan satu-satunya perusahaan asuransi jiwa milik negara. Perseroan berdiri sejak 31 Desember 1859 dan saat ini mempunyai 14 Kantor Wilayah, 71 Kantor Cabang dan 494 Kantor Unit Kerja Area (UKA). Didukung kurang lebih 8 ribu agen, Perusahaan memasarkan produk-produknya di seluruh Indonesia melalui agen dan saluran distribusi lainnya.

Sebelumnya, Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera melakukan audit investigasi terkait masalah gagal bayar klaim yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ini sebagai peringatan dini untuk mendeteksi adanya gagal bayar klaim.

OJK perlu audit investigasi seperti Menteri Rini sebutkan. Kalau bisa masuk ke dalam dan buat sistem peringatan dini, jadi setiap ada gejala gagal bayar OJK sudah bisa deteksi,” tuturnya saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, OJK harus proaktif dalam merespon masalah likuiditas yang menimpa asuransi pelat merah tersebut. “Intinya OJK harus turun tangan, proaktif. Karena ini kasusnya sama dengan Bumiputera. Belum selesai Bumiputera, udah ada lagi Jiwasraya,” jelasnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top