Mengenal Khashoggi, Jurnalis Yang Hilang Di Turki - strategi.id
Internasional

Mengenal Khashoggi, Jurnalis Yang Hilang Di Turki

khashoggi
Al Jazeera

Strategi.id – Wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi, yang menghilang di Turki menarik perhatian internasional. Ditenggarai, Khashoggi diduga hilang setelah memasuki kantor konsulat Saudi di Istanbul.

Pada Selasa (2/10/18), Khashoggi masuk ke kantor konsulat Saudi untuk mengambil dokumen. Dokumen resmi ini diperlukan terkait pernikahannya dengan seorang wanita Turki, Hatice Cengiz yang merupakan mahasiswa kedokteran Turki. Mereka baru saja membeli apartemen di Istanbul untuk persiapan pernikahan mereka.

Namun, sejak hari itu Khashoggi menghilang. Polisi mengatakan sebanyak 15 warga Saudi, termasuk pejabat tiba di Istanbul dan berada di gedung konsulat bersamaan dengan Khashoggi.

Saudi dengan keras membantah klaim tersebut dan mengatakan bahwa Khashoggi sudah pergi meninggalkan konsulat. Hingga kini, penyelidikan masih berjalan.

Latar Belakang

Jamal Khashoggi lahir di Madinah pada 1958. Dirinya adalah seorang pengkritik utama kepemimpinan Arab Saudi saat ini, khususnya terhadap berbagai kebijakan Pangeran Mohammed. Kritikannya itu dia tuliskan di kolom opini The Washington Post. Ia menjadi wartawan senior dan kontributor koran itu, setelah melarikan diri dari negaranya.

Saat masa muda, Khashoggi mempelajari ilmu jurnalistik di Universitas Indiana di Amerika Serikat dan memulai karirnya sebagai koresponden untuk surat kabar Arab Saudi, Gazette.

Sebelumnya, Khashoggi dikenal sangat dekat dengan lingkaran keluarga kerajaan Saudi, di mana ia mendapatkan reputasinya sebagai seorang reformis dengan mendorong hal-hal kritis yang mempertanyakan kebijakan regional dan domestik Saudi, seperti dikutip the Al-Jazeera.

Karir jurnalistik

Karir Kashoggi menjadi wartawan sudah dimulai pada 1980, saat dirinya sudah menjadi wartawan dan menjalankan tugasnya di Afghanistan, dimana dia bertemu dan mengikuti kegiatan pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden.

Dilansir dari The Washington Post, Khashoggi juga merupakan wakil pemimpin redaksi surat kabar di Arab Saudi saat terjadi serangan 11 September 2001 di AS. Akibat serangan itu, dirinya dikejar oleh wartawan asing untuk dimintai pendapat mengapa kaum muslim sampai melakukan tindakan itu.

Pada 2000, dirinya dua kali dipecat dari jabatannya sebagai kepala redaksi surat kabar Al-Watan yang merupakan media milik pemerintah. Dirinya dipecat pada 2007 dan 2010 dimana saat media ini berada dibawah kepemimpinannya, ia menyebarkan berbagai cerita, editorial, dan karikatur yang kritis terhadap ekstremis dan cara negara menerapkan nilai-nilai agama.

Khashoggi pernah menjadi penasihat bagi duta besar Arab Saudi di London. Pada 2005, saat pangeran Turki, Al-Faisal, yang merupakan mantan kepala intelijen duta besar ditunjuk menjadi utusan Saudi untuk AS, Khashoggi bergabung dengannya sebagai asisten media.

Berikan Komentar

Berikan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 1 =

Atas