KPAN: Aset Yayasan Supersemar Adalah Milik Negara – strategi.id
Nusantara

KPAN: Aset Yayasan Supersemar Adalah Milik Negara

Strategi.id – Sekelompok massa yang menamakan diri Komite Penyelamat Aset Negara hendak menggelar aksi di depan Gedung Graha Dana Abadi (Granadi) yang di kuasai oleh Yayasan Supersemar , Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (16/12/18).

Mereka hendak menuntut agar gedung tempat Yayasan Supersemar milik presiden RI ke-2 Soeharto segera disita.

baca juga: Kejaksaan Komitmen Berantas Korupsi yang Kian Masif

“Kami Komite Penyelamat Aset Negara terdiri dari berbagai elemen masyarakat menuntut Yayasan Supersemar dan yayasan-yayasan bentukan rezim orde baru yang menampung hasil KKN para kroni mantan Presiden Soeharto untuk segera mengembalikan aset-aset negara,” ujar orator dari mobil komando

Gedung Granadi merupakan salah satu aset milik Yayasan Supersemar yang masuk ke dalam daftar barang sitaan dari Kejaksaan Agung berdasarkan putusan peninjauan kembali oleh Mahkamah Agung pada 2016 lalu.

Yayasan Supersemar dinyatakan terbukti menyalahgunakan uang negara. Dana yang seharusnya untuk beasiswa, justru diberikan pada tujuh perusahaan dan kelompok usaha Kosgoro. 

Sebelumnya, Yayasan Supersemar diwajibkan membayar kepada negara sebagaimana putusan MA sebesar Rp 4,4 triliun.

baca juga: Dekat Dengan Korupsi , Dekat Pula Dengan Kehancuran Kota Bekasi

Karena itu, Supersemar diminta mengembalikan uang sebesar 315.002.183 dolar AS dan Rp139.438.536.678,56 ke negara. Jika dirupiahkan, totalnya mencapai sekitar Rp4,4 triliun.

Selain Gedung Granadi, kejaksaan juga memasukkan sejumlah rekening, kendaraan, bangunan, dan tanah sebagai incaran.

Selain Gedung Granadi, ada lahan dan bangunan seluas 16.000 meter persegi di Jakarta dan Bogor. Aset tersebut akan dilelang setelah dilakukan penilaian harga aset. Sebelumnya, Yayasan Supersemar diwajibkan membayar kepada negara sebagaimana putusan MA sebesar Rp 4,4 triliun.

Daftar aset yang semestinya disita antara lain 113 rekening berupa deposito dan giro, dua bidang lahan seluas 16.000 meter persegi di Jakarta dan Bogor, serta enam unit kendaraan roda empat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top