Moeldoko: Trilogi Pembangunan Menjadi Penting - strategi.id
Infrastruktur

Moeldoko: Trilogi Pembangunan Menjadi Penting

Strategi.id - Moeldoko: Trilogi Pembangunan Menjadi Penting
Strategi.id - Moeldoko: Trilogi Pembangunan Menjadi Penting

Strategi.id – Trilogi pembangunan menjadi salah satu pembahasan penting yang disampaikan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Dr Moeldoko dalam agenda ramah tamah yang dilaksanakan di Halaman Rumah Jabatan Walikota Bau-bau, Kepulauan Buton, Sulawesi Tenggara, senin (4/3/19).

Acara ini dihadiri ratusan masyarakat yang terdiri dari unsur pemerintahan daerah, organisasi pemuda dan mahasiswa. Walikota Bau-bau AS Tamrin membuka acara dengan pantun yang membawa peserta termasuk Moeldoko ke dalam keriuhan tawa. Tidak berhenti sampai disitu, Tamrin juga menghebohkan peserta dengan aksinya bernyanyi lagu dangdut.

Tamrin dalam acara ini berharap kedatangan Kepala Staf Kepresidenan akan membawa dampak baik kepada psikologi masyarakat terkait dengan stabilitas, hingga menciptakan suasana damai, rasa kedekatan, juga kekompakan.

Baca Juga : 4 Tahun Jokowi-JK: Stabilitas Terjaga, Indonesia Makin Dihormati Dunia Internasional

Moeldoko mengungkapkan rasa senang dan ucapan terima kasih atas keramahan masyarakat Bau-bau. Saat makan malam dengan Walikota Bau-bau, dan staf jajaran terkait, Kepala Staf mengaku tidak bisa melupakan rasa Kasoami, makanan khas kepulauan Buton yang berasal dari singkong parut yang direbus.

“Saya tidak bisa lupa rasa kasoami tadi itu, ternyata enak sekali. Besok saya minta istri saya buat,” ucap Kepala Staf yang disambut dengan tawa peserta Ramah Tamah Pemerintah kota Bau-bau.

Dalam penjelasan selanjutnya, Moeldoko menyinggung soal trilogi pembangunan yaitu stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan yang sangat penting. Yang pertama, menurutnya jika berbicara stabilitas tidak melulu hanya stabilitas keamanan.

“Stabilitas terdiri dari ekonomi, keamanan, dan politik. Bicara stabilitas ekonomi misalnya inflasi, inflasi kita sangat bagus. Berdasarkan data BPS pertumbuhan inflasi kita sangat rendah hanya 3,2%. Dampaknya adalah masyarakat punya semangat untuk belanja. Kecuali jika inflasinya 8% itu harga sudah bergejolak sekali. Inflasi kita cukup rendah, hampir tiap hari saya cek untuk melihat harga komoditas khususnya pangan,” jelas Moeldoko.

Panglima TNI 2013-2015 ini juga menyinggung stabilitas politik Indonesia yang bagus. Ia berpesan kepada seluruh masyarakat bahwa tidak ada perpecahan hanya gara-gara perbedaan politik.

“Pemilu kan setiap 5 tahun sekali, tapi persaudaraan kita kan tidak dibatasi oleh kejadian politik. Jangan menjauhi hubungan persaudaraan kita,” pesannya.

Baca Juga : RI Butuh Minimal 7 Persen Dana APBN Buat Infrastruktur agar Jadi Negara Maju

Berlanjut ke pertumbuhan dan pemerataan dalam trilogi pembangunan, Indonesia dibawah pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla bisa berjalan merata, “Hebatnya Jokowi-JK itu trilogi pembangunannya bisa berjalan. Pembangunan infrastruktur dari sosial, dan pembangunan lainnya itu demi pembangunan desa. Tujuannya agar daerah bertumbuh. Sekarang orientasi Presiden, membangun Indonesia bukan hanya Jawa. Pembangunan indonesia sentris itu berkembang di wilayah timur, untuk pemerataan sosial ekonomi. Itu terkelola dengan baik,” tambah mantan Panglima TNI ini.

Di akhir pernyataannya Moeldoko mengingatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi revolusi industri 4.0 di Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top