Mantan Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Jabat Ketua KKUT – strategi.id
Nusantara

Mantan Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Jabat Ketua KKUT

Strategi.d - Mantan Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Jabat Ketua KKUT

Strategi.id – Mantan Plt. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi selatan, Drs. Syafruddin Rahim didaulat sebagai ketua umum kerukunan keluarga ujung tanah (KKUT) Makassar Periode 2020-2022, yang di selenggarakan di Ballroom Country coffe resto (CCR), Jl.Toddopuli Raya Timur, Kota Makassar senin (07/09/20).

Syafruddin Rahim mengungkapkan, KKUT merupakan wadah silaturahmi yang bersifat kekeluargaan bagi warga ujung tanah baik yang masi berdomisili diwilayah sekitar maupun yang sudah tidak berdomisili di wilayah kecamatan ujung tanah atau lebih dikenal dengan icon “BATU BUNDAR” bagi mereka yang lahir di era tahun 60 an.

“ Hari ini kita semua kembali di pertemukan oleh Allah SWT, KKUT adalah wadah Silaturahmi bagi mereka yang lahir dan besar di ujung tanah, mau pun bagi mereka yang pernah menghabiskan masa kecilnya di sana, dulu lebih dikenal dengan istilah “BATU BUNDAR” sekalipun mereka sudah tak berdomisili lagi disana, karena ada yang sudah merantau hingga keluar negeri,” ungkap Syafruddin Rahim yang juga mantan Kepala Bidang Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel.

Dalam kegiatan ini turut hadir Drs.H. Bunamin, MM Pensiunan pejabat pertamina region Vll, Sumardiyo,.Pensiunan pegawai PT. Pelindo wilayah 4 makassar, Abd. Fattah, ST, ,MT, Dosen teknik unhas, H. Rizal masjid, Anggota Legislatif Sorong 2012-2017, Baseng, Pensiunan karyawan PLN Makassar, Kompol Harun tunru, Kompol Slamet budiari, Naim pababbari, Karyawan Pt.Pos dan Giro Jawa Barat, Asdar dahlan, ASN BPK cab. Sulbar, Saripudin nompo, Pensiunan Pegawai Pertamina mor Vll Makassar, H. Amiruddin Amir,Pensiunan pegawai Pertamina mor Vll makassar, Ustad Muh.Amin, Mantan Legislator Kota Makassar, Serta Owner rumah makan paotere, H. Tawakkal

Lanjut, Syafruddin Rahim menjelaskan tujuan terbentuknya KKUT ini agar terciptanya hubungan kekeluargaan, persaudaraan, kebersamaan dan harmonisasi yang kuat serta membangun kemandirian ekonomi berbasis digital bagi anggota dan masyarakat di mana dia berada.

“ Sekalipun kita hanya wadah silaturahmi, tapi kita akan membangun SDM unggul bagi anggota, khususnya warga ujung tanah, mulai dari sektor ekonomi yang berbasis Digital sesuai era sekarang ini, apa lagi yang hadir
Hari ini itu, mulai dari era tahun 60an,70an hingga kader muda yang lahir tahun 2000,” cetusnya

Sebelumnya, ujung tanah identik dengan wilayah yang penuh dengan kekerasan dan tindak kriminal bagi mereka yang hidup di era 60an hingga era 80an, stigma buruk yang melekat pada saat itu menjadi salah satu penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi warga sekitar, sekalipun wilayah tersebut merupakan pusat utama kota makassar di masa itu.

“ Dulu, sebelum pisah kelurahan ujung tanah dan tamalabba, wilayah ini dikenal “ texas” identik dengan kekerasan dan kriminal, tukan becak saja takut masuk kesini, bagi mana mau maju bisnisnya warga, tapi berkat pendahulu kita stigma buruk itu perlahan hilang, Kita tidak mau itu terulang kembali, disisa umur kita, mari kita abdikan diri buat generasi penerus kita yang lebih baik,” Tegasnya

Hadir dalam acara, bapak camat ujung tanah, Drs.Andi Unru,M.Si, yang diwakili oleh Sekcam ujung tanah, Saiful, SE, MM, di dampingi oleh Lurah Tamalabba, A.Ahmad, SE dan Lurah Ujung Tanah, H.Abdul Rasyid, Mengucapkan selamat kepada para pengurus KKUT yang baru saja di lantik dan di kukuhkan olehnya.

“ Terlebih Dahulu Saya menyampaikan permohonan maaf bapak camat yang tidak bisa hadir dikarenakan adanya tugas pemeritahan yang harus di hadiri beliau, Namun Tentu Kami selaku pemerintah kecamatan merasa bangga dengan Kehadiran KKUT di masa pemerintahan kami dengan bapak camat, Selamat Buat Kakanda, para orang Tua Kami, dan saudara-saudaraku yang baru saja dilantik,” Ucap Saiful dalam sambutannya.
Mantan Lurah Tabaringgan yang menjabat dua periode ini mengungkapkan, Konflik atau perang antara kelompok yang akhir-akhir ini marak terjadi di beberapa wilayah, tidak terlepas dari lemahnya kontrol orang tua, dan tokoh masyarakat dalam mendidik dan mengawasi pergaulan pemuda

“ Tentu hadirnya KKUT menjadi harapan bagi kami selaku pemerintah setempat,kita bisa bersinergi membangun generasi yang baik, unggul dan mandiri secara ekonomi, dan menjauhkan generasi kita dari penyalahgunaan obat-obatan (narkoba),dan miras yang dapat berujung pada tindak anarkisme dan kriminal,” Tutup Saiful mantan Aktivis mahasiswa dan pemuda.

Sebatas diketahui, Arti dan Sejarah Nama ujung tanah berdasarkan artikel yang dikutipdari laman @Tribun Timur
Ujung Tanah artinya ujung dari daratan.
Karena letak Ujung Tanah yang berbatasan langsung dengan laut Selat Makassar, maka disebutlah ujung tanah.
Kemudian menurut sejarah bahwa asal mula nama Kelurahan Ujung Tanah adalah nama sebuah lingkungan yang berada dalam wilayah ujung tanah saat itu yaitu lingkungan Rompe Gading

Sebelum terbagi menjadi dua kelurahan yakni kelurahan tamalabba dan kelurahan ujung tanah Nama Rompe Gading ini adalah nama seorang panglima perang yang bernama Petta Matinroe Rompegading.Pemberian nama lingkungan Rompe Gading di gagas oleh Mangkau Ri Bone “Petta Matinroe ri Malimongan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top