Kedeputian Jianri BPIP Gelar Webinar Bahas Aktualisasi Pancasila dalam Pendidikan Hadapi New Normal – strategi.id
Nusantara

Kedeputian Jianri BPIP Gelar Webinar Bahas Aktualisasi Pancasila dalam Pendidikan Hadapi New Normal

Strategi.id - Kedeputian Jianri BPIP Gelar Webinar Bahas Aktualisasi Pancasila dalam Pendidikan Hadapi New Normal

Strategi.id – Kedeputian Pengkajidan dan Materi (Jianri) BPIP menggelar webinar dengan tema “Aktualisasi Pancasila dalam Pendidikan Menghadapi Era New Normal”, diselengarakan pada Selasa (09/06/20) secara viritual melalui aplikasi zoom.

Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP, Jendral (Purn.) Try Sutrisno ikut hadir dalam kegiatan webinar itu, dan bertindak sebagai keynote speaker. Sejumlah narasumber turut dihadirkan dalam kegiatan webinar yang secara khusus membahas aktualisasi Pancasila dalam dunia pendidikan di tengah era new normal.

Narasumber itu antara lain: Wakil Kepala BPIP, Prof. Hariyono; Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Kehidupan Bernegara (LPPKB), Soeprapto; Pemimpin Umum Majalah Prisma, Daniel Dhakidae; Peneliti Sosiologi Pendidikan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Anggi Afriansyah.

Deputi Bidang Jianri, Prof. FX Adji Samekto menyampaikan tujuan dan maksud dari digelarnya webinar Aktualisasi Pancasila dalam Pendidikan Menghadapi Era New Normal ini.

Menurutnya, “webinar semaca mini perlu dilakukan, karena merupakan upaya untuk mendiskusikan salah satu sasaran pembangunan nasional yang merupakan perwujudan dari Pancasila”.

Terkait dengan pandemi Covid-19, Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Diponogoro itu mengutarakan banyaknya perubahan-perubahan dalam tatanan sosial masyarakat dan regulasi.

“Semua terjadi karena bencana ini (pandemi Covid-19), yang mana belum ada negara yang memiliki pengalaman akan hal ini. Suasana yang berubah seperti ini, aturan pun harus mengikuti”, jelas Adji.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP menyampaikan dalam keynote speech-nya, bahwa “webinar Aktualisasi Pancasila dalam Pendidikan Menghadapi Era New Normal pagi ini memiliki relevansi yang strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”.

Dia berharap, melalui webinar ini kita mampu melihat, mengkaji dan merenungkan penanganan Covid-19, khususnya dalam kaitan dengan nilai-nilai Pancasila dalam dunia pendidikan.

Memasuki sesi paparan materi, para narasumber menugtarakan isi pikran dan gagasannya terkait aktualisasi Pancasila dalam pendidikan, menghadapi era new normal.

Wakil Ketua BPIP mengutarakan pentingnya memperhatikan istilah-istilah yang digunakan selama Covid-19 ini. Jika memang dimungkinkan, istilah-istilah itu bisa dialih bahasakan dari asing ke Bahasa Indonesia yang lebih dipahami oleh masyarakat.

Menurutnya, salah satu yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan aktualisasi Pancasila dalam pendidikan adalah membangun karakter bangsa/nation caracter building. Salah satu yang menjadi karakter dari sebuah bangsa adalah bahasanya.

Dirinya menambahkan, “proses penyadaran menjadi penting dalam aktualisasi nilai Pancasila. Pikiran akan menjadi tindakan, tindakan akan menjadi kebisaaan, kebisaaan menjadi karakter dan terus berlangsung”.

Pemapar kedua, Soeprapto mengatakan perlunya diciptakan suatu standardisasi materi dan metode, yang bertujuan untuk melakukan aktualisasi Pancasila dalam pendidikan. Baik itu dalam kondisi umum, maupun di tengah pandemi Covid-19 ini. Standard itulah yang nantinya akan menjadi acuan untuk mengaktualisasikan Pancasila dalam pendidikan.

Sementara, dengan nada tegas Daniel Dhakidae mengatakan, “mata pelajaran Pancasila itu merupakan mata pelajaran yang membosankan dan tidak menarik”.

Oleh karena itu Pemimpin Umum Majalah Prisma itu mengungkapkan perlunya menggunakan metode atau cara yang menarik agar pendidikan Pancasila diminati utamanya oleh para siswa dan mahasiswa.

Lebih lanjut Daniel mengatakan, “da tantangan baru yang merangsang pendidikan Pancasila seperti apa. Harus mampu membalikkan semua yang berhubungan dengan science dan teknologi”.

Menurutnya, 2020 menjadi semacam tanda. Istilah setelah/after dan before/sebelum 2020 akan menjadi semacam pertanda zaman, dimulainya dan berakhirnya sebuah tatanan dunia. Termasuk, kaitannya dalam dunia pendidikan yang ditimbulkan akibat Covid-19.

Senada dengan itu, pemapar terakhir Anggi mengatakan, pandemi Covid-19 mengubah institusi pendidikan. Pola interaksi dalam pendidikan mengalami banyak perubahan, pemanfaatan IT dalam sekala yang lebih besar digunakan dalam bentuk webinar/klas viritual.

Oleh karena itu, menurutnya, “Pendidikan di era normal baru harus mengikis marjinalisasi, membangun daya kritis dan kreativitas”. Dukungan terhadap akses IT perlu diberikan kepada daerah-daerah yang mungkin masih mengalami kesulitan akan akses internet.

Webinar yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu ditutup dengan sesi diskusi dan kesimpulan yang diutarakan oleh Direktur Standardisasi Materi dan Metode Formal, Informal dan Nonformal BPIP, Toto Purbiyanto yang bertindak sebagai moderator.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top