Kisruh Dugaan Pelanggaran Keterlibatan ASN Pemilu 2019 di Tapanuli Tengah - strategi.id
Nusantara

Kisruh Dugaan Pelanggaran Keterlibatan ASN Pemilu 2019 di Tapanuli Tengah

Polisi Usut Pembakaran Surat Suara oleh KKB di Nduga Papua

Strategi.id- Organisasi Gabungan Lintas Partai Tapanuli Tengah melaporkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat ke Bawaslu RI. Para ASN itu diduga terlibat kecurangan secara masif dan terstruktur dalam Pemilu 2019. 

“Kita dari lintas partai, saya mewakili sebagai masyarakat dan salah satu perwakilan Partai Golkar, menyampaikan bahwa hari ini yang kita laporkan adalah terkait pelanggaran pemilu di Kabupaten Tapanuli Tengah, yang dilakukan oleh camat, kades, lurah, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Kita duga ini kecurangan masif dan terstruktur,” ujar Eduard Berman Hutagalung perwakilan organisasi dari Partai Golkar

Baca Juga : TKN Jokowi Terima 25 Ribu Aduan Dugaan Kecurangan Pemilu

Edu panggilan akrabnya yang juga merupakan caleg DPRD Provinsi Sumut Dapil 9 dari Partai Golkar menduga “bahwa ada permainan penguasa yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah, termasuk dari pimpinan Tapanuli Tengah sesuai keterangan yang diterima dlewat pesan singkat Senin (29/4/19).

Edu juga menduga Bupati yang merupakan Ketua Nasdem Tapanuli Tengah melakukan intimidasi kepada masyarakat untuk memilih caleg dari partainya. Dikatakan, ancaman yang diberikan berupa pencabutan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat.

“Mereka semua mengintimidasi masyarakat untuk memilih partai yang diketuai Bupati dari Partai Nasdem. Kemudian, memanfaatkan PKH, apabila masyarakat tidak memilih caleg-caleg ataupun yang diusung oleh partainya sendiri (Nasdem),” tegas Edu.

Perwakilan Mahasiswa dan Masyarakat Tapteng diterima Bawaslu Sumut

Aksi Gerakan Masyarakat Peduli Pemilu pun dilakukukan di Bawaslu Prov Sumatera Utara pada hari senin 29 April 2019.

Tuntutan dari aksi ini adalah Usut tuntas Aktor kecurangan Pesta Demokrasi yang terjadi di Tapanuli Tengah yang meliputi Bupati Tapanuli tengah dan ASN yang terkait,Menindaklanjuti penyelenggara Bawaslu Tapanuli tengah yang tidak Netral dalam pemilu 2019 diTapanuli tengah,Serta harus dilaksanakan PSU (Pemungutan Suara Ulang) disemua kecamatan yang ada ditapanuli Tengah

Baca Juga : Bawaslu Curhat Soal Hoaks Pemilu 2019

Berikut Press Rillis yang diterima rekan media strategi.id HANCURNYA DEMOKRASI DI TAPANULI TENGAH.

Pemilu 17 April telah berlalu, adalah Rabu kelabu bagi perjalanan Demokrasi di Tapanuli Tengah, Rakyat Tapanuli Tengah pun marah dan bangkit melawan karena malu dengan banyaknya aksi kecurangan dengan terbuka, tanpa ada rasa takut lagi dan seolah-olah negeri ini adalah negeri barbar milik mereka-mereka Penjahat Demokrasi, Sepertinya Tapanuli Tengah hari ini berdiri tanpa ada Hukum dan aturan yang berlaku.

Dengan banyaknya bukti-bukti kecurangan yang beredar, viral dan pemberitaan media-media Nasional yang sudah memberikan perhatian serius, maka hampir dipastikan bahwa Penyelenggara Pemilu di Tapanuli Tengah mandul dan memberi persenden negatif bahwa penyelengara telah disetir oleh orang yang merasa kebal hukum dan terindikasi telah bermain mata dengan pelaku-pelaku kejahatan demokrasi di Tapanuli Tengah ini.

Rakyat hari ini mencatat bahwa terkhusus 3 Komisioner BAWASLU TAPANULI TENGAH telah kita cap sebagai pelaku ‘PENGHIANAT DEMOKRASI’ di Tapanuli Tengah, Mereka-mereka ini perlu dimintai pertanggungjawabanya dan bila perlu dipecat secara tidak hormat karena telah gagal dan lalai atas Tugas, Fungsi dan Tanggungjawab mereka sebagai penjaga martabatnya sebuah Demokrasi yang terjadi, hasil Pemilu Tapteng adalah proses Pemilu terburuk, parah dan sangat kurang ajar se-Indonesia.

Maka atas kemunduran dan kebobrokan Demokrasi Tapanuli Tengah hari ini sudah selayaknya kita menggugat, bahkan jika perlu apabila mereka-mereka ini merasa kebal hukum, maka Rakyat dan Mahasiswa hari ini telah siap melakukan persidangan jalanan untuk menggugat hasil kerja mereka yang sudah diluar batas rasio berpikir.

Pemilu Tapanuli Tengah hari ini bukan lagi
perwujudan ‘kedaulatan’ ditangan rakyat dengan memberikan hak suaranya, bukan menjamin hak-hak sipilnya sebagai Warga Negara, Pemilu hari ini bukan lagi atas azas langsung, umum, bebas, Rahasia, jujur, dan adil.

Tetapi Intimidasi kepada Rakyat, Penakut- oleh Para Diktator, persengkongkolan antar pihak penyelenggara telah membawa Rakyat Tapanuli Tengah semakin jatuh dan dibodoh-bodohi.

Maka Terkait dengan hancurnya Pemilu di Tapanuli Tengah yang merupakan wujud nyata dari transisi nasional yang wajib dilaksanakan secara bersih, bebas, demokratis, jauh dari rasa penakut-nakutan, Kecurangan, Pengkondisian, Kesewenang-wenangan, intervensi dan intimidatif.

Dengan ini kami MENOLAK SEGALA HASIL PEMILU DI TAPANULI TENGAH dan SEGERA TANGKAP AKTOR INTELEKTUAL YANG DIDUGA KUAT DIMOTORI OLEH SEORANG BUPATI ‘BAKHTIAR AHMAD SIBARANI’

Berkaitan dengan tanggung jawab moral hancurnya Demokrasi di Tapanuli Tengah hari ini, juga terhadap masa depan bangsa dan negara Indonesia dan Tapanuli Tengah agar lebih baik. Maka Pemilu harus diwujudkan secara Demokrasi yang berdasarkan atas Pancasila dan Semangat UUD 1945.

Maka dengan ini kami menuntut agar:

1.Bawaslu Provinsi Sumatera utara membekukan perangkat Bawaslu Tapanuli Tengah dan Mengambil alih setiap laporan Pelanggaran-pelanggaran Pemilu yang dilakukan Oleh Penyelenggara Pemilu.

2.Bawaslu Sumatera Utara supaya mendesak dan merekomendasikan Pemungutan Suara Ulang (PSU) atau Pemilu Ulang diseluruh kecamatan Kabupaten Tapanuli Tengah.

3.Agar Bawaslu Sumatera Utara merekomendasikan, menginventarisasi bukti-bukti, meminta keterangan seterang benderang dan sejujur-jujurnya terhadap pelaku kejahatan Pemilu dan mendesak BAWASLU RI dan GAKUMDU untuk turun langsung ke Tapanuli Tengah untuk menangkap dan menindak Pelaku tindak pidana pemilu yang diduga kuat dan terindikasi dikomandoi oleh Orang Kuat yang memiliki kewenangan yang sangat kuat untuk memaksa memenangkan Para Kroni dan Keluarga Kandungnya sehingga Terjadi Pelanggaran Pemilu yang telah Terstruktur, Sistematis, Masif dengan pola pelanggaran yang sama dan merata disetiap kecamatan dan diduga kuat dilakukan oleh :
1.Bakhtiar Ahmad Sibarani
2.Setiap ASN yang terlibat (Sekda, Asisten I-III, Kepala Dinas, Kabag, Camat, Lurah, Kepala Sekolah, Guru, Kepala Puskesmas, Bidan dan Tenaga Medis lainnya) Kepala desa, Kepling, serta Seluruh Petugas Keluarga Harapan (PKH) di 20 kecamatan serta setiap individu dan jajaran yang terindikasi dan terlibat dalam Kejahatan Pemilu tersebut.

4.Merekomendasikan ke BAWASLU RI dan DKPP untuk mengganti dan memberhentikan secara tidak hormat kepada setiap penyelenggara Pemilu, khususnya kepada ketiga (3) Komisioner Bawaslu Tapteng yang melakukan pembiaran, tidak melakukan pencegahan awal, tidak serius, tidak independen, tidak profesional, takut dan telah terbukti nyata tidak memiliki intergritas tinggi dalam menjaga hak pilih Rakyat, serta memanggil setiap Panwascam, PPL, PTPS di 20 Kecamatan untuk diminta keterangan dan pertanggungjawabannya karena tidak bekerja secara maksimal, profesional, mandiri sehingga terjadi banyak pelanggaran dan kejahatan diawal, pertengahan dan akhir selama proses pemilihan umum.

5.Merekomendasikan ke BAWASLU RI dan GAKUMDU untuk menindak dengan tegas dan tidak mengulur-ulur proses pidana kepada Penyelenggara pemilu yang telah diperiksa KPU, memproses dengan cepat tindak pidananya agar dikemudian hari ada efek jera bagi setiap Penyelenggara Pemilu yang terbukti curang dan melanggar hukum dengan bukti-bukti permulaan berupa video, rekamanan suara yang ditemukan dilapangan dan telah diserahkan sebagai alat bukti, menindak dengan seberat-beratnya pelaku curang diKabupaten Tapanuli Tengah sampai tingkatan terkecil.

Inilah TUNTUTAN kami dengan semangat Revolusi dari kami Gerakan Masyarakat Tapteng Peduli Pemilu yang bersih sebagai bentuk pertanggungjawaban moril dan sikap konsistensi kami kepada Seluruh Rakyat Tapanuli Tengah, dan menjadi mitra kritis sekaligus poros tengah sebagai penyambung lidah rakyat dalam memberitakan kebenaran, mewujudkan keadilan untuk harapan masa depan Tapanuli Tengah yang lebih baik, serta tentang sikap real dalam panggilan nurani yang paling dalam, tanpa ditunggangi siapapun dan oleh kepentingan apapun selain Kepentingan dari merdekanya Rakyat Tapanuli Tengah dari rasa ketakutan yang intimidatif, dengan melihat kenyataan di lapangan bahwa kejahatan Pemilu di Tapanuli Tengah telah Terstruktur, Sistematis dan Masive oleh Penguasa yang merasa kebal hukum hanya demi kepentingan busuk Politik Dinastinya.

Rabu,17 April disaat negara ini berbahagia sedang berpesta Demokrasi dengan gembira, maka ditanggal itulah menjadi ‘Rabu Kelabu’ bagi masyarakat Tapanuli Tengah atas dibunuhnya Hak-Hak Sipil untuk BerDemokrasi, Dan ini sudah klimaks dari Kejahatan yang luar biasa parahnya!

Salam Pembebasan buat seluruh Rakyat Tapanuli Tengah yang ditakut-takuti, dizhalimi, diintimidasi, ditindas dan dikangkangi hak-haknya oleh Penguasa Daerah yang lalim.

Saatnya kita bangkit bersatu dan melawan Kesewenang-wenangan ini!!

Tunduk ditindas atau bangkit melawan karena diam adalah Penghianatan.

Panjang umurlah Perlawanan!!

Merdeka!
 Ttd

Koordinator Lapangan Aksi Gerakan Masyarakat Tapanuli Tengah Peduli Pemilu

Demikianlah tuntuntan yang disampaikan dalam aksi yang masih berlangsung sampai berita ini diturunkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top