Mahathir : Uni Eropa Membully Negara Miskin Lewat Larangan Perdagangan Sawit - strategi.id
Internasional

Mahathir : Uni Eropa Membully Negara Miskin Lewat Larangan Perdagangan Sawit

jokowi mahatir sawit uni eropa

Strategi.id- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menilai kebijakan larangan sawit di Eropa merupakan bentuk penjajahan baru yang dilakukan benua biru. Dalam sebuah opini yang ia tulis di Media Bloomberg, Mahathir secara terang-terangan mengatakan kebijakan tersebut hanya senjata dalam perang dagang yang dilancarkan negara-negara benua tersebut.

“Kemunafikan yang dilakukan secara terang-terangan ini adalah bentuk kolonialisme modern, yang tidak seharusnya dibiarkan ada di dunia sekarang,” tulisnya dalam artikel yang berjudul “Britain Should Break With Europe on Palm Oil” sebagaimana dilansir CNBC Indonesia, Selasa (20/8/2019). “Dengan menggunakan perdagangan sebagai senjata, Uni Eropa mem-bully wilayah yang lebih miskin di dunia,”.

baca juga : Harga dan Spesifikasi Lengkap Honda ADV 150

Menurut Mahathir, lobi-lobi di bidang perdagangan yang dilakukan Eropa, telah memukul konsumer di Eropa sendiri. Pasalnya mereka harus menghadapi tingginya harga. 

Proteksionisme yang dilakukan Eropa mengundang kemarahan negara-negara berkembang. Bahkan AS pun mengancam akan menaikkan tarif mobil Eropa jika Uni Eropa tidak membuka pasarnya untuk pertanian AS. 

“Ketika hal ini menyangkut sawit, apa yang kita butuhkan adalah dialog dan pendalaman untuk mencapai solusi bersama, termasuk regulasi yang lebih baik dan standar sertifikasi yang lebih kuat,” tulisnya lagi. Karenanya, Malaysia masih mau berdialog dan bekerja sama dengan Uni Eropa agar tercipta perdagangan yang adil dan menguntungkan kedua belah pihak. 

Ditegaskannya memberikan insentif akan lebih berguna dibanding mendorong boikot dan melakukan upaya proteksionis. Ia pun menilai langkah Eropa yang menjegal sawit dengan isu lingkungan tidak berdasar karena nyatanya pertanian Eropa juga menyebabkan berkurangnya lahan. 

Baca Juga : Pemerintah Atasi Penurunan Harga Sawit dan Karet

Isu deforestasi, ujar Mahathir, dibuat untuk melindungi industri pertanian Eropa saja. Buktinya, Uni Eropa malah membuat kesepakatan dengan negara Amerika Selatan terkait peternakan sapi, yang sebenarnya membutuhkan lahan lebih banyak dari sawit dan menghasilkan emisi CO2 lebih banyak. 

Lagipula Eropa juga memproduksi minyak saingan sawit seperti minyak rapeseed, kedelai dan bunga matahari, yang juga membutuhkan lahan untuk pertanian, menggunakan pupuk dan pestisida. Karenanya International Union for Conservation of Nature (IUCN) sempat berujar pembatasan lahan sawit bukan solusi deforestasi karena pada dasarnya konsumsilah yang perlu ditekan. 

Baca Juga : Saksi Kunci Kasus Korupsi Jamal Yunos Diekstradisi ke Malaysia

“Uni Eropa juga mengabaikan sejumlah kemajuan seperti sertifikasi dalam produksi minyak sawit agar lebih sehat,” tegas Mahatir. Malaysia misalnya memiliki aturan standar minyak sawit berkelanjutan yang telah diadopsi banyak negara dan berdampak signifikan bagi kelangsungan lingkungan dan industri. 

Pelarangan ia nilai bukanlah langkah bijak, apalagi terdapat 65.000 petani kecil di Asia yang bergantung dengan sawit. . Menurutnya Eropa membuang tanggung jawab pada negara berkembang. 

sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20190820163657-4-93375/soal-sawit-mahathir-sebut-eropa-munafik-dan-tukang-bully

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top