Mengenal Lebih Jauh Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Hanif Dhakiri - strategi.id
Tokoh

Mengenal Lebih Jauh Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Hanif Dhakiri

Strategi.id – Lahirnya Era Reformasi mendorong Hanif Dhakiri tancap gas terjun ke dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dekat dengan lingkaran elit dan warga nahdliyin, ia terpilih menjadi anggota DPR. Puncaknya, anak mantan TKW ini menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Pria kelahiran Semarang, 6 Juni 1972 ini adalah anak dari pasangan H. Zuhri Maksum dan Hj. Siti Hafsoh. Ayahnya seorang tenaga pengajar SD dan ibuya pernah bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW).

Dia berasal dari keluarga Nahdlatul Ulama (NU) dan seorang aktivis. Sejak duduk di bangku kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Wali Songo, Jawa Tengah, ia sudah aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan dan kemasyarakatan.

Hanif memulai mengasah kepemimpinannya di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sebuah organisasi mahasiswa berafiliasi pada kultur NU.

Pasca lulus kuliah, pada 1996, dalam usia 24 tahun, dia habiskan hidupnya di lembaga kajian, konsultan, dunia tulis menulis dan aktivis.

Hanif tercatat aktif di FNS Indonesia, NDI, Walhi, PMII, Nadwah Dirasah Islam dan Kemasyarakatan (NADIKA), dan Komite Anti Diskriminasi Indonesia. Dia juga menulis buku Menggagas Fiqh Perburuhan, Paulo Freire, Islam dan Pembebasan.

Pada tahun 1998, awal Era Reformasi, Hanif terjun ke dunia politik. Dia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan termasuk sebagai generasi pertama yang ikut partai besutan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini.

Pada tahun 2010, ia dipercaya jadi wakil sekjen PKB, dan berlanjut menjadi ketua DPP PKB pada kepimpinan Muhaimin Iskandar. Karier di partai berlanjut naik saat menjadi orang kepercayaan Muhaimin Iskandar, dia diminta menjadi Sekjen PKB 2014-2019.

Sebelumnya, dia menjadi staf khusus Menakertrans Muhaimin Iskandar. Hubungan yang dekat dengan Muhaimin dan profesionalnya dalam mengerjakan tugas kepartaian dan sebagai staf, dia mencoba ikut Pemilu 2009 untuk dapil Jawa Tengah X wilayah Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang.

Hanif terpilih menjadi anggota DPR RI 2009-2014, pada usia 37 tahun. Di DPR dia didapuk menjadi ketua Fraksi PKB. Kariernya terus meroket.  Pada pemilu 2014 dia terpilih kembali menjadi anggota DPR 2014-2019.

Dalam waktu yang bersamaan pada Pilpres 2014, dukungan PKB kepada calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla berhasil menang. Alhasil, presiden terpilih Jokowi meminta Hanif untuk mengurus persoalan  buruh, TKW, dan TKI sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top