Mengkomunikasikan Gerakan Reformasi 1998 - strategi.id
Dialektika

Mengkomunikasikan Gerakan Reformasi 1998

Strategi.id - Mengkomunikasikan Gerakan Reformasi 1998

Strategi.id – Setelah 22 tahun berlalu, gerakan reformasi tahun 1998 masih belum sepenuhnya menunjukkan perbaikan bila dihubungkan dengan tuntutan reformasi ketika itu. Kondisi sekarang tentu saja tidak bisa dipisahkan dari gerakan reformasi 1998. Itu artinya gerakan reformasi 1998 harus menjadi momentum dalam gerak langkah bernegara dan membangunan tatanan sosial sebagaimana cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945 dan Pembukaan UUD 1945.

Peristiwa yang terjadi pada bulan Mei, kalau kita mau belajar dengan menengok masa lalu, maka bulan Mei ini dapat dijadikan sebagai tonggak dalam pembangunan moral dan keteladanan. Paling tidak ada tiga moment penting di bulan Mei, yaitu pertama tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional dan yang kedua adalah Hari kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei. Sekaligus Reformasi 1998 yang menjadi akumasi gerakan mahasiswa di seluruh Indonesia.

Tiga momen ini mempunyai makna historis yang sangat baik untuk kita teladani dalam pembangunan moral bangsa. Mari kita sikapi bersama makna positif dari Pendidikan Nasional ini dengan meningkatkan intelektualitas sebagai bangsa yang modern dan terdidik. Sebab tidak dipungkiri bahwa nilai intelektualitas bangsa akan menjadi modal dasar dan faktor yang dominan dalam membangun kemajuan bangsa, sejalan dengan perkembangan kemajuan teknologi yang demikian pesatnya saat ini.

Sedang sisi positif Hari Kebangakitan Nasional yang dapat kita teladani adalah semangat juang dalam menggalang nilai-nilai kesatuan dan persatun. Jadi yang harus kita sikapi ialah bagaimana kita dapat meningkatkan semangat persatauan dan kesatuan untuk menumbuhkan nasionalisme bangsa seperti semangat kesatuan dan persatuan saat berdirinya Budi Utomo 1908 yang lalu.

Nilai yang dibangun dan diwariskan Reformasi 1998 mahasiswa ketika itu tahunya hanya bergerak untuk memperbaiki kondisi yang sudah sangat rusak selama 32 tahun Orde Baru.

Gerakan mahasiswa ketika itu adalah gerakan moral yang sama sekali tidak punya motif politik dan motif ekonomi yang berpikir mengambil alih kekuasaan untuk berkuasa. Mahasiswa ketika itu berpegang pada logika kebangsaan.

Logika kebangsaan yang dimaksud adalah dengan mengembalikan semua pranata peri kehidupan bertanah-air, berbangsa dan bernegara kembali kepada cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 seperti apa yang telah diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Berangkat dari logika kebangsaan itu, Gerakan Reformasi 98 tidak boleh hanya dijadikan sebagai bargain position, atribut, penanda tetapi harus dijadikan momentum sehingga gerakan ini menjadi turning point. Apakah kita lebih baik atau lebih buruk. Reformasi 1998 menjadi acuan bagi kita menilai kondisi sekarang, sehingga kalau kita mau menyebut saat ini baik maka harus dinilai dari momentum reformasi 1998. Kalau kita mau menyebut buruk sama halnya kita pakai acuannya Reformasi 1998.

Gerakan Reformasi 1998 bukanlah identitas yang dipakai sebagai penanda atau atribut tanpa makna. Gerakan Reformasi 1998 itu momentum, maka selayaknya momentum ada nilai-nilai yang ada harus terus dikomunikasi dengan tekun, terukur sehingga berdampak.

Refleksi gerakan Reformasi 1998 tidak selesai hanya romantis-romantisan tetapi tetap dalam kritis dialektis atas situasi dan kondisi politik, ekonomi dan sosial. Perlu koreksi pada bagian-bagian yang Kita anggap dan nilai belum mengalami perubahan dan perbaikan. Kita jadikan Reformasi 1998 sebagai turning point (titik balik) menilai dan memperbaiki ke arah yang kita diperjuangakan ketika itu, bahkan sudah diperjuangkan para pendiri bangsa.

Mari kita terus-menerus mengkomunikasikan gerakan Reformasi 1998 baik semangat, cita-cita dan nilai yang pernah kita pikirkan sekaligus perjuangkan bagi generasi sekarang dan setelah kita. Sebab tidak ada perjuangan yang sia-sia dan saatnya akan menemui jalannya, Semoga.

Penulis: Rialdo Rezeky (Dosen FIKOM Univ. Moestopo dan Aktivis FKSMJ).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top