Memaknai Think Out The Box Rahmat Effendi - strategi.id
Corong

Memaknai Think Out The Box Rahmat Effendi

Strategi.id - Memaknai Think Out The Box Rahmat Effendi

Strategi.id – Wacana peningkatan akses layanan kesehatan warga Bekasi melalui Kartu Sehat (KS) bukan tanpa cibiran. Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menghadapi berbagai tekanan sekaligus ketidakpercayaan dari berbagai stakeholder akan rasionalitas KS. Ada yang bilang nggak masuk akal. Terlalu politis. Mengganggu ritme anggaran. Bom waktu dan banyak cibiran lainnya. Nyatanya sejak diluncurkan pada akhir 2016 lalu, KS telah memberikan kontribusi yang besar untuk memfasilitasi keluhan kesehatan warga. Pun proses implementasinya menghadapi berbagi dinamika dan dilema, Rahmat Effendi berpikir out of the box (di luar kotak) untuk memperjuangkan kemaslahatan warganya.

Februari 2018 lalu, peluncuran Mall Pelayanan Publik (MPP) juga sarat underestimating dari berbagai pihak. Padahal proses persiapan hingga peluncurannya hanya dikerjakan dalam rentang waktu satu bulan. Lumrahnya, peluncuran program yang demikian membutuhkan waktu hingga setahun lamanya. Mulai dari proses riset, evaluasi, pengadaan, dan tahapan-tahapan lainnya.

Nyatanya, baru kemarin pula, titik MPP bertambah. Walikota Bekasi, Rahmat Effendi baru saja meluncurkan titik MPP baru di Plaza Pondok Gede. Bahkan rencananya, pemerintah akan menyiapkan beberapa titik MPP lainnya untuk mendekatkan pelayanan publik kepada warga. Di Mall ini, warga dengan mudah dan praktis dapat mengurus berbagai kebutuhan administrasi, mulai kebutuhan kependudukan, pembayaran pajak, pengurusan SIM, SKCK, dan hal-hal dasar lainnya. Inilah think out of the box Rahmat Effendi.

Baca Juga : Sambut Hari Anak, Walikota Bekasi Kunjungi Sekolahan

Realisasi program Bekasi Smart City juga mengundang beragam lelucon dan guyonan. Di beberapa ruang diskusi baik online maupun ofline, tidak sedikit pertanyaan-pertanyaan bernada satir diungkapkan banyak pihak. Bagaimana mungkin daerah yang dituding ‘Planet Mars’ punya program smart city? Hasilnya sekali lagi mengejutkan. Banyak elemen setengah tidak percaya dengan capaian kota Bekasi. Sekitar Mei 2018 kemarin, program ini berhasil meraih Smart City Readiness The 3rd Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2018. Yang bikin tambah membanggakan, Bekasi justru mengungguli kota Bandung.

Akan hal implementasi program tersebut, saat ini warga Bekasi dapat mengakses sarana internet secara Cuma-Cuma di beragam sarana publik. Sebut saja seeprti di titik-titik taman kota, kantor pemerintahan mulai di kota, kecamatan, hingga kelurahan, Puskesmas, dan banyak titik-titik internet cuma-cuma lainnya. Selain itu, pemerintah juga sudah menyediakan aplikasi Pengaduan Online Terpadu (POT). Lewat POT, masyarakat Bekasi bisa menyampaikan informasi dan masukan terhadap Pemerintah Bekasi. Tentu banyak lagi aplikasibased on product Bekasi Smart City yang sudah dan akan terus disediakan oleh pemerintah. Lagi dan lagi, pemikiran the out of the box of Rahmat Effendi.

Baca Juga : Rahmat Effendi Ajak Anies Mampir ke TPST Bantar Gebang

Jauh sebelum Gubernur Jawa Barat terpilih, Ridwan Kamil menyampaikan kepada publik terkait ide revitalisasi Kalimalang, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi sudah meluncurkan wacana yang sama. Rencana revitalisasi Kalimalang pada 2017 lalu bahkan sudah pada tahapan penyusunan desain teknis atau DED (detail engineering design). Dimana diwacanakan adanya pembangunan taman dengan standar internasional, air mancur, dan hal-hal lainnya. Sayangnya karena terkendala pembangunan Tol Becakayu, DPRD saat itu merekomendasikan program itu diselenggarakan pasca selesainya pembangunan tol. Di satu sisi kita perlu mengapresiasi Ridwan Kamil, di sisi lain kita perlu membuka informasi bahwa kita punya walikota sudah jauh berpikir ke arah pengambangan Bekasi yang maju dan moderen.

Pegawai Juga Wajib Think out of The Box

Di beberapa kesempatan, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi acap kali mengajak para pegawai di lingkungan Pemko Bekasi untuk bekerja dengan cara pandang think out of the box. Istilah ini sesungguhnya diperkenalkan oleh Matematikawan asal Inggris, Henry Ernest Dudeney lewat sebuah teka-teki sembilan titi teka-teki pada Tahun 1951. Dari teka-teki tersebut, Henry mengajak penyuka Matematika untuk berpikir secara terbuka, agresif, melalui berbagai sudut pandang untuk menyelesaikan tantangan itu.

Dalam konteks tata kelola pemerintahan, tentu seruan Rahmat Effendi harus diterjemahkan secara lebih konprehensif. Saya mencoba menerjemahkannya dalam beberapa argumentasi meliputi imajinasi dan daya pikir yang tinggi, rasa ingin tahu, konsistensi dan tak mudah terpengaruhi, efektif, kerja keras dan pantang menyerah, flexibel dan spontan serta mampu melihat objek tertentu dengan beragam sudut pandang.

Baca Juga : Mewujudkan Kota Bekasi Ramah Disabilitas

Maka menggabungkan unsur bijak mengambil sudut pandang, imajinasi tinggi, ingin tahu, konsisten, efektif, pantang menyerah, dan flexibel dapat membantu para pegawai kota Bekasi untuk berpikir di luar kotak. Karena pada momentum tertentu, pimpinan boleh hanya memberi perintah sepenggal, tapi haram hukumnya diterjemahkan sepenggal-penggal oleh pegawai sebagai eksekutor program pemerintah. Perlu pemikiran think out of the box untuk menghasilkan improvisasi kerja yang optimal dan tepat sasaran.

Sebagai pegawai, kita tentu beruntung memiliki pemimpin yang agresif dengan pemikiran pembangunan yang out of the box. Mengapa? Karena tidak semua pemimpin dianugerahi pemikiran yang kritis, agresif, dan bebas dari kerangkeng dan batasan intelektual. Namun pembangunan bisa juga timpang dan mandek kalau tim pegawai tidak mampu mengimbangi jalan pikir para kepala daerah yang out of the box. Tidak mungkin walikota Bekasi terlalu maju, sementara karyawannya lambat, hanya pintar bermanis-manis di depan, namun pahit di belakang. Sudah tak jamannya lagi era yang demikian. Era digital dan keterbukaan informasi, para pegawai tuntut flexibel, kreatif dan cekatan sehingga ide-ide pembangunan dapat terlasana dan bisa dinikmati secara menyeluruh oleh warga. Kalau tidak demikian, apa kata dunia?

Berikan Komentar

Berikan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Atas