Membendung Hasutan Melawan PPKM Darurat dengan Memastikan Penyaluran Bansos Lancar dan Tepat Waktu - strategi.id
Dialektika

Membendung Hasutan Melawan PPKM Darurat dengan Memastikan Penyaluran Bansos Lancar dan Tepat Waktu

Strategi.id - Membendung Hasutan Melawan PPKM Darurat dengan Memastikan Penyaluran Bansos Lancar dan Tepat Waktu

Strategi.id – PPKM Darurat sudah diterapkan selama dua minggu lebih. Rencana awal, PPKM Darurat tahap I akan berakhir hari ini 20 Juli 2021. Namun melihat perkembangan penyebaran COVID-19, Pemerintah telah mempertimbangkan untuk memperpanjang PPKM Darurat. Perpanjangan PPKM Darurat perlu dilakukan untuk menekan penyebaran COVID-19 yang masih tinggi terutama di wilayah Jawa dan Bali.

Akan tetapi, upaya Pemerintah untuk menekan pemyebaran COVID-19 dengan menerapkan PPKM Darurat, mulai mendapat protes dan respon negatif dari sejumlah pihak. Aksi-aksi menolak PPKM Darurat pun mulai dilancarkan. Di dunia maya, hasutan dan penyebaran berita bohong (hoax) dilancarkan pihak-pihak yang selalu menghasut serta mengajak publik memmbenci Pemerintah. Agama masih dijadikan pembungkus untuk memperkuat hasutan tersebut.

Hasutan dan aksi-aksi protes terhadap penerapan PPKM Darurat, lebih baik jika diantisipasi sedini mungkin. Mumpung masih kecil, jangan sampai menunggu aksi dan protes menjadi besar. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk membendung hasutan kepada masyarakat adalah penyebaran bansos pemerintah, menjaga perputaran uang dan barang tetap stabil. Di tengah penerapan PPKM Darurat, sejumlah masyarakat bisa dipastikan mengalami kesulitan. Oleh karena itu penyaluran bansos penting untuk dipastikan lancar dan tepat waktu.

Bansos perlu sesegera mungkin disalurkan kepada masyarakat yang membetuhkan, dan wajib dipastikan bansos tepat sasaran. Jangan sampai ada keterlambatan, juga salah sasaran bansos yang disalurkan tersebut.

Selain itu peredaran barang, terutama sembako di masyarakat juga harus diperhatikan peredaran. Juga peredaran uang di masyarakat, jangan sampai terganggu. Perlu dipastikan kegiatan perekonomian berjalan dengab baik, walaupun mungkin tidak sefektif dan maksimal seperti kondisi normal.

Penulis Oleh: Asto / Peneliti Strategi Institute

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top