Membangun Indonesia Dari Desa Dengan Memanfaatkan Anggaran Desa Sebesar 9 % – strategi.id
Nusantara

Membangun Indonesia Dari Desa Dengan Memanfaatkan Anggaran Desa Sebesar 9 %

Anggaran Desa
Strategi.id - Membangun Indonesia Dari Desa Dengan Memanfatkan Anggaran Desa Sebesar 9 %(foto : Kegiatan Jaringan Desa Gempur)

Strategi.id – Desa, sebuah kawasan yang sering dipersepsikan orang kota sebagai tempat yang nyaman dan indah. Meski kadang menyimpan sebuah potret buram kemiskinan. Citra buruk itulah yang hendak dihapus oleh pemerintah. Maka mulai awal tahun pemerintahan secara bertahap menjalankan amanat yang tertera pada undang-undang tentang desa. Di dalamnya ada kewajiban pemerintah memberikan anggaran Desa.

 

Strategi.id - Foto Sandiwara Kolosal Geger Klangenan di ruang terbuka untuk pentas Jaringan Desa GEMPUR

Strategi.id – Foto Sandiwara Kolosal Geger Klangenan di ruang terbuka untuk pentas Jaringan Desa GEMPUR

Presiden Joko Widodo berencana menambah kucuran transfer ke daerah anggaran desa untuk tahun 2019 menjadi Rp832,3 triliun. Jumlah tersebut naik 9 persen dari perkiraan realisasi di tahun 2018. Hal itu disampaikan dalam pidato nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2019.

Penambahan itu, kata Jokowi, bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, penambahan transfer daerah dan dana desa telah mampu meningkatkan kinerja pelayanan dasar publik dan kesejahteraan masyarakat. “Dalam periode 2014-2017, Indeks Kesenjangan Antar-Daerah menurun dari 0,759 menjadi 0,668,” ujarnya, Kamis (16/8).

Menurut Jokowi, anggaran desa yang mulai dialokasikan sejak tahun 2015 bermanfaat bagi membangun fasilitas bagi masyarakat. “Dalam periode itu ada pembangunan sekitar 124 ribu kilometer jalan desa, 791 kilometer jembatan, akses air bersih 38,3 ribu unit, sekitar 3 ribu unit tambatan perahu, 18,2 ribu unit PAUD, 5,4 ribu unit Polindes, 6,6 ribu unit pasar desa, 28,8 ribu unit irigasi, 11,6 ribu unit Posyandu, dan sekitar 2 ribu unit embung,” ujarnya.

Pemanfaatan anggaran desa, kata Jokowi, juga diarahkan untuk skema padat karya tunai guna memperkuat pendapatan dan daya beli masyarakat.

Hingga semester I Tahun Anggaran 2018, realisasi dana desa telah mencapai Rp35,9 triliun atau 59,8 persen dari pagunya. Realisasi dana tersebut antara lain digunakan untuk membangun 5,3 ribu kilometer jalan desa, 24,1 kilometer jembatan, 6 ribu unit akses air bersih, 508 unit tambatan perahu, 1,6 ribu unit PAUD, 910 unit Polindes, 845 unit pasar desa, 10,8 ribu unit irigasi, 677 unit posyandu, dan 664 unit embung.

Pencapaian itu menurut Jokowi membuat pemerintah yakin untuk menambah anggarannya. Jika usulan itu disetujui oleh DPR, Jokowi mengatakan bahwa anggaran desa mampu digunakan untuk pembangunan di 34 provinsi, 508 kabupaten/kota, hingga 74.957 desa.

Menurut pengamat kebijakan pemerintah Sarbini tekad membangun desa sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan program Nawacita yang salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan cara memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI.

“Pembangunan desa harus menjadi prioritas dalam pembangunan nasional karena sangat terkait dengan upaya membangun Indonesia dari pinggiran dengan cara memperkuat daerah-daerah,” menurut Sarbini lewat pesan singkatnya (17/8/18).

Percepatan pembangunan desa adalah mewujudkan mimpi banyak orang di Indonesia demi terwujudnya pemerataan pembangunan sesuai dengan cita cita Negara mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, pungkas Sarbini yang juga mantan aktivis FKSMJ’98

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top