Langkah Berat PDIP Menuju 2019 - strategi.id
Nusantara

Langkah Berat PDIP Menuju 2019

pdip

Strategi.id – Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan hanya berhasil meraih kemenangan di 4 Pilgub dari 17 Pilgub yang digelar (Tak sampai 50 persen). Ini jelas pukulan telak bagi Banteng. Parahnya lagi, Banteng kalah tarung di dua provinsi kantong suara terbesar, yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur. Tahun 2017 lalu, dua calon gubernur mereka yang menjabat petahana juga tumbang di provinsi kunci, yakni DKI Jakarta dan Banten.Ini jadi langkah berat PDIP menuju 2019

Kalaupun PDIP masih menang di Jateng, tapi tetap saja partai itu kritis. Angka perolehan suara yang didapat tidak mencerminkan kalau Jateng adalah kandang banteng. Di Kalbar yang juga salah satu basis suara PDIP , calon mereka juga tumbang.

Kekalahan Partai berlambangvKepala Banteng ini di 13 Pilgub bukan tidak mungkin akan menurunkan bargaining politik partai itu jelang 2019. PDIP yang dianggap menjadi partai sexy setelah jadi jawara Pilpres 2014 bisa jadi kehilangan keanggunannya karena sejumlah kekalahan di tingkat pilgub. Meski demikian, masih ada Pilkada tingkat kota dan kabupaten yang bisa menyelamatkan wajah Banteng di hadapan lawan dan kawan politiknya.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo sebagai kader Partai pimpinan Bu Mega yang disebut juga sebagai “petugas partai” oleh sang Ketum Mbak Mega, masih menjadi (satu-satunya) capres yang sexy. Di sejumlah daerah, calon kepala daerah yang kabarnya didukung oleh Jokowi sukses menghempaskan calon dari PDIP.

Kini, sang capres yang kelihatannya dipusingkan dengan cawapres yang disodorkan oleh sejumlah parpol pengusung dan para relawan pun punya nilai tawar lebih tinggi, bahkan terhadap PDIP sekalipun. Dengan langkah-langkah cantik Jokowi di pilkada 3018, ibaratnya bukan Jokowi yang perlu mencari dukungan partai, melainkan partai-partai itu yang kini harus merapat ke Jokowi.

Konon kabarnya PDIP mempunyai cawapres yang hendak disodorkan untuk mendampingi si “petugas partai”. Dalam realitas saat ini, apakah Jokowi akan menerima cawapres yang hendak dipasangkan dengan dirinya pada Pilpres 2019? PDIP juga pastinya akan berhitung apakah akan menaruh dua kadernya sekaligus sebagai capres dan cawapres. Rasa-rasanya agak kurang etis kalau sampai PDIP melakukan hal tersebut. Mengingat sejumlah partai koalisi pemerintah pun memiliki hubungan yang baik dengan PDIP.

Ditambah lagi kegagalan Banteng menorehkan prestasi maksimal di 17 Pilgug, jelas barganing politik mereka tak akan sama seperti jika mereka meraih hasil memuaskan dalam Pilgub Serentak 2018. Kegagalan memperoleh hasil yang maksimal sebaiknya dijadikan pelajaran oleh PDIP. Perbaiki proses kaderisasi dan penetapan calon kepala daerah dengsn mendengar suara wong cilik untuk menyiapkan diri di Pemilu legislatif dan eksekutif di 2019, atau kembali tergulung ombak seperti yang dialami dua tahun ini!

Suatu hal yang harus disadari Partai Moncong Putih, kekalahan demi kekalahan membuat tanduk Banteng tak lagi tajam. Inilah saat yang tepat untuk mengevaluasi diri secara total. Jika kesalahan sudah disadari, luka yang dialami saat ini bisa dimanfaatkan untuk melatih tanduk banteng menjadi semakin kuat dan bisa menjadi champion di pertarungan selanjutnya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top