Ojo Nokohi Wong! - strategi.id
Corong

Ojo Nokohi Wong!

Ojo Nokohi Wong!

Strategi.id – Menanggapi postingan Muda Saleh yang berjudul : “Keraton Yogyakarta Tolak Jokowi Mega Karena Aura Negatif?” penulis ingin menyampaikan sebuah sanggahan yang sesungguhnya juga tidak perlu. Tetapi untuk sebuah pemahaman yang utuh, dipandang perlu rasanya kita saling mengasah, saling mengasuh dan saling mengasih diantara kita.

Tanpa perlu terlalu jauh ke belakang menelisik sejarah yang akan membuka romantisme yang sensitif untuk dibahas, penulis ingin menyampaikan bahwa ini adalah sebuah fenomena pengulangan bahwa disetiap periode kedua masa kepresidenan selalu saja isu tentang keistimewaan Jogjakarta sebagai sebuah wilayah yang memiliki otonomi khusus disenggol.

Spekulasi tentang isu penghapusan otonomi khusus tersebut pula dialami diperiode kedua masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono selalu saja menjadi isu yang dilontarkan oknum yang ingin memperkeruh suasana. Postingan ini menunjukkan adanya indikasi isu tersebut untuk kembali dibahas di masa kedua kepresidenan.

Baca Juga : Ini Debat Idol, Bukan Diskusi Kelompencapir

Sesungguhnya, sebagai sosok yang dihormati dan memiliki latar belakang keberpihakan kepada kebangsaan yang panjang, menjadi wajar petahana, Joko Widodo sowan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X. Kalaupun ada penolakan (kalaupun) itu disebabkan oleh Paduka sudah membaca spekulasi yang akan dilontarkan oknum kepada publik, dimana beliau tak ingin kesultanannya masuk ke dalam politik praktis.

Sementara itu, deklarasi dukungan terhadap petahana di Jogjakarta begitu gempita, tentunya bisa dilihat keberpihakan masyarakat Jogjakarta terhadap kehadiran petahana, tiadakah peran Sri Sultan Hamengkubuwono X? Sangat naif apabila dianggap tak ada perannya.

Setidaknya ada dua analisa yang bisa dibahas disini: pertama : secara simbolis Kesultanan merupakan bagian dari kepribadian Sri Sultan Hamengkubuwono X, dimana beliau dikenal dekat dengan rakyat dan rakyat mendengar titahnya. Sehingga, sekali lagi, sangat naif apabila dikatakan ada penolakan dari beliau, sementara rakyat Jogjakarta berkumpul gempita saat deklarasi dukungan kepada Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin.

Kedua : secara rekam jejak, Sri Sultan Hamengkubuwono X merupakan politisi yang unggul, arif dan bijaksana. Sangat naif apabila kita ramai – ramai mengatakan bahwa beliau tidak memiliki kalkulasi politik untuk menjadi sparing partner dan sekondan dari setiap Presiden Republik Indonesia. Justru kemarahan Joko Widodo pada pidatonya merupakan pantulan dari sikap Sri Sultan Hamengkubuwono X yang pastinya merasa terusik dengan segala bentuk black campaign yang selalu saja menodai kemunculan seorang pemimpin di negeri yang dicintainya.

Baca Juga : Indonesia Muda Serukan Tolak Dwi Fungsi TNI

Beragam isu dilontarkan oposisi tak mendasar, yang selalu saja berangkat dari asumsi, bukan dari fakta dari bagaimana seorang Presiden RI bekerja demi kepentingan bangsa dan rakyatnya. Tentunya dengan fanatisme yang berlebihan seperti yang ditunjukkan oleh oposisi membuat kita bangsa Indonesia sulit untuk beranjak maju gemilang diantara bangsa – bangsa dunia.

Mari sedulur, kita sudahi isu – isu yang kontra produktif. Agar kemajuan bangsa kita benar nyata terjadi dan dapat kita rasakan bersama – sama. Tentunya kebutuhan untuk saling tepa slira diantara kita sangat urgent dirasa. Agar bangsa kita semakin maju tanggalkan segala praduga untuk kejernihan berpikir kita juga adanya.

Sungguh, tiada yang lebih penting selain keberhasilan bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju dan tetap menjaga kebersahajaannya. Sehingga kelak kita dapat berkata bahwa kita telah berbuat dan berbakti kepada negeri yang sama – sama kita cintai ini.

Supaya kemajuan benar nyata adanya mari kita lanjutkan kerja kemaslahatan bagi bangsa Indonesia, kalaupun bukan kita yang merasakan, tentunya akan dirasakan oleh anak cucu kita kelak dan generasi penerus bangsa Indonesia, yang ada kita didalamnya. Singsingkan lengan baju, melangkah dan memulai kerja kemaslahatan dan kebaikan, agar bangsa kita dikenal dengan bangsa yang cerdas dan tetap menjunjung nilai luhur kebangsaan Indonesia. Merdeka!!!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top