Kue Keranjang, Kuliner Negeri Tirai Bambu - strategi.id
Merah Putih

Kue Keranjang, Kuliner Negeri Tirai Bambu

Strategi.id - Kue Keranjang, Kuliner Negeri Tirai Bambu / foto : beritagar.id
Strategi.id - Kue Keranjang, Kuliner Negeri Tirai Bambu / foto : beritagar.id

Strategi.id – Kue keranjang atau nian gao jadi sajian ikonik imlek di Indonesia. Kue manis ini diadaptasi dari kuliner ngeri tirai bambu.

Seperti halnya makanan China lainnya di Indonesia, kue keranjang juga mengalami adaptasi dengan budaya lokal, khususnya Jawa.

Disebut dengan kue keranjang karena dicetak menggunakan keranjang bambu berbentuk bundar. Kue ini juga dibungkus dengan daun pisang yang berfungsi sebagai pengawet sekaligus memberi aroma harum yang enak.

baca juga : Cek Ramalan Shiomu ditahun Babi Tanah 2019

Ahli sejarah Semarang, Jongkie Tio mengatakan bisa dikatakan masuknya kue keranjang di Indonesia bersamaan dengan masuknya warga China yang berlayar ke Indonesia pada tahun 400-an.

“Tionghoa itu masuk Indonesia tahun 400-an. Saat itu masih pria yang datang. Kalau di Semarang itu mendaratnya di daerah Mangkang. Nama Mangkang itu dari nama kapal China Wangkang,” kata Jongkie.

Kue manis lengket itu merupakan hantaran wajib di klenteng. Sedangkan dulu ketika pelaut China mendarat, mereka akan mendirikan klenteng kecil untuk ucapan syukur pada Dewa Bumi.

baca juga : Susah dapatkan Bahan Baku, Harga Dupa Saat Perayaan Imlek Naik

“Orang Tionghoa kalau mendarat berterimakasih kepada Dewa Bumi, membuat klenteng. Di daerah pantai pasti ada klenteng kecil,” pungkasnya.

Wujud kue Keranjang yang masih asli memang yang dibalut dengan daun pisang. Sedangkan kini sudah ada yang dibungkus plastik bahkan dengan varian rasa. Meski demikian maknanya tetap tidak berubah.

“Rasa manisnya itu dimaksudkan agar berpikiran baik dan bicara yang manis. Lengketnya itu merupakan satu kesatuan, dengan falsafah pliketnya itu (lengket),” ujar Jongkie.

baca juga :

Sejak pertama masuk dibawa oleh pelaut China, kue keranjang pun berasimilasi dengan budaya dan kuliner lokal. Meski kue keranjang sendiri tetap bertahan, tapi ada beberapa kuliner Indonesia yang merupakan turunan dari kue keranjang.

“Turunan kue keranjang itu ada wajik, jenang, dodol, dan lainnya,” jelas Jongkie.

Seperti diketahui hampir setiap daerah di Indonesia punya jenis jenang dan dodol berbeda. Diberi paduan rasa gula merah, wijen hingga aneka buah-buahan tropis. Ini sebagai bukti citarasa lokal beradaptasi dengan kue keranjang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top