Jokowi Pole Atau Jokowi Mole? - strategi.id
Corong

Jokowi Pole Atau Jokowi Mole?

Strategi.id- Jokowi Pole (lagi) atau Jokowi Mole (Pulang)..?

Rabu 19 Desember 2018 Publik Indonesia digegerkan oleh sebuah video anak – anak muda dan sebagian undangan yang hadir dalam acara kampanye pasangan Bapak Jokowi – Kyai Makruf Amin di Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur, tanah tumpah darahku (baca: Penulis), karna disanalah saya dilahirkan, disanalah saya dibesarkan dan disanalah saya didoktrin tentang toleransi, demokrasi serta pentingnya mejaga nilai- nilai yang luhur.

Baca Juga : Presiden Jokowi: RUU Pesantren Adalah Bentuk Perhatian Pemerintah

Video tersebut bukan video yang dibuat karna iseng oleh kaum milenial sosialita semata, tetapi lebih dari itu, mereka seolah ingin menunjukkan karakteristik Madura masa lalu, Madura masa kini dan Madura masa yang akan datang.

Betapa tidak, dengan ekpresi yang penuh lepas tapi tetap dalam kesopanan, mereka mencoba untuk menunjukkan jati diri mereka yang sebenarnya, bahwa:
Itu bukan soal pissi (bahasa Madura yg artinya uang), tapi soal isi hati. Itu bukan tentang fasilitasi tetapi tentang melitansi.

Baca Juga : Hari Santri Yang Ternodai

Nyanyian lagu kampanye yang seyogyanya dinyanyikan dengan kalimat “JOKOWI POLE” yang artinya JOKOWI LAGI, diplesetkan dengan kalimat “JOKOWI MOLE” artinya: JOKOWI PULANG, yang lantas direspons pagi tadi Jum’at 21 Desember 2018, satu hari setelah video tersebut viral.

Secara reaktif kubu petahana melalui Ngabalin mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh sebagian hadirin yang hadir diacara kampanye Bapak Jokowi – Kyai Makruf tersebut adalah “PELECEHAN” terhadap Bapak Jokowi.

Di titik inilah saya sebagai putra daerah asli Bangkalan Madura, ingin mengajak semua pihak agar isengisasi kaum Muda Bangkalan yang meplesetkan nyanyian kampanye Joko Widodo tersebut digeser naik menjadi lebih abstrak sehingga kita tidak terjebak dalam “DEMOKRASI DENGAN DELIK” .

Mari kita anggab plesetan apapun terkait dengan Pilpres dari kubu yang manapun adalah sebuah kreatifitas anak Bangsa untuk didorong lebih konstruktif agar hal tersebut mampu dijadikan perdebatan konsep berbangsa dan bernegara menuju Indonesia yang lebih baik.
Sekian…!

Oleh: M Husni Mubarok-MHM , Tokoh Muda Nasional, Pengusaha asli Madura

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top