Mengenal Sunaryo Dirut BRI Hasil RUPS-LB BRI 2019 - strategi.id
BUMN

Mengenal Sunaryo Dirut BRI Hasil RUPS-LB BRI 2019

Sunaryo Dirut BRI RUPSLB

Strategi.id- Ketika Sunarso “pulang kampung” ke PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dari jabatan sebelumnya Dirut PT Pegadaian (Persero) yang hanya bertahan setahun, ada sinyal bahwa sosok ini punya kans besar memimpin bank dengan aset terbesar di Indonesia ini.

Hasilnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank BRI yang digelar Senin 2 September sore ini resmi menunjuk Sunarso sebagai Direktur Utama Bank BRI menggantikan posisi Suprajarto yang sebelumnya ditunjuk menjadi Dirut PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) tapi mengundurkan diri.

Baca Juga : RUPS-LB BRI Merombak 4 Direksi dan Mengangkat Sunaryo Sebagai Dirut Baru

Sunaryo bankir Alumni Agronomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan S2 Administrasi Bisnis, Universitas Indonesia sebelumnya sudah ditunjuk oleh Kementerian BUMN untuk menjadi Plt (pelaksana tugas) Dirut Bank BRI sementara sambil menunggu definitif posisi direktur utama dalam RUPSLB hari ini. Bank yang paling menguntungkan di Indonesia ini mencatatkan total aset sebesar Rp 1.228,19 triliun pada akhir Juni 2019.

Sebelum menjadi Wadirut BRI dan akhirnya dipilih menjadi Dirut BRI hari ini, Sunarso merupakan bankir yang membangun kariernya di Bank Dagang Negara (BDN). Setelah BDN dimerger dan bersalin nama menjadi Bank Mandiri, pria kelahiran Pasuruan 7 November 1963 ini melanjutkan karier di bank berlogo pita kuning ini.

Di Bank Mandiri, Sunarso merupakan bankir yang berprestasi. Salah satu prestasinya adalah berhasil menyusun skema pembiayaan kepada sektor kelapa sawit.

Pada 2010, pemegang saham Bank Mandiri memberikan mandat sebagai direksi Bank Mandiri. Ia menduduki jabatan sebagai direktur Commersial & Business Banking selama 5 tahun.

Pada 2015, Kementerian BUMN memberikan mandat bagi pada Sunarso. Ia ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama BRI mendamping Asmawi Syam yang ditunjuk sebagai direktur utama.

Baca Juga : Aparatur Negara Bertugas Mengawal Pancasila

Sunarso tak sampai tuntas menjalankan amanat ini hanya 2 tahun menjalani peran ini. Pada Oktober 2017, Kementerian BUMN menunjuk Sunarso sebagai Direktur Utama Pegadaian.

Ternyata Sunarso hanya bertahan satu tahun di Pegadaian, pada 3 Januari 2019, RUPSLB BRI menunjuknya kembali sebagai Wadirut BRI dan menjadi Dirut BRI per 2 September ini.

Usai ditunjuk dalam RUPS LB BRI Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan, perseroan akan tetap fokus terhadap tujuan awal untuk menyasar pasar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Apalagi saat ini era digital sangat banyak UMKM yang bisa berkembang namun belum tersentuh layanan perbankan.

Baca Juga : Dapatkan Tiket Konser Ekslusif Karya Semesta Iwan Fals Di Stadion Wibawa Mukti

“BRI akan go smaller go shorter harus sasar pasar yang belum banyak disentuh yang lain. Jadi go smaller sudah pasti cost tinggi dan go shorter lewat digital,” ujarnya saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (2/9/19).

Dengan misi tersebut, dia yakin BRI akan semakin baik kinerjanya meskipun harus bersaing dengan financial technology (fintech). Pasalnya, dengan memanfaatkan teknologi digital membuat BRI dapat menyasar UMKM hingga lapisan bawah dengan tenor yang lebih cepat.

“Jadi layani rakyat sebanyak-banyaknya dan semurah mungkin melalui digitalisasi. Itu butuh culture jadi sudah pasti kita transformasi perusahaan ini,” kata dia.

Tujuan tersebut juga bisa direalisasikan dengan cara lain seperti mengakuisisi fintech atau berkolaborasi dengan fintech lainnya yang bergerak di sektor pembiayaan UMKM. Pasalnya, saat ini banyak fintech yang tengah berkembang pesat maupun berpotensi tinggi untuk dikembangkan ke depannya.

“Kita juga bisa bikin fintech. Dan kemudian fintech itu kita tempatkan di anak perusahaan. Kita bisa own (miliki) langsung atau kita kolaborasi atau kerja sama yang bisa kita lakukan dengan fintech,” ucapnya.

Baca Juga : Kontak Seksual di Luar Nikah, Halal?

Pemanfaatan teknologi digital ini akan membantu BRI mewujudkan misi karena dapat membantu mengefisienkan biaya proses operasional. Selain itu, teknologi digital juga mampu mempercepat proses penyaluran pembiayaan ke UMKM

“BRI ini sejak lahir DNA-nya sudah DNA bank mikro. Oleh karena itu komitmen tim tetap konsisten dominan di UMKM. Ini akan mengarah kedua hal digitalkan bisnis proses untuk peroleh efisiensi, digitalisasi harus temukan new business model bagi para stakeholder,” tutur dia.

Riwayat Pendidikan

Lulusan S2 – Administrasi Bisnis, Universitas Indonesia

Lulusan S1 – Agronomi, Institut Pertanian Bogor

Riwayat Pekerjaan

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2019 – Agustus 2019)

Direktur Utama PT Pegadaian(Persero) (2017 – 2019)

Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2015 – 2017)

Direktur Commercial & Business Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2010 – 2015)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top