Korban Gempa Lombok Berisiko Alami Gangguan Kecemasan – strategi.id
Nusantara

Korban Gempa Lombok Berisiko Alami Gangguan Kecemasan

Staetgi.id Korban Gempa Lombok Berisiko Alami Gangguan Kecemasan

Strategi.id – Korban bencana alam gempa Lombok tak luput dari risiko masalah kejiwaan. Pakar menyebut stres akut hingga gangguan kecemasan mengintai para korban gempa lombok.

Minggu (5/8/2018), pukul 18.46 WIB, Pulau Lombok diguncang gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR). Pusat gempa bumi berkedalaman 15 km itu terletak di darat dengan jarak 18 km barat laut Lombok Timur, NTB atau 22 km timur laut Lombok Utara, NTB.

Tak hanya menimbulkan kerugian material, gempa bumi dan bencana alam lain turut memengaruhi kesehatan mental para korban selamat. Usai bencana melanda, para korban selamat tak jarang mengalami trauma, ketakutan, dan syok akibat kehilangan keluarga atau kerabat, serta rumah. Di tengah kondisi tersebut, layanan trauma healing seperti yang disampaikan Sutopo Purwo menjadi metode pemulihan kesehatan mental para korban pasca-bencana.

Dr Andri, SpKJ, FAPM dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera menyebut korban trauma berat yang mengalami bencana alam bisa mengalami masalah kejiwaan yang disebut sebagai reaksi stres akut. Stres akut merupakan reaksi tubuh terhadap rasa takut yang mengancam jiwa.

Selain stres akut, dr Andri menyebut korban gempa Lombok juga berisiko mengalami gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan bisa ditandai dengan rasa was-was terus menerus, jantung berdebar hingga rasa khawatir yang memuncak.

Bukan tak mungkin, korban gempa Lombok juga terjebak dalam pengalaman buruk terkait gempa. Hal ini dikatakan dr Andri sebagai pengalaman ulang kembali atau re-experience.

“Reaksi stres akut ada di bawah payung gangguan kecemasan. Sangat mungkin korban mengalami pengalaman ulang kembali, atau re-experience, terkait trauma yang dihadapinya,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top