Mewujudkan Transportasi Online yang Aman dari Kekerasan terhadap Perempuan - strategi.id
Nusantara

Mewujudkan Transportasi Online yang Aman dari Kekerasan terhadap Perempuan

Strategi.id - Mewujudkan Transportasi Online yang Aman dari Kekerasan terhadap Perempuan
Strategi.id - Mewujudkan Transportasi Online yang Aman dari Kekerasan terhadap Perempuan

Strategi.id – Dalam semangat peringatan Hari Kartini, Komnas Perempuan berkolaborasi dengan Yayasan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan PT Solusi Transportasi Indonesia (penyedia aplikasi dengan merk dagang “Grab Indonesia”) dalam upaya menghentikan kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di layanan aplikasi transportasi online.

Berdasarkan data Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2019 terdapat 406.178 kasus kekerasan terhadap perempuan, diantaranya tercatat 2 kasus kekerasan seksual berupa pelecehan seksual yang terjadi di transportasi online yang diadukan ke Komnas Perempuan, Rabu (24/4/19).

Baca Juga : Jaksa Agung Akan Evaluasi Aplikasi Smart Pakem

Tim riset tirto.id pada Februari 2018 juga mempublikasikan setidaknya 7 kasus pelanggaran yang masuk ke dalam ranah pidana yang melibatkan mitra aplikasi taksi online sepanjang 2017 hingga pertengahan Februari 2018. Selain itu, publik juga dikejutkan dengan kasus dugaan perkosaan yang menimpa seorang perempuan penyedia jasa pijat berbasis aplikasi online.

Sebagai lembaga HAM dengan mandat khusus penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, Komnas Perempuan merasa perlu memberi perhatian pada trend meningkatnya kekerasan terhadap perempuan terutama kekerasan seksual di layanan trasnpotasi berbasis aplikasi ini dengan melibatkan pihak-pihak yang relevan, dalam hal ini negara dan korporasi.

Upaya ini sebagai bagian dari mendorong adanya sistem perlindungan terhadap warga masyarakat terutama perempuan dalam relasi yang ‘unik’ antara penyedia jasa, pengguna jasa dan penyedia aplikasi dalam layanan transportasi, yang selama ini belum dikenali secara baik oleh sistem hukum ataupun sistem perlindungan konsumen di Indonesia.

Padahal ruang untuk terjadinya kekerasan dalam ruang publik ini, tidak hanya ketika layanan aplikasi digunakan, bahkan juga bisa hingga sesudahnya (misal, penyalahgunaan nomor kontak dan identitas korban oleh pelaku).

Kehadiran Negara dalam konteks ini menjadi sangat penting untuk memberikan jaminan rasa aman, perlindungan dan keselamatan warga negaranya termasuk perempuan dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Kemajuan teknologi dalam layanan transportasi perlu dipastikan bukan saja memudahkan perempuan bermobilitas, tetapi juga menghindarkan mereka dari kekerasan, khususnya kekerasan seksual.

Negara melalui pemerintah diharapkan dapat menyediakan mekanisme untuk memastikan prinsip-prinsip Panduan PBB tentang  Bisnis dan HAM (United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights/UNGP on BHR) menjadi acuan dalam industri transportasi online, terutama dalam hal ini memastikan perusahaan layanan aplikasi transportasi online mengetahui sedari awal dampak resiko dari proses bisnis mereka dan menunjukkan upaya untuk mengatasinya.

Komnas Perempuan mengapresiasi keterbukaan PT Solusi Transportasi Indonesia untuk membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dalam layanan aplikasi Grab, sebagai bentuk peningkatan perlindungan dan keselamatan penumpang dan mitra pengemudi perempuan pengguna aplikasi, dan juga dukungan bagi penanganan perempuan korban kekerasan.

Melalui inisiatif ini diharapkan kekerasan terhadap perempuan terutama kekerasan seksual terhadap mitra penumpang maupun pengemudi, dapat diminimalkan, dan ada bentuk penanganan yang berorientasi pada pemulihan korban serta pencegahan berulangnya kekerasan.

Baca Juga : Sejarah Awal Ditetapkan Hari Perempuan Sedunia, Kamu Sudah Tau?

Komnas Perempuan juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada  6.162 pengguna aplikasi Grab yang telah mendonasikan point reward-nya untuk membantu penanganan perempuan korban kekerasan, yang nantinya akan dikelola oleh Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (melalui Program Pundi Perempuan) bersama sejumlah lembaga pendamping korban. Bentuk donasi ini adalah wujud kepedulian masyarakat terhadap upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top