Mengenal Tan Malaka, Aktor Pergerakan Revolusi Indonesia (1) – strategi.id
Tokoh

Mengenal Tan Malaka, Aktor Pergerakan Revolusi Indonesia (1)

strategi.id – Tan Malaka adalah seorang tokoh revolusioner besar Asia yang jejak dan pemikirannya selama ini sering disalahpahami bahkan tidak diketahui.

Nama asli dari Tan Malaka adalah Sutan Ibrahim Gelar Datuk Tan Malaka. Beliau lahir di Pandan Gading, sumatera barat. Tan malaka lahir pada tanggal 19 februari tahun 1896. Tan malaka menyelesaikan sekolah di Europese Kweekschool Harleem, Belanda. Selanjutnya beliau juga mengambil kursus untuk calon kepala sekolah di Europese Hoofdakte Cursus. Setelah menyelesaikan semua sekolah dna pendidikannya di Belanda. Tan malaka kembali lagi ke Indonesia.

Tan Malaka terjun dalam gelanggang pergerakan melawan kolonialisme Belanda. Bahkan, pada 1925, Tan Malaka menggagas ide mengenai “Republik Indonesia” dalam buku berjudul Naar de Republiek Indonesia. Buku yang beredar di bawah tanah inilah yang menginspirasi pergerakan dan pemikiran para tokoh bangsa selain Massa Actie (1926).

Tan Malaka kemudian ditunjuk sebagai wakil Komintern Asia Tenggara, membawahi wilayah Filipina, Burma, Siam, Annam, dan Indonesia. Dalam tugas barunya ia mulai berkeliling dari dari satu tempat ke tempat lain, dari Kanton, Tokyo, Manila, hingga Singapura.

Tan Malaka kemudian melanglang buana, bersembunyi dari kejaran intel imperialis Eropa, berpindah-pindah tempat mulai dari Bangkok, Manila, Amoy, Shanghai, Hongkong, Singapura, Rangon, hingga Penang. Total Tan Malaka menghabiskan 20 tahun sebagai pelarian politik mengelilingi hampir seluruh dunia.

Periode singkat sebagai wakil Komintern di Tiongkok juga penting sebab di sinilah Tan Malaka menulis Naar de Republiek Indonesia yang melambungkan namanya sebagai tokoh penting yang berjasa mengonsepsikan pendirian Republik Indonesia.

Dekat dengan PKI pada awal-awal pergerakannya di indonesia, akhirnya tan malaka di “pecat” karena menentang keputusan CC PKI yang saat itu merencanakan pemberontakan bersenjata melawan pemerintah kolonial yang pada akhirnya berbuah pengasingan dan penjara kepada sejumlah tokoh pergerakan saat itu.

Tersingkir dari PKI tak membuat Tan melempem, bersama-sama sejumlah tokoh PKI yang tak sejalan dengan putusan Comitee Central, Tan Malaka mendirikan Partai Republik Indonesia (PARI), walaupun tak terlibat secara langsung pada proses proklamasi kemerdekaan indonesia, Kader-kader PARI saat itu justru menjadi aktor intelektual aksi “pengamanan” Soekarno-Hatta oleh sejumlah kelompok pemuda ke Rengasdengklok, yang pada akhirnya membuahkan proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. (bersambung)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top