Kita Bisa Menghadapi Pandemi Covid 19 dengan Solidaritas yang Merupakan Perwujudan Semangat Gotong Royong – strategi.id
Dialektika

Kita Bisa Menghadapi Pandemi Covid 19 dengan Solidaritas yang Merupakan Perwujudan Semangat Gotong Royong

Strategi.id - Kita Bisa Menghadapi Pandemi Covid 19 dengan Solidaritas yang Merupakan Perwujudan Semangat Gotong Royong

Strategi.id – Pandemi covid 19 (corona) masih terjadi di Indonesia dan 200-an negara lain di dunia. Di Indonesia sendiri pandemic covid 19 telah memasuki 1 bulan setengah pascadiumumkannya pasien pertama terjangkit covid 19 pada (02/03/20) di Depok, Jawa Barat.

Pemerintah pusat dan daerah, berupaya melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa masyarakat. Himbauan demi himbauan diserukan pemerintah kepada masyarakat, guna memutus rantai penyebaran covid 19. Sejumlah kebijakan dikeluarkan, termasuk himbauan kerja dari rumah/work from home (wfh) yang sudah berjalan kurang satu bulan.

Baca Juga : Pepesthen Korona dan Bencana Kemanusian

Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) juga tengah dilakukan oleh Provinsi DKI Jakarta, wilayah yang menempati pringkat pertama dalam jumlah pasien dengan pengawasan (PDP) terbanyak di Indonesia.

Di susul sejumlah wilayah di Jawa Barat. Pimpinan Daerah di Provinsi Papua bahkan telah menyerukan lockdown sejak akhir Maret 2020 lalu.

Di tengah pandemi covid 19 ini solideritas dari masyarakat tumbuh. Muncul sejumlah video paradermawan membagikan sedikit dari kepunyaannya kepada saudara saudari sebangsa yang membutuhkan.

Baca Juga : Krisis Ekonomi Di Depan Mata, Siapa Yang Tersenyum?

Aksi solidaritas yang diusung oleh lembaga-lembaga negara seperti MPR RI dan BPIP juga mulai viral di jagad media sosial. Semangat gotong royong yang merupakan perwujudan nilai Pancasila, diaplikasikan dalam kondisi yang sulit seperti saat ini.

Bantuan dari pemerintah mulai mengalir keapda mereka yang membutuhkan. Namun kita patut mengacungkan jempol kepada masyarakat kita, di tengah kondisi seperti saat ini masih ada masyarakat yang sadar bahwa dirinya masih mampu bertahan tanpa bantuan.

Seperti yang terjadi di Sumatera Bara beberapa hari lalu. Sejumlah warga mengembalikan bantuan, karena menganggap bantuan itu akan lebih berguna untuk saudara sebangsanya yang lain.

Gerakkan solidaritas sosial sebagai perwujudan gotong royong yang terjadi di daerah menunjukkan bahwa rakya Indonesia memiliki rasa kemanusian yang tinggi dalam membantu saudaranya.

Kekuatan ini harus di rajut menjadi modal sosial dan budaya dalam mengatasi krisis ekonomi terjadi di Indonesia

Kekuatan solideritas inilah yang memberi harapan bangsa mampu mengatasi krisis global yang ditimbulkan akibat pandemi covid 19 yang tengah melanda Indonesia dan dunia.

Selanjutnya, tingal bagaimana para pemimpin bangsa, tokoh bangsa, budayawan, intektual dan masyarakat memiliki visi yang sama dalam mengatasi problem pandemi covid 19 ini.

Baca Juga : Narasi Utuh Lebih Efektif Daripada Narasi Tunggal Tangani COVID-19

Kekuatan budaya dan sosial menjadi habitus bangsa ini dalam mengatasi badai krisis ini. Ini dikarenakan kekuatan itu sudah menjadi cara berpikir, bertindak dan berrelasi. Modal ini harus dijadikan kekuatan bangsa Indonesia untuk keluar dari krisis yang amat berat ini.

Dengan kekuat kearifan yang dimiliki bangsa Indonesia, kita keluar dari segala masalah termasuk krisis pandemi covid 19 ini. Kuncinya adalah persatuan dan kebersamaan anak bangsa yang harus kita pupuk dan munculkan di tengah pandemi covid 19 ini.

Selain itu, dalam kondisi seperti selarang ini moralitas dan solidaritas saling menolong satu sama lain yang juga terkandung dalam nilai Pancasila, penting untuk terus kita wujudkan dalam menghadapi covid 19 ini.

Tidak bisa dipungkiri, dalam kondisi seperti sekarang ini mungki ada rasa kepanikan dalam sekala nasional dalam menghadapi pandemi covid 19, tetapi jangan sampai kepanikan itu membuat kita melupakan solidaritas dan moralitas untuk saling tolong menolong sesama anak bangsa, dan umat manusia pada umumnya.

Penulis: Benny Susetyo (Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top