Mengenal Bung Tomo "Provokator" Peristiwa 10 November - strategi.id
Tokoh

Mengenal Bung Tomo “Provokator” Peristiwa 10 November

Strategi.id – Bung Tomo memiliki nama asli Sutomo lahir di Kampung Blauran di pusat kota Surabaya. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo merupakan seorang kepala keluarga dari kelas menengah.

Ia pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan sebagai staf pribadi di perusahaan swasta sebagai asisten di Kantor pajak pemerintah dan pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda.

Baca Juga : Pahlawan Di era Milenial

Seperti yang kita ketahuia Masyarakat indonesia memperingati hari pahlawan pada sepuluh november, yang didasarkan pada peperangan besar di Surabaya antara Indonesia melawan tentara NICA yang mendompleng sekutu.
peperangan yang bermula dari insiden pengibaran bendera belanda di hotel yamato ini berkembang menjadi peperangan yang menumpahkan banyak darah dan merupakan peperangan paling besar yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan.

Indonesia yang saat itu sudah merdeka dilecehkan oleh tentara sekutu yang ternyata membawa pasukan belanda untuk merebut kembali indonesia dengan alasan melucuti tentara jepang dan membebaskan tawanan perang, biografi bung Tomo akan menceritakan sejarah berdarah tersebut.

Bung Tomo yang memiliki nama lengkap Soetomo adalah laki-laki kelahiran Surabaya pada tanggal 02 Oktober 1920, merupakan putra dari Kartawan Tjiptowidjojo terlahir dari keluarga kelas menengah setengah priyayi, bung Tomo juga menempuh pendidikan yang hampir setara dengan anak-anak kompeni saat itu, padahal waktu itu sangat sulit mendapatkan akses pendidikan bagi warga pribumi, bung Tomo muda juga aktif mengikuti berbagai macam organisasi.

salah satunya adalah organisasi kepanduan bangsa indonesia yang juga merupakan organisasi cikal bakal pramuka di indonesia, bung Tomo sendiri mengatakan bahwa selama bergabung dengan organisasi ini banyak sekali hal yang ia pelajari sebagai landasannya memperjuangkan negara indonesia, mengetahui biografi bung Tomo merupakan hal yang sangat penting untuk menumbuhkan rasa nasionalisme generasi muda indonesia.

Pernah menjadi jurnalis

Bung tomo juga memiliki karir yang cemerlang di segala bidang yang pernah bung tomo geluti, diantaranya adalah sebagai jurnalist, bung tomo memiliki minat yang sangat tinggi terhadap dunia jurnalistik pada masa mudanya, puncak karir bung tomo di dunia jurnalistik adalah menjadi pemimpin redaksi pada kantor berita antara.
Bung Tomo pernah menjadi seorang jurnalis pada Harian Soeara Oemoem di Surabaya pada tahun 1937. Setahun kemudian, ia menjadi Redaktur Mingguan Pembela Rakyat serta menjadi wartawan dan penulis pojok harian berbahasa Jawa, Ekspres, di Surabaya pada tahun 1939.
membahas biografi bung tomo dengan pertempuran sepuluh november yang sangat sengit tidak bisa terlepas dari peran ulama-ulama dan kyai-kyai di jawa timur, diantaranya adalah KH. Wahab Chasbullah yang saat itu menjabat sebagai panglima laskar Hizbullah yang berada di garis terdepan peperangan sepuluh november.

Terjun ke dunia politik

Selepas peperangan melawan penjajah bung Tomo sempat terjun ke dunia politik dengan menjadi menteri negara Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Veteran dan juga pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi namun pada kenyataannya hati bung Tomo tidak terpuaskan dan seringkali merasa kecewa dengan keputusan-keputusan politik saat itu, biografi bung Tomo bisa sangat panjang jika membahas hal ini.

Baca Juga : Sihir Materialisme Dalam Mitos dan Fantasi Kepahlawanan

Bung Tomo mengalami kekecewaan yang sangat mendalam terhadap model pemerintahan orde baru yang di pimpin oleh soeharto, sehingga membuatnya menjadi lantang meneriakkan ketidak adilan yang dilakukan oleh pemerintahan orde baru, sehingga pada puncaknya bung Tomo sempat dipenjara oleh pemerintah orde baru yang merasa khawatir dengan protes dan kritik yang dilakukan oleh bung Tomo, demikian biografi bung Tomo semoga dapat meningkatkan rasa nasionalisme kita.

Gelar Pahlawan

Setelah pemerintah di desak oleh gerakan Pemuda (GP) Anshor dan Fraksi Partai Golkar (FPG) agar memberikan gelar pahlwan kepada Bung Tomo pada tanggal 9 November 2007. Akhirnya gelar pahlwan nasional diberikan kepada Bung Tomo bertepatan pada peringatan hari Pahlawan yaitu tanggal 10 November 2008. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Bersatu, Muhammad Nuh pada tanggal 2 November 2008 di Jakarta.
Profil Bung Tomo

Nama                    : Sutomo (Bung Tomo)
Lahir                     : Surabaya, Minggu, 3 Oktober 1920
Meninggal           : Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 (umur 61 tahun)
Dikenal karena   : Pahlawan Nasional Indonesia
Agama                  : Islam
Orangtua             : Kartawan Tjiptowidjojo
Pasangan             : Sulistina Sutomo

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top