Jiwasraya Gagal Bayar , BTN Angkat Bicara – strategi.id
BUMN

Jiwasraya Gagal Bayar , BTN Angkat Bicara

strategi.id - asuransi jiwasraya
strategi.id - Jiwasraya Gagal Bayar , BTN Angkat Bicara

Strategi.id- PT Asuransi Jiwasraya kini tengah dilanda masalah likuiditas. Akibatnya, asuransi BUMN itu menunda pembayaran polis asuransi yang dipasarkan melalui bank (bancassurance) yang jatuh tempo Oktober 2018.

Seperti yang dilansir Kontan ada tujuh bank yang menjadi agen penjual produk asuransi Jiwasraya. Mereka adalah PT Bank Tabungan Negara (BTN), Bank ANZ, Bank QNB, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank KEB Hana, PT Bank Victoria dan Standard Chartered Indonesia.

Salah satu dari ketujuh bank tersebut yakni BTN pun angkat bicara. Manajemen BTN menilai masalah yang kini tengah menimpa Jiwasraya antara lain murni merupakan masalah internal yang dihadapi oleh perusahaan asuransi tersebut.

Menurut Direktur Konsumer BTN Budi Satria, kini pihak Jiwasraya tengah mengupayakan penyeselesaian secara internal termasuk pemegang saham. Sementara terkait produk yang ditawarkan ke nasabah, pihaknya menjelaskan bahwa dalam dalam memasarkan produknya kepada masyarakat, perbankan bakal mengacu ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jiwasraya bekerja sama dengan beberapa perbankan melalui mekanisme bancassurance. Dengan demikian kerjasama tidak hanya dilakukan antara Jiwasraya dengan BTN saja, namun juga dengan beberapa bank lainnya,” ujarnya dikutib dari Kontan, Minggu (14/10/18) malam.

BTN mengatakan Jiwasraya sedang dalam proses penyelesaian permasalahan dan meminta bagi masyarakat, khususnya nasabah BTN yang memiliki produk perusahaan asuransi ini diharapkan untuk tetap tenang hingga masalah teratasi.

“Sebagai BUMN, Bank BTN bersama perbankan lainnya akan bersama-sama menunggu Jiwasraya di dalam menyelesaikan permasalahannya dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Adapun, mengenai hal lain menyangkut kasus ini. Budi belum dapat merinci secara detail lantaran pihaknya belum mengikuti rapat koordinasi penyelesaian kasus tersebut.

Sebelumnya banyak beredar di media sosial surat internal dari Jiwasraya kepada BTN mengenai penundaan dana POlis yang isinya antara lain :

Sesuai pertemuan hari Rabu tgl 10 Oktober 2018, sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan terimakasih atas kepercayaan kepada Jiwasraya selama ini.
Pada kesempatan ini dapat kami sampaikan informasi dan update terkini bahwa sampai saat ini kami belum dapat memberikan tanggal kepastian pembayaran dana Nilai Tunai Polis atas nama Ibu…

Kalimat di atas adalah surat pemberitahuan yang dikirimkan Asuransi Jiwasraya kepada ke salah satu nasabahnya. Perusahaan asuransi BUMN itu juga mengirimkan pemberitahuan yang sama kepada bank mitra penjual produk bancassurance-nya. Salah satunya adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Bank yang memiliki spesialisasi kredit perumahan tersebut juga mendapat surat keterangan keterlambatan pembayaran polis Jiwasraya jenis JS Proteksi Plan. Kepada BTN, Jiwasraya menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menghadapi tekanan likuiditas.

JS Proteksi Plan merupakan produk asuransi jiwa berbalut investasi. Nilai tunai polis jatuh tempo pada 10 Oktober ini mencapai Rp802 miliar yang berasal dari 711 polis. Nilai itu harus dibayarkan kepada tujuh mitra bancassurance Jiwasraya antara lain Standard Chartered Bank, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Victoria, Bank ANZ, Bank QNB Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan juga BTN.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top