Operator Terus Didorong untuk Pakai Palapa Ring Barat – strategi.id
Nusantara

Operator Terus Didorong untuk Pakai Palapa Ring Barat

Strategi.id - Operator Terus Didorong untuk Pakai Palapa Ring Barat

Strategi.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) tengah mendorong operator untuk melakukan pemanfaatan jaringan serat optik Palapa Ring Barat yang telah selesai, agar masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal(3T), mendapatkan manfaat maksimal.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif, mengatakan keterlibatan operator dalam memanfaatkan jaringan Palapa Ring Barat sangat penting untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

“Sejakter bangunnya jaringan Palapa Ring Barat, kecepatan internet di wilayah pedesaan mencapai 10 Mbps, sementara di perkotaan mencapai 20 Mbps. Hal ini seharusnya dimanfaatkan operator agar masyarakat mendapatkan manfaat lebih besar,” tuturnya.

Sinergitasantara BAKTI dan operator dalam pemanfaatan jaringan Palapa Ring Barat adalah dukungan nyata bagi target Nawacita, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Terwujudnya Palapa Ring Barat merupakan cita-cita BAKTI dan Kemkominfo dalam meningkatkan aksesibilitas telekomunikasi di seluruh penjuru Indonesia secara langsung.

BAKTI jugaakan meningkatkan akses informasi berbentuk digital yang menjadi masa depan informasi bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

“Saat ini telah ada operator yang memanfaatkan band width Palapa Ring Paket Barat. Terdapat 19 lokasi BAKTI Aksi (Akses Internet) on air, 6 lokasi yangmasih proses instalasi di Natuna yang menggunakan Palapa Ring Paket Barat dandi Kabupaten Anambas terdapat 1 lokasi BAKTI Aksi yang telah menggunakan palaparing paket Barat,” ujar Anang.

Lebih lanjut, kerja sama erat dengan Pemda, Kementerian/Lembaga, maupun instansimerupakan syarat utama karena pembangunan infrastruktur Palapa Ring Barat, dimana membutuhkan dukungan dari Pemda, Kementerian/Lembaga, maupun instansi yangnantinya mendapatkan manfaat langsung dari peningkatan kualitas komunikasimenggunakan jaringan serat optik.

Proyek Palapa Ring adalah salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik sebagai tulang punggung bagi sistem telekomunikasi nasional, yang menghubungkan seluruh kabupaten/kota diIndonesia.

Proyek ini pernah terhenti sejak 10 tahun lalu untuk mendapatkan struktur yang tepat untuk pelaksanannya.

Tantangan dari proyek tersebut adalah membangun infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional di daerah-daerah non-komersial demi pemerataan akses pita lebar (broadband) di Indonesia.

Proyek Palapa Ring merupakan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pertama dalam sektor telekomunikasi dengan menerapkan skema pembayaran ketersediaan layanan atau availabilitypayment (AP).

Skema availability payment diprakarsaioleh Kementerian Keuangan dan sumber dana availability payment berasal dari dana kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) atau Universal ServiceObligation (USO).

Ketika proyek Palapa Ring sukses, masyarakat dapat menikmati kecepatan akses data yang lebih merata sehingga memberikan asasmanfaat yang dapat meningkatkan kualitas hidup maupun menjadi modal peningkatan kreativitas dan ekonomi di masa mendatang.

Sementara itu Kalit (27) warga Kota Ranai, Natuna menyebutkan jaringan internet untuk kota Ranai sanggar baik dan cepat.

“Cuman untuk wilayah di luar Kota Ranai,ada yang masih belum bisa Internet, hanya telepon dan SMS, ” Kata Kalit, Kamis(12/12/18).

Menurut Kalit, akses jaringan internet di Natuna masih belum merata ia menduga karena masih tahap pemasangan perluasan Jaringan.

“Disini mayoritas pengguna Telkomsel,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top