Kejaksaan Komitmen Berantas Korupsi yang Kian Masif – strategi.id
Nusantara

Kejaksaan Komitmen Berantas Korupsi yang Kian Masif

Strategi.id- Jaksa Agung Imbau PJI Sukseskan Pemilu 2019

Strategi.id – Jaksa Agung HM Prasetyo berkomitmen jajaran Kejaksaan memberantas praktik korupsi yang kian masif. Operasi penangkapan yang dilakukan tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari terhadap Sekretaris Dinas Pendidikan Pemprov Sulawesi Tenggara adalah bukti semakin masifnya tindak pidana korupsi hingga ke daerah.

Ditemui di sela kegiatan Rakernas Kejaksaan RI 2018, Kamis (29/11/2018), Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku telah menginstruksikan jajarannya agar tidak segan memproses para pihak yang terbukti melanggar hukum.

Baca: Jaksa Agung Ultimatum Jajarannya Tidak Terlibat Suap

Meski begitu, Jaksa Agung mengungkapkan bahwa Korps Adhyaksa kini lebih menekankan pada pendekatan preventif atau pencegahan ketimbang aspek represif (penindakan) dalam pemberantasan korupsi.

Pencegahan dinilai lebih baik karena maraknya kasus korupsi dengan operasi penangkapan justru tidak menimbulkan efek jera.

“Kita menekankan pada fungsi pencegahan. Namun ketika ditemukan adanya bukti cukup dan ditemukan fakta tidak terbantahkan, ya enggak boleh juga untuk didiamkan. Harus dilakukan penindakan,” kata Prasetyo.

Baca: Jaksa Agung: Tidak Ada Konspirasi di Kasus Buni Yani

Beberapa tahun terakhir, Kejaksaan sudah membuat program penegakan hukum preventif dengan membentuk tim pengawal dan pengaman pemerintahan dan pembangunan (TP4) serta tim pengawal dan pengaman pemerintahan dan pembangunan daerah (TP4D). Tim itu dapat membantu pemerintah pusat dan daerah yang membutuhkan pengawalan kegiatan agar nantinya tidak terjadi penyimpangan.

Beberapa kegiatan TP4 dan TP4D ialah penerangan hukum, penyuluhan hukum dan pendampingan bagi pelaksanaan pembangunan proyek strategis pada semua tahapan, perencanaan, pelaksanaan pekerjaan hingga penyerahan dan pemanfaatan hasilnya. Tujuannya agar semua kegiatan dapat terselenggara tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya, dan tepat sasaran.

Rabu (28/11/2018) malam, Tim penyidik Kejari Kendari menangkap Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sultra Lasidale di sebuah hotel di Kendari. Dalam operasi itu petugas juga menyita barang bukti uang tunai Rp450 juta. Diduga uang itu merupakan fee 10 persen dari bantuan dana alokasi khusus (DAK) untuk kegiatan pendidikan SMK dan SMA se-Sultra.

“Bantuan DAK itu digunakan untuk kegiatan siswa, seperti praktikum, laboratorium, rumah dinas,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Dr Mukri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top