Model dan Strategi Pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Bimbingan Adib Center - strategi.id
Corong

Model dan Strategi Pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Bimbingan Adib Center

Strategi.id - Model dan Strategi Pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Bimbingan Adib Center

Strategi.id – Setiap orang ingin terlahir normal, lantas bagaimana jika tidak demikian? Anak adalah karunia yang patut disyukuri dimana ia berhak mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan pendidikan.

Begitu juga dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) pendidikan merupakan hal yang penting dan krusial yang membutuhkan metode dan strategi pembelajaran khusus agar anak dapat menjalani hidup dengan wajar seperti layaknya anak normal, dapat memelihara kesehatan dan fisik, mandiri dalam ketrampilan kecakapan hidup (life skill) dan tingkah laku sosialnya.

Dalam bukunya yang berjudul Pembinaan Anak Berkebutuhan Khusus, Lisnus & Sembiring menyebutkan bahwa ABK adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya dimana ia memerlukan pendidikan yang disesuaikan dengan hambatan belajar dan kebutuhan maisng-masing anak secara indivdual.

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki kelainan pada fisik, mental, intelegensi, emosi, dan tingkah laku sosialnya, yang dalam penanganannya memerlukan penanganan khusus sesuai kondisi masing-masing anak.

Maka dari itu ABK juga mempunyai hak untuk menerima pendidikan, hak untuk pekerjaan dan profesi, hak untuk memelihara kesehatan dan fisik secara baik, hak untuk hidup mandiri, dan hak untuk mendapatkan kasih sayang.

Pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan sesorang termasuk ABK sebagaimana dijelaskan pada Undang-Undang 1945 yang memiliki tujuan mencerdaskan bangsa. Dimana hal itu juga diperjelas pada UU Sidiknas Pasal 5.

Pendidikan inklusif merupakan sebuah layanan pendidikan yang menangani ABK agar dapat berbaur dengan anak normal secara optimal dan berguna bagi dirinya sendiri maupun lingkungan masyarakat sekitarnya.

Manfaat dari pendidikan inklusif bagi ABK adalah untuk menghilangkan sikap diskriminatif bagi anak itu sendiri dengan melibatkan peran serta masyarakat terkait mutu pendidikan bagi ABK.

Salah satu layanan pendidikan untuk ABK adalah Bimbingan Adib Center yang berada di wilayah Pare dan sekitarnya. Layanan ini terletak di Desa Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Provisi Jawa Timur yang didirikan pada tahun 2005 oleh Ahmad Adib, S.Pd yang merupakan alumni UNESA informasi lebih lanjut hubungi 085648737111.

Layanan pendidikan dan bimbingan bagi anak berkelainan hendaknya menciptakan situasi yang konstruktif, misalnya pemberian penghargaan atas karakteristik pribadinya sehingga dapat memperkuat pembentukan konsep diri penyandang kelainan.

Di bimbingan Adib Center ini mengadopsi teori Applied Behavior Analysis (ABA) atau Analisis Perilaku Terapan yang diprakasai oleh Dr. Ivor Lovas pada tahun 1968 (dalam Bonnice, Sherry, 2009) merupakan analisis yang berdasar pada pemberian penghargaan kepda anak bila perilakunya sesuai yang diinginkan.

Perilaku yang benar hendaknya diulang-ulang hingga menjadi bagian pemahaman anak. Jadi terapi perilaku ABA sebagai metode pembelajarannya karena memiliki konsep yang jelas.

Metode ini diberikan kepada seluruh ABK di awal guna membentuk kepatuhan, konsentrasi, dan perilaku. Yang diutamakan pada model ini adalah materi tentang kepatuhan, konsep imitasi, bahasa reseptik, bina diri/ ketrampilan kecakapan hidup.

Tujuan didirikannya layanan ini secara umum adalah memberikan pelayanan secara maksimal kepada ABK sedangakan tujuan khususnya adalah memberikan pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan anak.

Layanan pendidikan ini didirikan secara mandiri menggunakan dana pribadi hingga saat ini biaya operasionalnya menggunakan dana yang bersumber dari wali murid dengan metode subsidi silang berdasarkan ringan beratnya kondisi mental anak dengan tetap melihat kondisi wali murid.

Bimbingan Adib Center memiliki dua tempat yang berbeda, Adib Center I memiliki 31 murid dengan 4 asrama, Adib Center II memiliki 12 murid, dan 5 murid kunjungan.

Bentuk penyelenggaraanya ada 3, kelas jauh/ kelas kunjungan, kelas khusus, dan kelas berasrama. Pada kelas kunjungan pihak terapist mengirimkan guru ke rumah dan sekolah sesuai perimintaan wali murid sedangkan pada kelas khusus dikelompokkan menjadi kelas reguler dimana 1 guru menangani 3-4 anak dan kelas individual dimana 1 guru menangani 1 anak.

Pada kelas berasrama diawasi selama 24 jam dan kurun waktu paling lama 4 tahun. Pengaturan kurikulum dan jadwal pelajaran bersifat fleksibel dengan standar pelajaran 9-27 tatap muka, sekali tatap muka selama 2 jam.

Penataan kelas yang memudahkan guru menjangkau semua siswa. Jumlah siswa yang dilayani guru tak lebih dari 4-6 orang dalam setiap kelas.

Menggunakan media/ alat bantu pengajaran untuk meningkatkan peranan strategi pembelajaran. Media disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan anak.

Secara berkala terapist didatangkan dari Surabaya yang mengajar anak secara langsung sedangkan guru memperhatikan sebagai bahan belajar. Ahli terapist dapat memulai dengan melakukan wawancara ke orang tua dan mengamati anak, mengenali segala perilaku.

Perilaku spesifik kemudian dicatat, dari pengamatan orang tua dan guru dapat memahami apa yang sedang terjadi pada si anak.

Memanggil ahli gizi atas permintaan orang tua/ wali murid nantinya orang tua sendiri yang berkonsultasi.

Penulis Oleh: Fitri Septi Ariyani, S.Pd (Tenaga Pendidik Adib Center / Guru).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top