Kajari Harus Proaktif Inventarisir Aset Negara – strategi.id
Nusantara

Kajari Harus Proaktif Inventarisir Aset Negara

Jakarta, Strategi.id – Para Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) diminta proaktif berkoordinasi dengan kepala daerah di wilayah tugasnya untuk mendata aset negara yang mungkin terbengkalai atau bahkan sudah berpindah kepemilikan. Apalagi sudah ada contoh keberhasilan Kejaksaan mengembalikan bangunan bersejarah Gedung Olah Raga (Gelora) Pancasila Surabaya.

Hal itu dikatakan Staf Ahli Jaksa Agung bidang Tindak Pidana Khusus, Sudung Situmorang, di ruang kerjanya, Kamis (2/8/2018). “Jika dihitung, nilai aset Gelora Pancasila itu sekitar Rp200 miliar karena lokasinya strategis di pusat kota,” kata Sudung. Sebelumnya, kepemilikan salah satu bangunan bersejarah berada di tangan swasta dan Kejaksaan berhasil menyerahkan kembali ke tangan Pemkot Surabaya.

Melalui perjuangan penegakan hukum yang tak kenal lelah dan dengan cara cerdas dari para jaksa, gelanggang olah raga (GOR) ini kini akhirnya resmi kembali menjadi milik Pemkot.  Tanah yang sebelumnya diakui oleh tiga pengusaha properti asal Surabaya ini telah diserahkan secara sukarela kepada Kejati Jawa Timur dan setelah dicek ternyata aset ini benar-benar milik Pemkot Surabaya. Hebatnya lagi, penyerahan kembali cagar budaya yang dibangun di era Presiden Soekarno itu bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2018.

Sudung yang baru saja pulang dari Surabaya untuk menyaksikan on the spot keberhasilan kerja Kejaksaan mengatakan bahwa hal itu memacu pihaknya untuk menggalang Gerakan Penyelamatan Aset Negara (GPAN) di wilayah Jawa Timur dan berbagai wilayah lain di Indonesia. “Saya mengumpulkan para Kajari di Jawa Timur dan meminta mereka berkoordinasi dengan wali kota/bupati setempat untuk menginventarisasi dan menyelamatkan semua aset negara. Sebab masih banyak aset negara yang belum jelas secara yuridis,” ujar Sudung.

Selain di Surabaya, kata Sudung, pihaknya mensinyalir di Palangkaraya (Kalteng) dan Kepulauan Natuna (Kepri)  pun ada aset negara yang tidak dikuasai pemerintah setempat. “Saya akan cek kesana,” kata mantan Kajati DKI ini.

Sudung Situmorang sendiri ditunjuk Jaksa Agung, HM Prasetyo untuk mensosialisasikan upaya preventif (pencegahan) tindak pidana ke seluruh Kejaksaan di Indonesia. “Nah, kembalinya Gelora Pancasila ke tangan negara itu merupakan keberhasilan dari sosialisasi upaya preventif Kejaksaan sebagaimana instruksi Jaksa Agung,” tegasnya.

Lebih jauh Sudung mengungkapkan, upaya preventif Pidsus Kejagung dilakukan dengan menggunakan paradigma CIA (Corruption-Impact-Assessment). “Artinya tidak hanya menghukum pelaku korupsi, tetapi tidak kalah penting adalah mencari akar masalah mengapa suatu kasus korupsi terjadi supaya case serupa tidak akan terjadi di masa yang akan datang,” tutup Sudung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top