Kasus Cuitan SARA Wajib Ditindak Bareskim Secepat Layanan PIZZA – strategi.id
Dialektika

Kasus Cuitan SARA Wajib Ditindak Bareskim Secepat Layanan PIZZA

Strategi.id - Kasus Cuitan SARA Wajib Ditindak Bareskim Secepat Layanan PIZZA

Strategi.id – Kasus kekerasan melalui Media Sosial khususnya yang baru baru ini seperti kasus Ambrosius Nababan dan Abu Janda sepertinya tak habis habisnya untuk dikaji, muncul pertanyaan apakah media sosial melakukan kekerasan, jawabannya Iya, kekerasan tidak selalu berbentuk fisik atau menimbulkan berupa lumuran darah atau kematian.

Kekerasan bisa pula berupa Trauma, ketakutan, hingga hilangnya hak hak individu untuk hidup bebas dan itulah yang disebut pembunuhan karakter.

Baru baru ini muncul cuitan bernada sara yang dilontarkan oleh Ambroncius Nababan. Kader Partai Hanura terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dan telah ditangani oleh Polisi.

Tak lama berselang kembali Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai pun mendapat ujaran bernada Sara kembali oleh Abu Janda alias Permadi Arya, Abu Janda dilaporkan karena diduga menghina Natalius Pigai dengan pernyataannya yang mengandung rasis melalui akun Twitter bernama Permadi Arya @permadiaktivis1 oleh Ketua Bidang Hukum DPP KNPI, Medi Rischa Lubis.

Laporan tersebut tercatat dalam surat tanda terima laporan Nomor: STTL/30/I/2021/ Bareskrim tertanggal 28 Januari 2021.

Dan ini cukup miris bila dilihat, seorang mantan Komisioner Komnas HAM justru mendapat hujatan 2 kali yang sangat kental dengan nada pelanggaran HAM.

Mengapa hal ini bisa terjadi, meskipun tidak ada pembiaran karena Polisi mampu merespon dengan cepat sepertinya inilah ujian pertama bagi Ka Polri yang baru Jendral Polisi Sigit Sulistyo.

Mengapa hal itu dianggap Ujian, Peraturan Hukum Siber, sepertinya tidak cukup untuk menjerat para pelanggar hukum tersebut, terutama yang melakukan kejahatan dimedia sosial. Melainkan tindakan nyata, apalagi Kapolri Jendral (pol) Sigit Listyo berjanji Layanan secepat Pizza, yang diartikannya bahwa Polri bisa merespon cepat setiap adanya aduan dari masyarakat terutama mengenai keamanan dan ketertiban umum.

Kecepatan Bareskrim Polri memanggil Permadi Arya alias Abu Janda pada Senin (01/02/21). Pemanggilan Abu Janda didasari laporan Medya Rischa terkait dugaan ujaran SARA, juga penistaan agama karena Abu Janda sempat berujar “Islam arogan”.

Ini memberikan catatan kepada masyarakat bahwa kasus seperti Kasus bernada SARA yang dilakukan oleh Abu Janda tidak akan memakan proses lama, tetapi cepat seperti layanan Pizza sehingga Rasa keadilan di Masyarakat seperti janji beliau yang keempat menjadi Matra ( artinya : Mantab Terasa) bagi masyarakat.

Sehingga program 100 Hari Kapolri yang sudah mulai dicermati oleh masyarakat akan semakin terasa.

Bila mengutip pemikiran Rule of Law yang disampaikan Jend. Pol Listyo Sigit Prabowo dalam konsespsi Presisi merupakan konsep tentang common law dimana segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kelembagaannya menjunjung tinggi supremasi hukum yang dibangun diatas prinsip keadilan dan egalitarian. Rule of Law adalah rule by the law dan bukan rule by the man.

Penulis Oleh: Dr Bayquni, (Pengamat Komunikasi Pemerintahan).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top