Kejaksaan Tunda Eksekusi Baiq Nuril – strategi.id
Nusantara

Kejaksaan Tunda Eksekusi Baiq Nuril

Strategi.id-Kapuspenkum Kejagung
Strategi.id- Kejaksaan Tunda Eksekusi Baiq Nuril

Strategi.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan bahwa Baiq Nuril bukanlah terdakwa dalam kasus pelecehan seksual. Meski demikian, Kejagung menunda eksekusi terhadap Nuril yang divonis enam bulan penjara setelah menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat.

Baiq Nuril divonis 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta lantaran dianggap melanggar Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sebab, Nuril menyebarkan percakapan asusila Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram.

Baca Juga : Kejagung Sudah Periksa 7 Saksi dari Sinar Meadow

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Dr Mukri, meluruskan persepsi yang berkembang di media bahwa Baiq Nuril merupakan korban pelecehan seksual namun malah divonis penjara.

Baiq Nuril, kata Kapuspenkum, telah melakukan suatu tindak pidana melakukan suatu pendistribusian atau mentrasmisikan membuat dapat diaksesnya suatu berita elektronik yang berkaitan dengan keasusilaan. “Atas dasar tersebut maka yang besangkutan di sidangkan di Pengadilan Negeri Mataram. Namun yang bersangkutan diputus bebas murni,” kata Mukri.

Berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) di Kejaksaan, maka jaksa penuntut umum (JPU) berkewajiban untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Dalam putusan kasasi MA, Nuril  dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 ayat 1 UU ITE. Majelis hakim kasasi MA menghukum Baiq Nuril enam bulan penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Baca Juga : Kantor Tommy Soeharto Granadi Disita Oleh Negara

Terhadap putusan ini, kata Mukri, maka secara normatif jaksa berwenang untuk melakukan eksekusi sebagaimana diatur dalam KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana).

Tetapi mengingat aspirasi yang berkembang di masyarakakat, maka Kejaksaan memutuskan untuk menunda pelaksanaan eksekusi.
“Secara kebetulan pada hari ini (Senin, 19/11/18) kita juga terima surat permohonan penangguhan eksekusi dari tim penasehat hukum terdakwa,” ujar Kapuspenkum.

Baiq Nuril adalah seorang staf tata usaha (TU) di SMAN 7 Mataram.

Baca Juga : Kejagung Mulai Bidik Tersangka Korupsi Kredit di Bank BTN

Kasus ini bermula saat Baiq Nuril bertugas di SMAN 7 Mataram kerap mendapatkan perlakuan pelecehan dari Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram, Muslim.

Muslim sering menghubunginya dan meminta Nuril mendengarkan pengalamannya berhubungan seksual dengan wanita lain yang bukan istrinya sendiri.

Baiq Nuril yang merasa tidak nyaman dan demi membuktikan tidak terlibat hubungan gelap, dia merekam pembicaraan tersebut. Atas dasar perekaman oleh Baiq Nuril, Muslim melaporkannya kepada penegak hukum.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top