Masyarakat Butuh Lembaga yang Melakukan Pembinaan dan Pendidikan Pancasila – strategi.id
Nusantara

Masyarakat Butuh Lembaga yang Melakukan Pembinaan dan Pendidikan Pancasila

Strategi.id – Dalam rangka memperingati Haul Bung Karno ke-50, Gerakan Pemuda Marhaen (GPM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) serta Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar webinar/diskusi daring dengan tema “Pancasila Sebagai Dasar Negara” pada Selasa (30/06/20). Webinar diikuti sekitar 40-an orang, dan berlangsung dari jam 13.00 WIB sampai sekitar 15.30 WIB.

Hadir sebagai narasumber, Deputi Bidang Pengkajian dan Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), FX Adji Samekto; Tokoh Masyarakat Kalteng, Sabran Ahmad; dan Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) GPM Heri Satmoko. Dimoderatori oleh Tri Oktafiani, dari GPM Kalteng.

Diskusi dimulai dengan paparan dari Ahmad Sabran, seputar Pancasila dan adat istiadat yang ada di Nusantara, khususnya di Kalimantan Tengah.

“Pancasila sesuai dengan falsapah human betang atau pedoman adat-budaya, sosial dari masyarakat adat Dayak,” terang Ahmad Sabran.

Sementara itu, Heri mengulas sejarah perkembangan demokrasi di Indonesia sejak era orde lama (orla), orde baru (orba) sampai ke era reformasi. Juga posisi Pancasila sebagai Dasar Negara, dalam kaitannya dengan perkembangan demokrasi itu sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, Adji menjelaskan secara singkat proses lahirnya Pancasila secara singkat. Mulai dari Pidato Pancasila 1 Juni 1945, proses dialektika di dalam Panitia Sembilan yang kemudian menghasilkan Piagam Jakarta (22/6/1945), sampai pada rumusan final Pancasila yang dicantumkan dalam Pembukaaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 pada (18/8/1945).

Lebih lanjut, Adji menegaskan bahwa “hukum tertinggi Negara (sesuai dengan Undang-undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan) adalah Pancasila,”.

Dalam sesi diskusi, salah satu peserta webinar, Christia mengutarakan diperlukan suatu lembaga yang bisa melakukan pembinaan dan pendidikan untuk meningkatkan pemahaman terhadap Pancasila serta meningkatkan rasa nasionalisme kebangsaan. Rasa nasionalisme dan pemahaman terhadap Pancasila perlu ditanamkan untuk menghadapi ideologi transnasional seperti khilafaisme, liberalisme, dan komunisme.

Sementara, peserta lain mengatakan diperlukan suatu lembaga yang memastikan seluruh peraturan perundang-undangan serta kebijakan senafas dengan Pancasila sebagai Dasar Negara dan sumber dari segala sumber hukum negara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top