Maksimalkan 10 Persen Saham Freeport untuk Membangun Rakyat Papua – strategi.id
Dialektika

Maksimalkan 10 Persen Saham Freeport untuk Membangun Rakyat Papua

saham freeport

Strategi.id – Sejak kecil sebagian anak Papua di mana pun berada pasti pernah dengar kalimat “Belanda tipu kam dengan roti”. Kalimat yang menggambarkan bahwa Bangsa Belanda menipu Rakyat Papua dengan memberikan “roti”.

Hari ini roti itu berubah menjadi dana Otonomi Khusus (Otsus) dan mungkin saham dari perusahan asing seperti Freeport, yang beroperasi di Papua. Tak masalah kalau Rakyat Papua diberikan “roti”, yang jadi masalah itu kalau “roti” itu tak dibagi merata untuk semua masyarakat Papua.

Sejumlah kejadian tragis seperti tragedi kejadian luar biasa (KLB) busung lapar di Kabupaten Asmat, menimbulkan pertanyaan di benak kita “apakah roti itu dinikmati seluruh Rakyat Papua atau hanya dinikmati segelintir orang saja?”. Parahnya lagi saat kejadian, ada sejumlah pejabat setempat yang tak berada di tempatnya. Apakah oknum para pejabat itu sedang “makan” roti sembunyi-sembunyi?

Mirisnya lagi, tahun lalu dalam sebuah diskusi di LIPI seorang pastor yang puluhan tahun mengabdikan diri untuk Rakyat Papua mengatakan “ada seorang mama asal Biak bilang ke saya: Pastor, dana otsus itu ibarat awan, kita lihat indah tapi kita tidak bisa pegang”. Dana otsus digelontorkan dari pusat ke daerah, belum/tidak dimaksimalkan untuk kesejahteraan rakyat Papua. Ada yang bilang dana-dana itu hanya dirasakan oleh segelintir orang saja.

Juli 2018, 10 persen saham PT Freeport diberikan kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika. Bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat di kawasan yang selama ini terdampak kegiatan Freeport. Apresiasi diberikan kepada Freeport dan pemerintah Indonesia, yang hampir setengah abad mengeruk kekayan bumi Cendrawasih.

Dana otusu ditambah lagi 10 persen saham Freeport dan mungkin ada dana atau saham-saham yang dikelola Pemerintah Provinsi Papua dan kabupaten/kota di Papua, akan lebih dari cukup jika dipergunakan secara maksimal untuk pembangunan masyarakat Papua. Namun akan terus kurang jika dikelola dengan tidak baik, serta hanya dimanfaatkan untuk kepentinga segelintir orang.

Roti-roti itu bisa dimakan untuk mengenyangkan manusia, dan manusia itu bisa beraktifitas untuk mengembangkan dirinya. Tapi ingat! Kalau roti itu tidak dipergunakan secara benar dan habis, dampaknya akan muncul kelaparan. Kelaparan itu bisa berdampak pada pemberontakan. Sekarang, tinggal bagaimana mereka yang dipercayakan mengelolah roti itu.

Kalau dana otsus dan 10 persen saham Freeport digunakan dengan baik, benar dan tepat sasaran untuk membangun manusia Papua, bukan tidak mungkin di tahun-tahun mendatang negeri ini akan dipimpin oleh anak-anak Papua. Banyak anak Papua yang memiliki prestasi selangit, namun karena kurangnya perhatian dan dukungan, apa yang mereka impikan hanya sebatas mimpi, tanpa realisasi.

Pembangunan infrastruktur gila-gilaan di Papua mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Harusnya, dana-dana di daerah bisa dimaksimalkan untuk membangun Rakyat Papua seutuhnya. Papua tanah makmur dan kaya, hasil bumi Papua mampu mensejahterakan rakyatnya, bahkan Indonesia. Namun tak cukup bagi tangan-tangan rakus.

Semoga 10 persen saham Freeport tidak disalahgunakan, juga semoga takan  ada konsesi politik yang mengorbankan kepentingan rakyat Papua.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top