Majelis Al Muwasholah Gelar Dialog Perbedaan Lintas Agama - strategi.id
Nusantara

Majelis Al Muwasholah Gelar Dialog Perbedaan Lintas Agama

Strategi.id – Majelis Al Muwasholah bersama Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PB NU) menggelar Dialog Peradaban Lintas Agama, dengan tema Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa atas Dasar Rahmat Kemanusiaan di Hotel Aryaduta Jakarta, Sabtu (13/10/18).

Dialog tersebut dihadiri oleh para pemuka agama, yaitu: Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz dari Yaman, Romo Franz Magnis Suseno, Biksu Dammashubo Mahathera, serta Pendeta Martin Lukito Sianaga.

Romo Magnis memuji respon masyarakat Indonesia yang dengan ramah menyambut dirinya sejak pertama kali hadir ke Indonesia pada 1961. Sementara itu, Biksu Dammashubo menjelaskan “harga hidup di atas harga diri, harga diri di atas harga materi. Tapi kini ada perubahan, gotong royong dan tolong menolong menjadi tolong mencolong”.

Pada kesempatan yang sama, Pendeta Martin menjelaskan penilitian yang dilakukan SMRJ, dituliskan pada Disertasi Saiful Mujani bahwa Indonesia akan menjadi negara yang demokratis.

“Indonesia akan menjadi demokratis, menurut penelitian kuantitatif SMRC yang ditulis dalam disertasi Saiful Mujani. Ini dikarenakan umat Islam sebagai mayoritas, sebagian besar menerima kaum minoritas sebagai pemimpin. Umat Islam yang tidak bisa menerima adalah dari kelompok Islamis,” pungkas Martin.

Al-Habib Umar dalam pembukaan khotbahnya berkata, Indonesia bisa damai karena semua umat mengamalkan apa yang menjadi ajaran agamanya. Semua kitab yang diturunkan mulai dari Taurat, Injil dan Al Qur’an, semuanya mengajarkan kepada manusia berbuat kebaikan kepada sesamanya, dan saling mengingatkan sesama manusia untuk menjauhi kejahatan atau kemungkaran.

Pada kesempatan yang Sama Sarbini pengamat Kebijakan Pemerintah yang hadir diacara tersebut melihat dialog lintas agama ini sangat bagus dalam membangun semangat kebhinekaaan dan Pancasila di dalam Masyarakat.

“Sudah seharusnya semua pemuka agama mengingatkan seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga rumah yang bernama Indonesia, menjaga keutuhan, pada serta persaudaraan sesama anak bangsa Indonesia” ujar Sarbini aktivis FK’98

“Manfaat dialog lintas agama akan lebih bermanfaat apabila kita ikut andil menjadi bagian untuk ikut menjaga dan menyebarkan persaudaraan, akhlak yang baik,kerukunan dan perdamaian” pungkas Sarbini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top