Kasus Korupsi Menurunkan Elektabilitas Partai Golkar – strategi.id
Nusantara

Kasus Korupsi Menurunkan Elektabilitas Partai Golkar

Potensi Swing Voters Dalam Pemilu 2019

strategi.id -Dalam hasi survey yang di rilis LSI Denny JA, Partai Golkar Berpotensi turun dari peringkat dua besar untuk pertama kalinya. dalam data yang tim strategi.id himpun, Swing voters masih memegang persentase tertinggi sebesar 25,2%. Di susul dengan PDIP dengan persentase 24,8%, Partai GERINDRA 13,1%, dan partai GOLKAR sebesar 11,3%.

Perlu di ketahui, apabila merujuk data elektabilitas partai GOLKAR saat ini, inilah pertama kalinya partai GOLKAR tidak masuk dalam peringkat 2 (dua) besar untuk pertama kalinya dalam pemilu legislatif.

Pada pemilu 1999, GOLKAR saat itu meraup suara sebesar 22,4% bersaing dengan PDIP di angka 33,7%. pada Pemilu Legislatif 2004, GOLKAR unggul di peringkat pertama dengan perolehan suara sebesar 21,6%, pada Pemilu Legislatif 2009 GOLKAR berada di peringkat kedua dengan perolehan suara sebesar 14,5 %, dan terakhir GOLKAR meraup 14,8% dan menjadi runner up pada pemilu legislatif 2014.

Salah satu faktornya adalah partai GOLKAR tidak memiliki capres dan cawapres yang berasal dari kadernya, sedangkan pilpres dan pileg serentak akan dinikmati hasilnya oleh partai utama yang memiliki capres dan cawapres. dalam hal ini adalah Jokowi yang terasosiasi dengan PDIP, dan Prabowo Subianto yang Terasosiasi dengan GERINDRA.

Selain hal di atas, warisan kasus korupsi e-ktp yang dilakukan Setya Novanto dan kasus korupsi baru mempunyai efek elektoral negatif yang menguntungkan.

Namun menurut LSI Denny JA GOLKAR masih punya kans untuk dapat kembali masuk dalam dua rangking dua besar mengingat jumlah swing voters yang mencapai angka sebanyak 25,2%

LSI Denny JA berpandangan bahwa partai beringin kuning membutuhkan gebrakan luar biasa dan perubahan untuk menciptakan efek elektoral positif.

Pengumpulan data survey yang di lakukan oleh LSI Denny JA, di lakukan dengan total responden sebanyak 1200 orang, yang di lakukan pada 12 sampai 19 Agustus, dengan metodologi wawancara tatap muka dan penyebaran kuisioner, dengan perkiraan marjin error sebesar 2.9%.

Menjelang pemilu 2019, sejumlah lembaga survey menyelenggarakan jajak pendapat dalam rangka melihat tingkat elektabilitas masing-masing partai peserta. salah satu lembaga survey yang sudah merilis data survey-nya adalah Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI Denny JA).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top