Kapuspenkum Bantah Anak Buahnya Pukul Wartawan – strategi.id
Nusantara

Kapuspenkum Bantah Anak Buahnya Pukul Wartawan

Strategi.id- Kapuspenkum Bantah Anak Buahnya Pukul Wartawan

Strategi.id – Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono membantah Kasubid Humas M Isnaeni telah memukul seorang wartawan media online.

Hari menegaskan bahwa pemberitaan tentang pemukulan wartawan tidak benar.

Kapuspenkum merinci, pada 16 Juli 2020 sekitar pukul 16.30 WIB, dirinya bersama dengan Kabid Medmas M Mijkrof dan Kasubid Humas M Isnaeni berjalan menuju ruang kerja Kapuspenkum. Saat itu, sejumlah wartawan – termasuk Ricardo Ronald – sedang duduk di pembatas taman di depan kantor Puspenkum.

Melihat ada banyak wartawan, Kapuspenkum menyapa dan mengajak duduk di ruang tamu Puspenkum.

Baca juga : Peringatan Hari Anak Nasional; Anak Siapa?

Ketika berjalan menuju ruang tamu, M Isnaeni mengatakan, “Pak Kapus, ini wartawan yang memuat berita yang tidak benar dan tanpa klarifikasi” sembari menunjuk si wartawan. Isnaeni kemudian menepuk pundak Ronald sembari bertanya mengapa membuat berita yang judulnya tendensius kepada institusi Kejaksaan. Isnaeni juga mempertanyakan pemuatan berita sebelum hari dan tanggal yang dijanjikan dan disepakati. “Padahal sebelumnya Pak Isnaeni berjanji akan memberikan data yang diminta pada hari Senin tanggal 27 April 2020 sore hari,” ujar Kapuspenkum.

Artikel online itu sendiri berjudul “Klaim Bohong Kejaksaan Sita Aset Supersemar” dimuat di law-justice.co pada Sabtu, 25 April 2020 pukul 22.30 WIB.

Kapuspenkum mengungkap, Isnaeni kecewa terhadap cara kerja wartawan law-justice.co yang tidak memegang janji, juga cara mengutip informasi dari narasumber – khususnya pembicaraan lewat telpon dan aplikasi WhatsApp – yang dilakukan tanpa izin.

Keberatan M Isnaeni sambil menepuk pundak tersebut, ujar Hari, bukan ditanggapi dengan meminta maaf, justru yang bersangkutan berdalih karena deadline yang bersangkutan.

“Atas pemberitaan yang menuduh Kejaksaan telah berbohong tentang klaim sita aset Supersemar, Kasubbid Kehumasan juga sudah mengajukan keberatan kepada yang bersangkutan melalui percakapan WhatsApp pada hari Senin 27 April 2020,” sebut Hari.

Hari melanjutkan, setelah M Isnaeni mengungkapkan kekesalannya ke wartawan itu, dirinya mengajak Ricardo Ronald duduk di ruang tamu untuk menyampaikan maksud kedatangannya. Kapuspenkum juga mengajak Ketua Forwaka untuk menemani dan mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Ricardo Ronald.

Ternyata yang bersangkutan menanyakan perihal perkembangan penanganan kasus akusisi
Tiphone oleh Telkom. “Saya jelaskan bahwa kasus tersebut sudah cukup lama sehingga butuh waktu untuk mencari dokumen dan yang menangani,” kata Hari sembari berjanji akan memberikan informasi setelah peringatan Hari Bhakti Adhyaksa.

Terhadap pemberitaan law-justice.co yang tendensius terhadap institusi Kejaksaan dan pemberitaan yang tidak benar soal pemukulan, Hari menyebut pihaknya tengah mempertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam UU Pers Nonor 40 Tahun 1999. “Jika dianggap perlu kami akan melaporkan ke Dewan Pers,” ujar Hari.

Bukan Naungan AJI

Sementara itu, dalam siaran pers Aliansi Jurnalis Independen (AJI) membantah media law-justice.co berada di bawah naungan AJI sebagai organisasi jurnalis.

AJI Membantah
Secara terpisah, meski mengecam tindakan intimidatif oleh staf Kejaksaan terhadap jurnalis, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta membantah media law-justice.co, AJI Jakarta membantah media online itu ada di bawah naungan AJI.

Sebelumnya, kepada Kapuspenkum Hari Setiyono, Ronald mengaku medianya di bawah naungan AJI.

“Perlu ditegaskan, AJI Jakarta tidak memiliki hubungan apapun dengan media Law-Justice.co dan media online itu juga bukan di bawah naungan AJI. Kendati demikian, AJI Jakarta terus memperjuangkan kemerdekaan pers,” bunyi siaran pers yang disampaikan Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani.

Meski begitu, AJI Jakarta tetap mendesak Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menelusuri fakta kejadian tersebut.

Jika benar terjadi pemukulan, AJI Jakarta, meminta Jaksa Agung segera memproses tindakan pejabat terkait secara tuntas dengan mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.

AJI Jakarta juga mendesak Law-Justice.co memberikan jaminan perlindungan serta pendampingan hukum terhadap jurnalis sejak di kepolisian hingga ke pengadilan. (Jimmy Radjah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top