Kota Tegal Akan Melakukan Lokal Lockdown Atau Isolasi Wilayah Mencegah Penyebaran Covid-19 - strategi.id
Nusantara

Kota Tegal Akan Melakukan Lokal Lockdown Atau Isolasi Wilayah Mencegah Penyebaran Covid-19

Strategi.id - Kota Tegal Akan Melakukan Lokal Lockdown Atau Isolasi Wilayah Mencegah Penyebaran Covid-19

Strategi.id – Wali Kota Tegal, memutuskan menutup akses masuk ke Tegal untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona (covid-19) di wilayahnya.

Apalagi, setelah seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kardinah, dinyatakan tertular virus mematikan ini.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono saat melakukan jumpa pers di Pendapa Ki Gede Sebayu, Rabu (25/03/20) malam, prihatin dengan kabar itu.

Menurutnya, pasien yang positif terinfeksi corona adalah warga Kelurahan Slerok Tegal Kecamatan Tegal Timur berusia 34 tahun.

Karenanya, Wali Kota l rencananya akan menutup semua akses pintu masuk menuju Kota Bahari. Dengan kata lain, Pemkot Tegal akan melakukan local lockdowon untuk meminmalisasi penyebaran virus corona.

Walauoun kemudian Dedy Yon akhirnya mengganti istilah Local Lockdown dengan isolasi wilayah. Dedy menyebut perubahan tersebut atas arahan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

“Perihal masalah istilah local lockdown atas arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam hal ini Gubernur Ganjar Pranowo bahwa nama local lockdown harus diganti dengan nama isolasi wilayah atau isolasi terbatas yang maksudnya untuk menjaga warga masyarakat Kota Tegal tentunya agar aman dari bahaya Corona Virus Diase (Covid-19),” kata Dedy Yon kepada wartawan, Sabtu (29/3/20).

Meski berubah istilah, Dedy menegaskan mekanismenya akan dilakukan sesuai rencana awal.

Rencana Pemerintah Kota Tegal menerapkan local lockdown atau karantina wilayah dengan menutup sejumlah akses masuk ke Kota Tegal pada 30 Maret 2020.

Termasuk penutupan di jalur perbatasan antara Kota Tegal dengan daerah sekitarnya.

“Local lockdown atau isolasi lokal tetap kita laksanakan yaitu dengan membatasi akses masuk ke Kota Tegal. Kita tutup jalur perbatasan antara Kota Tegal dengan daerah tetangga,” ungkap Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono Jumat (27/3/20).

Namun, penutupan akses jalan tidak berlaku untuk jalan nasional dan jalan provinsi.

“Kita juga tahu betul kewenangan pemerintah daerah. Seperti jalur nasional dan jalur provinsi, kita tidak menyentuh itu,” ucapnya

Dedy Yon menjelaskan, istilah local lockdown atau isolasi lokal artinya Pemkot Tegal tidak menutup semuanya hanya saja membatasi akses masuk ke Kota Tegal.

“Maksud dari lokal lockdown yaitu pembatasan di dalam kota saja. Bukan berarti kita tutup semuanya karena akses masih dibuka dan perkantoran masih jalan. Kita tidak menyentuh jalan provinsi maupun nasional,” jelasnya.

Ia mengatakan, ada 49 titik yang akan dilakukan penutupan dan hanya ada satu jalur yang bisa digunakan yakni Jalan Proklamasi.

“Seluruh masyarakat yang ingin ke Kota Tegal hanya bisa melewati satu jalur yaitu di Jalan Proklamasi. Di situ akan ada tim satuan gugus tugas Covid-19 yang berjaga dan memeriksa pengendara yang lewat,” jelasnya.

Penutupan sendiri akan dimulai pada 30 Maret sampai 30 Juli 2020. Namun, jika pemerintah pusat sudah menyatakan aman dari penyebaran Covid-19, pihaknya akan kembali membuka jalur tersebut.

“Penutupan empat bulan itu tidak jadi patokan, kalau memang sudah aman, kita normalkan kembali,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top