Kenali Faktor Resiko karena Struk yang di Alami Bobby Tumewu – strategi.id
Nusantara

Kenali Faktor Resiko karena Struk yang di Alami Bobby Tumewu

Strategi.id - Kenali Faktor Resiko karena Struk yang di Alami Bobby Tumewu
Strategi.id - Kenali Faktor Resiko karena Struk yang di Alami Bobby Tumewu

Strategi.id – Kabar duka datang dari industri entertaiment tanah air. Aktor senior Robby Tumewu meninggal dunia. Sebelumnya, Robby Tumewu sempat terserang stroke dua kali sejak tahun 2010 dan 2013 yang membuatnya harus dirawat intensif di rumah sakit.

“Dibandingkan dulu, kondisinya lebih parah. Karena pendarahan yang sudah menyebar ke bagian otak kanan, sebelumnya otak kiri,” terang salah seorang kerabat Robby, Hengky Tandayu pada 2013, dikutip dari detikHot.

Stroke masuk dalam salah satu penyakit dengan penyebab kematian paling tinggi di Indonesia. Prevalensi stroke dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 pun mengalami peningkatan yakni sebesar 10,9 permil dibandingkan tahun 2013 dengan pervalensi 7 permil.

baca juga : Pemerintah Kaji Opsi Penyelesaian Defisit BPJS Kesehatan

Penyakit ini terjadi ketika pembuluh darah ke otak mengalami penyumbatan atau pecah sehingga aliran darah menjadi terhambat. Jika hal ini terjadi maka oksigen tidak akan mengalir ke otak yang menyebabkan sel-sel otak mati dalam beberapa menit.

Beberapa waktu lalu, Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), dr Mursyid Bustami, SpS (K), KIC menjelaskan ada faktor-faktor penyebab stroke yang tidak bisa dihindari. Yakni usia (makin lanjut usia makin besar risiko), ras kulit hitam, genetik (bukan diturunkan, namun jika ada riwayat keluarga maka risiko juga semakin besar).

Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat pun berpengaruh pada risiko terkena stroke seperti kebiasaan merokok, obesitas, kurang olahraga, serta pola makan yang tidak sehat.

baca juga : Ini Alasan Madu Baik Untuk Menjaga Kesehatan Rambut

“Sekarang banyak orang yang nggak sadar bahwa dia banyak merokok bakal stroke, dia banyak makan makanan berlemak, darah tinggi, gula darahnya nggak terkontrol,” pungkas dr Mursyid.

Cara mendeteksi seseorang terserang stroke bisa menggunakan metode SEGERA KE RS sebagai deteksi dini. Yakni metode Senyum, Gerak, Bicara, Kebas, Rabun, Sakit Kepala (atau tidak Sadar) dan tentu menyegerakan ke rumah sakit apabila melihat tanda-tanda tersebut.


Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top