MA Mengabaikan Moralitas Berbangsa dan Bernegara – strategi.id
Dialektika

MA Mengabaikan Moralitas Berbangsa dan Bernegara

Strategi.id – Mahkamah Agung (MA) akhirnya (13/9) memutuskan bahwa PKPU No 20 tahun 2018 yang melarang mantan koruptor menjadi calon anggota legislatif bertentangan dengan Pasal 240 ayat 1 huruf g UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 71/PUU-XIV/2016.

Dengan putusan itu maka caleg mantan koruptor boleh menjadi calon anggota DPD dan DPR RI. Ini musibah untuk Indonesia. Institusi penegak hukum tertinggi telah membuat sejarah duka mengubur moralitas dalam berbangsa dan bernegara.

Sumber persoalanya memang ada di Pasal 240 ayat 1 huruf g UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang dibuat DPR bersama pemerintah. Tetapi MA sebagai garda terakhir untuk menyelesaikan persoalan ini telah mengabaikan moralitas sekaligus mengabaikan rasionalitas publik. Bahwa rakyat banyak (rasionalitas publik) sesungguhnya sudah muak dengan para koruptor, tapi MA mengabaikan suara hati rakyat banyak ini. Bukankan dalam moralitas hukum ada prinsip salus populi suprema lex esto? suara rakyat banyak adalah hukum tertinggi. MA mengabaikan ini.

MA tidak mempertimbangkan bahwa akibat putusanya ada efek berbahaya, yaitu efek pada cara pandang publik yang terkonstruksi dari putusan tersebut yaitu muncul pandangan di masyarakat bahwa korupsi itu tidak apa-apa sebab masih bisa nyaleg DPRD dan DPR RI. Ini efek paling menyedihkan untuk negeri yang seharusnya memerangi korupsi tetapi justru membuka pintu terbuka bagi mantan koruptor untuk melenggang ke senayan.

Duka juga makin mendalam karena Presiden, Ketua DPR, dan elit politik lainya juga cenderung diam. Padahal solusi terbaiknya sangat sederhana yaitu DPR bersama pemerintah lakukan revisi Pasal 240 ayat 1 huruf g UU Nomor 7 Tahun 2017. Diam nya elit ini menggambarkan betapa kronisnya penyakit moral politik negeri ini.

Penulis Ubedilah Badrun, Analis Sosial Politik UNJ mantan aktivis FKSMJ’98

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top