Kekuasaan Presiden dan Kekuatan Kepolisian yang di perhitungkan – strategi.id
Dialektika

Kekuasaan Presiden dan Kekuatan Kepolisian yang di perhitungkan

Kekuasaan Presiden dan Kekuatan Kepolisian yang di perhitungkan
Andhika Prasetia/detik.com/is

Strategi.id – Beberapa waktu yang lalu Presiden Jokowi bertemu dengan Ketua PDI-P Megawati Soekarno Putri.  Salah satu agendanya adalah membahas Cawapres pendamping jokowi, menurut beberapa media massa, Megawati Soekarno Putri menyampaikan bahwa agar Presiden Jokowi untuk memilih Calon Wakil Presiden, harus menggunakan hati nurani.

Ini sangat menarik untuk dibahas, karena pesan untuk menggunakan hati nurani tentulah bukan tanpa dasar, seseorang melakukan permenungan-permenungan tentulah akan didasari oleh Frame of Reference dan Frame of experience yang dimiliki, apalagi permenungan itu dilakukan oleh seorang presiden tentu akan banyak faktor yang mendasarinya.

Salah satu faktor yang mendasarinya tentu sangat berkaitan dengan kekuasaanya, dan kekuasaan Presiden itu sangat lah besar.

Berikut kekuasaan presiden menurut UUD 1945:

1. Presiden menurut pasal 5 ayat 2 UUD 1945 mempunyai kekuasaan membentuk Peraturan Pemerintah (PP) untuk menjalankan undang-undang (pouvoir reglementair), disini Presiden dapat melakukan reintepretasi atas undang undang yang dibuat sesuai dengan kebutuhan seorang Presiden dalam bentuk PP dan itu berkekuatan hukum tetap, sebagai penegasan kembali bahwa UU (Undang Undang)tidak akan bisa dijalankan/dilaksanakan bila tidak dikeluarkan PP, dan Presiden tidak akan mengeluarkan PP bila Presiden menganggap UU itu akan mengurangi atau mengganggu kekuasaanya.

2. Pasal 10 UUD 1945 yang menyatakan Presiden memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Disini penulis bertanya dimana kekuasaan kepolisian Republik Indonesia, dengan bunyi pasal demikian dapat ditafsirkan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia memiliki kekuasaan tersendiri.

Hal ini dipertegas dalam Pasal 30 UUD 1945 ayat 4 yang menyatakan “Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat serta menegakkan hukum.” Dapat di tafsirkan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia lah yang sangat dekat dengan Rakyat dibanding angkatan yang lain.

3. Kekuasaan yang sangat besar ketiga adalah bahwa presiden juga mempunyai kekuasaan dalam bidang yudikatif (pasal 14) yaitu memberikan Grasi, Amnesti, Abolisi dan Rehabilitasi.

Jika Mahkamah Agung sebagai pengadilan tertinggi sudah menetapkan putusnnya dalam perkara pidana yang merupakan ketetapan hukum tetap, presiden masih dapat mengubah putusan Mahkamah Agung tersebut dengan wewenang yang diberikan UUD (Pasal 14), karena Presiden hanya cukup memperhatikan pertimbangan dari Mahkamah Agung baik berupa pemberian Grasi dan Rehabilitasi.

Begitu pula pemberian Amnesti dan Abolisi Presiden hanya cukup memperhatikan pertimbangan dari DPR, dan itu berarti bisa dilaksanakan bisa tidak.

Mencermati tiga poin kekuasaan Presiden yang sangat besar ini dapat dipastikan bahwa akan terjadi benturan yang sangat keras pada Pendaftaran nama Calon Presiden dan Wakil Presiden di bulan Agustus nanti mengingat tujuan akhir dari politik adalah kekuasaan .

Pertimbangan lainnya yang sangat jelas dan mendasar adalah mengapa kekuatan Kepolisian Nagara Republik Indonesia sangat diperhitungkan oleh calon Presiden, karena kekuatan kepolisian lah yang memiliki kekuatan berdiametrial terhadap negara sebagi alat negara.

Kekuatan Kepolisian lah yang memungkinkan memiliki kedekatan dengan rakyat karena menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Lalu apakah kekuatan yang lain tidak diperhitungkan, kembali pada pasal 10 UUD 1945, bahwa Presiden memiliki kekuasaan tertinggi atas angkatan Laut, Udara dan Darat.

Untuk itu maka sebagai rakyat yang perduli atas nasib bangsa dan sebagai pemegang kedaulatan tertinggi kepada Rakyat Indonesia jangan lewatkan penetapan daftar Nama Calon Presiden dan Wakil Presiden, bulan agustus 2018.

Salah memilih Presiden akan hancur lah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top