Kisah Cinta Ani Yudhoyono dan SBY, Begini Awalnya - strategi.id
Nusantara

Kisah Cinta Ani Yudhoyono dan SBY, Begini Awalnya

Strategi.id – Keromantisan Ani Yudhoyono dan Susilo Bambang Yudhoyono tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, masyarakat semakin terpesona dengan kesetiaan Presiden ke-6 RI ini saat sang istri divonis menderita kanker.

Susilo Bambang Yudhoyono yang karib disapa SBY, selalu berada di samping Ani Yudhoyono, yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit National University of Singapore.

Momen kebersamaan mereka sering dibagikan oleh anak dan menantunya, juga oleh Ani Yudhoyono sendiri di media sosial.

Lalu bagaimanakah perjalanan asmara mereka? Berikut ini kisah cinta antara Ani dan SBY yang dirangkum IDN Times dari buku biografi Ani Yudhoyono berjudul “Kepak Sayap Putri Prajurit (2010)” yang ditulis Alberthiene Endah.

Sebagai putri Gubernur AKABRI, Kristiani Herrawati yang dipanggil Ani, sering mengikuti acara-acara resmi. Saat itu awal 1973, libur kuliah tiba, Ani mengikuti acara peresmian barak taruna di Magelang, dia kagum dengan sosok laki-laki yang gagah dan bertubuh jangkung.

Esoknya, pemuda tersebut datang ke rumah Ani. Pertemuan tersebut membuat Ani terpana, jarak yang dekat membuat Ani bisa menganalisis wajahnya yang tampan. Saat itulah, mereka berkenalan.

1.Hati Ani bergetar saat jatuh cinta pada pandangan pertama kepada SBY

“Dia memiliki tubuh atletis, langsing, sorot matanya juga teduh. Sikapnya tenang, tutur katanya sopan, teratur, dan terkonsep. Sosok taruna itu sangat menarik, saat itu terasa getaran hatiku,” ungkap Ani.

Pertemuan tersebut membuat Ani grogi. Dia mengintip pertemuan ayahnya dengan SBY. Diam-diam, Ani mengagumi sosok SBY.

2.Ungkapan cinta itu datang

Keesokan hari, SBY kembali bertandang ke rumah dinas. Kali ini, Ani bisa berbincang cukup lama dengan SBY. Saat Ani kembali ke Jakarta, seluruh hatinya telah tertinggal di Magelang bersama SBY.

“Tidak bisa dipungkiri, aku dan SBY jatuh cinta pada pandangan pertama. Tidak tahu siapa yang dulu suka, yang pasti sejak pertemuan di Magelang, surat-surat SBY mengalir deras, di antaranya dia menyatakan cinta,” terang Ani.

3.Ani selalu menunggu surat cinta dari SBY

Sejak mengungkapkan cinta, Ani dan SBY rajin berkirim surat. Tiap mendengar suara tukang pos, Ani berlari secepat kilat mengambil surat. Menurutnya, surat-surat SBY selalu membuat Ani melayang.

“Melalui surat kami saling mencurahkan hati, saling menceritakan kondisi dan latar belakang kami,” tuturnya.

4.Jeng Ani, panggilan sayang dari SBY

Menurut Ani, SBY bukan pemuda yang suka menghamburkan kata-kata cinta, tetapi laki-laki yang menyukai ungkapan simbol penuh makna. SBY sering mengungkapkan dalam bentuk puisi.

Salah satu puisi yang paling membuat Ani berkesan yakni berjudul Flamboyan. Puisi tersebut berisi perasaan prajurit yang tersentuh bunga Flamboyan yang tumbuh di kampus.

“Yang membuatku berkesan, SBY memanggilku dengan sebutan Jeng Ani. Buatku itu panggilan yang mesra dan indah. Aku sangat menikmati panggilan sayang itu,” ungkap Ani.

Nampaknya, sang ayah menangkap getaran keseriusan antara Ani dan SBY. Dia secara terang-terangan merestui hubungan mereka.

5.SBY melamar Ani diam-diam

Tahun 1974, ayah Ani Letnan Jenderal (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo ditugaskan menjadi duta besar di Korea Selatan. Saat itu, hati Ani bergemuruh karena harus berpisah dengan pujaan hatinya, SBY.

Ayah Ani menangkap kegelisahan putrinya, dia menyarankan agar Ani bertunangan dengan SBY sebelum terbang ke Seoul.

“Ternyata tanpa sepengetahuan aku, saat SBY diwisuda menjadi perwira terbaik AKABRI 1973, orangtua SBY sudah melamar, sungguh aku terharu,” katanya.

Perpisahan dengan SBY sempat membuat Ani menangis. Antara sedih harus berpisah dan terharu karena akhirnya dipersatukan lewat tunangan.

6.SBY siap menikahi Ani

Selama 1,5 tahun berpisah dengan SBY, membuat Ani rindu dan ragu. Kerinduan yang hebat membuat Ani menangis, dia takut jarak dan waktu akan membuat perasaan SBY berubah.

Keraguan Ani terjawab saat sepucuk surat SBY dikirimkan khusus untuk Papi.

“Sore itu, tanpa sengaja aku melihat Papi menangis sambil membaca surat. Papi pun memergoki aku dan menerangkan bahwa surat tersebut dari SBY. Dalam surat tersebut, SBY mengabarkan bahwa dia sudah punya penghasilan cukup dan siap menikahiku,” papar Ani.

7.Pernikahan tiga pasang pengantin

Sesuatu yang mengejutkan terjadi di bulan Juli 1975, ternyata tidak hanya Ani yang menikah, namun orangtua ingin menikahkan ketiga putrinya sekaligus yaitu Wrahasti Cendrawasih (Titiek) dan Mastuti Rahayu (Tuti).

Namun, pernikahan tiga anak sekaligus membuat keluarga besar Ani kuatir, sebab hanya Sultan saja yang berani menikahkan tiga anak sekaligus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top