Kejaksaan Tangkap Buronan Korupsi Rp 119 Miliar – strategi.id
Nusantara

Kejaksaan Tangkap Buronan Korupsi Rp 119 Miliar

Strategi.id- Terpidana Sugiarto Wiharjo alias Alay (memakai topi) diperiksa oleh tim dokter setelah ditangkap di Novotel Tanjung Benoa,Bali. Alay yang telah buron selama lebih dari empat tahun adalah terpidana kasus korupsu Rp 199 miliar

Strategi.id – Tim gabungan dari Pidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Intelijen Kejagung, Kejati Bali, dan tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap buronan kasus dugaan korupsi senilai Rp 119 miliar di Bali, Rabu (6/2/2019).

Sugiarto Wiharjo alias Alay adalah buronan kasus korupsi asal Kejati Lampung. Buronan selama lebih dari empat tahun ini ditangkap saat berada di Novotel Tanjung Benoa, Bali.

Baca Juga : 8 Februari Citilink Terapkan Bagasi Berbayar

Penangkapan Alay yang juga bagian dari program Tangkap Buronan (Tabur) 3.1.1 ini adalah penangkapan buronan ke-10 di 2019 ini.

Alay merupakan terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi bersama-sama dengan terpidana mantan Satono bin Darmo Susiswo. Hingga kini, Satono yang juga mantan Bupati Lampung Timur masih buron.

“Saya ingatkan untuk semua buronan, tidak ada tempat sunyi yang aman bagi mereka. Karena kami pasti akan memburu para buronan ini,” kata Jampidsus Adi Toegarisman saat dicegat wartawan di Gedung Bundar Kejagung, Rabu malam.

Jampidsus melanjutkan, selain menangkap Alay, Kejagung juga sudah menyita aset milik Alay.

Kapuspenkum Kejagung Dr Mukri menambahkan, Alay dan Satono bermufakat memindahkan uang kas daerah Pemkab Lampung Timur ke PT BPR Tripanca Setiadana sebesar Rp 108.861.624.800.

“Selanjutnya, Alay selaku Komisaris Utama BPR Tripanca Setiadana memberikan bunga tambahan kepada Satono sebesar 10.586.575.000,” imbuh Kapuspenkum.

Baca Juga : Kejaksaan Komitmen Berantas Korupsi yang Kian Masif

Dari perbuatan kedua terpidana ini, negara dirugikan Rp 119.448.199.800,00.

Berdasarkan Putusan Mahlamah Agung Nomor 510/K/PID.SUS/2014 tertanggal 21 Mei 2014, Alay telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 18 tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Dia juga berkewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 106.861.624.800.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top