Menjalankan Misi Kementrian BUMN RUPS-LB PGN Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris - strategi.id
BUMN

Menjalankan Misi Kementrian BUMN RUPS-LB PGN Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris

RUPSLB PGN

Strategi.id- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memutuskan untuk merombak jajaran direksi. Terdapat tiga posisi direksi yang mengalami penggantian.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan, pergantian direksi merupakan keputusan mutlak pemegang saham Seri A. Selain itu, keputusan tersebut juga berdasarkan hasil evaluasi.

Baca Juga : Oni Febriarto Menjadi Pilot Buat BTN 90 Hari Kedepan Sampai RUPSLB

“Ini adalah wewenang Pemegang Saham Seri A. Tentu untuk melakukan hal itu juga dari hasil review pemegang saham seri A,” kata Gigih, usai RUPSLB PGN di Jakarta, Jumat (30/8/19).

Menurut Gigih, direksi baru yang dipilih memiliki kemampuan yang mumpuni sesuai bidang yang dijabatnya sebab sudah memiliki pengalaman ditempat berkarier sebelumnya.

Direktur Komerisal Danny Praditya digantikan Dilo Seno Widagdo yang sebelumnya mengisi jabatan Direktur Infrastruktur dan Teknologi.

Sementara Direktur Infrastruktur dan Teknologi diisi oleh Redy Ferryanto yang sebelumnya bertugas menjadi Direktur Operasional di PT Energy Management Indonesia.

Baca Juga : Suprajarto Menolak, Direksi Bank BUMN Kisruh, Apa Kata Kementrian BUMN?

Kemudian Direktur Keuangan Said Reza Pahlevy digantikan oleh Arie Nobelta Kaban. Arie sebelumnya berkarir sebagai penegak hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berikut jajaran direksi dan komisaris PGN yang baru:

Direksi Direktur Utama : Gigih Prakoso Soewarto

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis : Syahrial Mukhtar

Direktur SDM dan Umum : Desima E. Siahaan

Direktur Infrastruktur dan Teknologi : Redy Ferryanto Direktur Keuangan : Arie Nobelta Kaban

Direktur Komersial : Dilo Seno Widagdo

Baca Juga : Hasil RUPS-LB BNI Rombak Susunan Direksi dan Komisaris, Achmad Baiquni Tetap Jadi Pilot BNI

Sedangkan susunan Komisaris PGN yang baru adalah

Komisaris Komisaris Utama : IGN Wiratmaja Puja

Komisaris : Luky Alfirman

Komisaris : Mas’ud Khamid

Komisaris Independen : Paiman Rahardjo

Komisaris Independen : Kiswodarmawan

Komisaris Independen : Christian H. Siboro

Melihat kinerja sepanjang paruh pertama 2019 produsen emiten migas milik pemerintah tersebut belum mampu membukukan kinerja keuangan yang memuaskan. Pasalnya, keuntungan yang dikantongi perusahaan anjlok 69,87% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Hingga akhir Juni 2019, jumlah laba bersih yang dicatatkan oleh PGAS hanya sebesar US$ 54,04 juta atau setara Rp 764,22 miliar (asumsi kurs Rp 14.141/US$). Padahal pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan dapat membukukan laba mencapai US$ 179,39 juta atau setara Rp 2,54 triliun.

Setelah ditelusuri, beberapa faktor yang menyebabkan tertekannya kinerja bottom line PGAS di antaranya anjloknya penjualan minyak dan gas, penurunan nilai properti, serta rugi selisih kurs.

Total pemasukan PGAS pada semester I-2019 terkoreksi 6,69% YoY menjadi US$ 1,79 miliar, di mana penjualan minyak dan gas mencatatkan koreksi paling dalam mencapai 38,22% YoY menjadi hanya US$ 196,21 juta.

Sedangkan pendapatan dari distribusi gas cenderung stabil, walau turun tipis 1,82% secara tahunan menjadi US$ 1,33 miliar.

Selain itu, perusahaan juga membukukan penurunan nilai atas properti minyak dan gas di blok Pangkah mencapai US$ 44,18 juta. Merujuk pada laporan keuangan perusahaan, kerugian tersebut disebabkan perubahan rencana manajemen terkait pertimbangan teknis dan komersial yang mengakibatkan turunnya profil produksi.

Baca Juga : Ribuan Karyawan Pertamina Desak Rini Soemarno Dicopot

Pada paruh pertama tahun ini, PGAS juga membukukan kerugian atas selisih kurs mata uang yang lebih besar, dari hanya US$ 19,81 juta menjadi US$ 34,07 juta.

Mempertimbangkan kinerja perusahaan yang kurang ciamik sepanjang semester pertama tahun 2019, menambah alasan yang kuat untuk mengganti susunan pengurus utama perusahaan.

Walaupun sebelumnya Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menuturkan, hingga saat ini, seperti yang diketahui olehnya, belum ada perubahan susunan pengurus di PGN.

“Dari kami tidak ada (usulan perubahan), lebih banyak komisaris. Kalau komisaris dari stakeholders, seperti kemarin bank, ada stakeholders Kemenkeu. Kemenkeu ganti, kami ganti,” katanya di Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Kamis (29/8/19).

Namun hasil RUPS-LB menganti sejumlah direksi dan komisaris PGN.


Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top